Batasi Kuota Pendaftaran Demi Aturan Dapodik, MTsN Prioritaskan Mutasi Jalur Formal Ber-NISN

- Editor

Senin, 20 Juli 2026 - 12:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala MTsN Bitung, Drs. H. Sudarto Katijo, M.Pd.I. (Ft.talia)

Kepala MTsN Bitung, Drs. H. Sudarto Katijo, M.Pd.I. (Ft.talia)

Bitung | Tribuneindonesia.comGelombang ketertarikan masyarakat sipil untuk menitipkan putra-putri mereka pada Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Bitung menunjukkan kurva peningkatan yang sangat signifikan, Senin (20/07/26).

Konsistensi dalam penegakan regulasi perilaku serta kedalaman kurikulum keagamaan menjadi stimulus utama yang memikat kepercayaan publik.

​Para wali murid mengaku kepincut oleh rekam jejak kesuksesan alumni senior yang dinilai berhasil menginternalisasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sosial. Hal ini berdampak langsung pada membeludaknya berkas pendaftaran yang masuk ke meja panitia penerimaan siswa baru.

​Pihak panitia mencatat rekor baru dengan masuknya lebih dari 300 berkas calon peserta didik hingga batas akhir penutupan loket gelombang kedua. Tim seleksi segera bergerak cepat menggelar pemetaan kompetensi pada 15 Juni, sebelum akhirnya merilis daftar kelulusan resmi dua hari setelahnya.

​Kepala Madrasah Drs. H. Sudarto Katijo, M.Pd., mengambil langkah taktis dengan mengunci akses sistem aplikasi pendaftaran nasional secara permanen begitu kuota daya tampung terpenuhi. Kebijakan ini menjadi benteng utama sekolah guna menghindari sanksi hukum dari validasi data Dapodik maupun Emis pusat.

​Langkah preventif tersebut sekaligus mengawali implementasi program pengembangan karakter komprehensif demi mencetak generasi emas yang adaptif. Pihak madrasah menyelaraskan seluruh rancangan pembelajaran melalui tiga lini utama, yaitu kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

​Manajemen sekolah juga menabuh genderang perang terhadap segala bentuk pungutan liar melalui penanaman budaya bersih lingkungan dan birokrasi. Nilai antipati terhadap korupsi ini sengaja disuntikkan sejak dini agar para siswa memahami urgensi kejujuran dalam berproses.


Guna mengukur keberhasilan visi tersebut, pengelola madrasah merumuskan delapan indikator capaian kelulusan, termasuk kecakapan bernalar kritis dan gotong royong. Rutinitas mengaji pagi dan salat dhuha berjamaah bertindak sebagai instrumen harian pembentuk moralitas siswa.


​Di sisi lain, jajaran tenaga pendidik terus mengawinkan doktrin keagamaan dengan penguasaan literasi sains serta pemanfaatan teknologi digital terbarukan. Kolaborasi kurikulum ini bertujuan menghasilkan output lulusan yang tidak gagap menghadapi derasnya arus modernisasi global.

​Prinsip dasar pendidikan di lembaga ini bermuara pada penguatan Kurikulum Berbasis Cinta, yang menekankan kasih sayang terhadap sesama manusia serta alam sekitar. Pendekatan persuasif ini diproyeksikan mampu melahirkan kader bangsa yang kompeten untuk memimpin di masa depan.

​”Kami berkomitmen penuh menjalankan regulasi pendidikan dengan mengemas delapan profil lulusan ke dalam pembiasaan karakter religi, penguasaan sains, dan penanaman nilai kasih sayang secara konsisten,”

ujar Kepala Madrasah Katijo saat memberikan keterangan resmi.

Baca Juga:  Dua Tahun Menanti, Harapan Itu Kembali Berkibar di SMPN 2 Galang

​Senada dengan hal itu, pihak manajemen juga menegaskan sikap transparansi mereka terkait kebijakan finansial di internal lembaga.

“Madrasah memegang teguh prinsip bebas pungutan agar siswa terbiasa hidup jujur dan bersih, sekaligus membentuk karakter yang maju, bermutu, dan mendunia,”

jelasnya.

​Ketegasan administrasi ini juga menyasar pada sistem mutasi masuk, di mana sekolah hanya melayani kepindahan dari sesama lembaga pendidikan formal nasional.


Pengelola secara otomatis akan menolak berkas kepindahan dari pondok pesantren yang belum mengadopsi kurikulum kementerian terkait.


​Kebijakan pembatasan ini dipicu oleh temuan di lapangan mengenai banyaknya santri non-formal yang tidak memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) valid. Pihak sekolah memandang perlu melakukan edukasi masif karena masih banyak wali murid yang menyamakan status pondok murni dengan madrasah formal.

​Sebagai wujud kepedulian sosial, pihak madrasah bahkan telah menghapus seluruh biaya operasional pendidikan bagi para siswa sejak empat tahun silam. Manajemen membebaskan biaya investasi gedung.

​Namun, kebijakan mandiri ini menghadapi tantangan serius setelah pemerintah pusat hanya mengucurkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk kuota 721 anak. Padahal, data riil pada papan statistik madrasah menunjukkan angka 851 murid aktif yang wajib mendapatkan hak fasilitas.

​Kondisi defisit kuota ini memaksa bendahara madrasah memutar otak untuk mengelola sisa anggaran seketat mungkin demi menjaga ritme operasional tetap stabil.

​Imbas positif dari tingginya animo masyarakat juga menyisakan pekerjaan rumah berupa keterbatasan ruang belajar akibat masuknya 350 siswa anyar. Menyiasati problem tersebut, pengelola menyulap beberapa area menjadi 14 ruang kelas darurat sementara.

​Selain itu, guna mengatasi kendala ruang belajar, kepala Madrasah Katijo berhasil meloloskan nama madrasah ke dalam daftar 163 penerima manfaat Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Keberhasilan finansial ini diperoleh setelah tim kerja menyetor 13.115 dokumen verifikasi fisik ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

​Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) wilayah provinsi segera menyetujui kucuran dana segar.

Dana stimulus ini nantinya akan dialokasikan khusus untuk membangun enam ruang kelas permanen baru guna memensiunkan fasilitas kelas darurat.

​Sembari menunggu realisasi fisik gedung, aktivitas spiritual tetap berjalan dengan kewajiban setoran hafalan Al-Qur’an minimal Juz 30 bagi seluruh tingkatan kelas.

Berita Terkait

TPP ASN Rp104,5 Miliar Tak Kunjung Cair, Ketua DPRK Raja Ampat Desak Pemda Buka-bukaan
TKA Jadi Bekal Akademik Siswa, SMA Negeri 2 Lubuk Pakam Libatkan Wali Murid
Masjid Nurul Hasanah Diresmikan, SMAN 2 Lubuk Pakam Menanam Jejak Pendidikan dan Keagamaan
Mewakili Sekda Agara, Kadisparpora Bakri Saputra Buka Alumni Cup Season XI: SMAN Perisai Pasang Target Sekolah Unggul & Vokasi 2027
Dua Surat DO di SMAN 3 Medan ! Disiplin, Prosedur, dan Tanda Tanya di Balik Keputusan Sekolah
Meriahkan HUT RI ke-81, SMP Negeri 1 Manyak Payed Gelar Berbagai Perlombaan Penuh Semangat Kemerdekaan
Anggaran Dana BOS SMAN 1 Lubuk Pakam Tahap I 2024 Dipertanyakan, Selisih Penggunaan Capai Rp10,82 Juta
Kembali ke Almamater, Kadis Kominfo Bitung Altin Tumengkol Bakar Semangat Mahasiswa Baru FISIP UNSRAT
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 13:47

Ketua Asrama Raja Ampat di Manado Desak Dinas Pendidikan Segera Bayar Kontrak Asrama

Senin, 7 September 2026 - 08:35

TPP ASN Rp104,5 Miliar Tak Kunjung Cair, Ketua DPRK Raja Ampat Desak Pemda Buka-bukaan

Senin, 7 September 2026 - 05:16

Bedah Rumah dan Saringan Zakat

Minggu, 6 September 2026 - 15:28

Amputasi Andri dan Masa Depan yang Dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 10:26

UMKM Center dan Hitungan Omzet Pedagang

Minggu, 6 September 2026 - 07:15

Jati Merah dan Tobat Ekologis

Minggu, 6 September 2026 - 04:03

Johan Jalla Desak Depo Pertamina dan Pemda Simeulue Responsif Atasi Kelangkaan BBM

Minggu, 6 September 2026 - 02:27

Beras Bantuan dan Data Penerima

Berita Terbaru

Perusahaan, Perkebunan dan Peternakan

Dari Jalan hingga Air Bersih, Hutama Karya Percepat Pemulihan Aceh Pascabencana

Selasa, 8 Sep 2026 - 04:09