TribuneIndonesia.com I Deli Serdang- Pada Rabu, 26 Agustus 2026, lingkungan SMAN 2 Lubuk Pakam menyimpan sebuah catatan yang kelak mudah dikenang.Masjid Nurul Hasanah diresmikan, sementara di tempat yang sama para guru dan siswa memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kehadiran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Alex Sander Silulingga.S.STP.M.Si. memberi bobot tersendiri pada peresmian tersebut. Ia hadir dan membubuhkan tanda tangan sebagai bagian dari peresmian masjid yang berdiri di lingkungan sekolah.
Bagi SMAN 2 Lubuk Pakam, masjid itu bukan hanya bangunan tambahan di antara ruang-ruang belajar. Ia ditempatkan sebagai ruang pendidikan yang mempertemukan pengetahuan dengan pembentukan watak. di sanalah siswa diharapkan tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga belajar mengenali batas antara kebebasan dan tanggung jawab.
Kepala SMAN 2 Lubuk Pakam, Sari Manurung.M.Pd.mengatakan rangkaian kegiatan tersebut memiliki arti penting bagi sekolah. Peresmian Masjid Nurul Hasanah digelar bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
menurut Sari, kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah perlu terus dihidupkan. Ia berharap pembinaan tersebut dapat menjadi salah satu benteng bagi siswa dari berbagai pengaruh negatif di luar sekolah, termasuk keterlibatan dalam kelompok geng motor.
Pesannya sederhana, tetapi menyentuh persoalan yang lebih besar.siswa harus menjaga nama baik sekolah dan keluarga, sekaligus tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan membanggakan.
di balik peresmian masjid itu, ada pula cerita tentang seorang kepala sekolah yang berada di penghujung masa pengabdiannya.
Sari mengungkapkan dirinya sebentar lagi memasuki masa pensiun. Karena itu, ia ingin meninggalkan sesuatu yang dapat dikenang dari sekolah yang selama ini dipimpinnya.
Ia ingin masa terakhir pengabdiannya tidak hanya ditandai oleh administrasi dan jabatan, tetapi oleh sesuatu yang dapat digunakan dan dirasakan oleh warga sekolah. Masjid Nurul Hasanah menjadi salah satu jejak yang ia harapkan tetap hidup setelah dirinya meninggalkan ruang kepala sekolah.
“Saya sebagai kepala sekolah yang sebentar lagi pensiun ingin memberikan yang terbaik untuk sekolah yang saya pimpin. Saya ingin dikenang bahwa saya sudah berbuat untuk sekolah yang saya cintai ini,” ujar Sari.
Pada hari yang sama, ketika tanda tangan peresmian dibubuhkan dan lantunan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW menggema, SMAN 2 Lubuk Pakam sedang memperlihatkan wajah lain dari sebuah institusi pendidikan.
Sekolah tidak hanya berbicara tentang ruang kelas, ujian dan prestasi. ada pertanyaan yang jauh lebih panjang.karakter seperti apa yang hendak dibentuk dari anak-anak yang setiap pagi datang membawa tas dan cita-cita.Masjid Nurul Hasanah kemudian hadir di tengah pertanyaan itu.
Bagi para guru, ia menjadi bagian dari warisan pengabdian. Bagi siswa, ia adalah ruang yang kelak menyimpan ingatan tentang masa sekolah. dan bagi Sari Manurung, peresmian masjid tersebut menjadi salah satu tanda bahwa sebelum masa pengabdian berakhir, masih ada sesuatu yang dapat ditinggalkan untuk generasi setelahnya.
di situlah peristiwa 26 Agustus 2026 memperoleh maknanya. sebuah masjid diresmikan, Maulid Nabi diperingati, dan seorang kepala sekolah menutup sebagian perjalanan pengabdiannya dengan meninggalkan jejak yang ingin tetap digunakan ketika namanya kelak tinggal dalam ingatan warga SMAN 2 Lubuk Pakam.(Ilham Gondrong)

























