Bitung | Tribuneindonesia.com – Guna mematangkan kesiapsiagaan operasional dalam menghadapi situasi darurat, Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada II menginisiasi latihan gabungan intensif selama dua hari di Kota Bitung.
Agenda bertajuk Pembinaan Operasi dan Latihan (Binopslat) di bidang Penanggulangan Kebakaran (Damkar) serta Penyelamatan Kapal (PEK) Tahun 2026 ini resmi digulirkan pada Kamis (2/7/26) pagi.
Latihan penyegaran ini dirancang secara berjenjang hingga Jumat (3/7). Pada hari pertama, fokus diarahkan pada penguasaan materi penanggulangan kebakaran di pangkalan, sementara hari kedua akan difokuskan pada simulasi PEK dari bahaya kebakaran dan kebocoran langsung di atas dek KRI LBA 881 yang tengah beroperasi di bawah kendali Guskamla Koarmada II.
Secara struktural, jalannya latihan ini dikomandani Danguskamla Koarmada II diwakili oleh Kolonel (P) Irwan Aditya Winarno, S.Hub.Int. yang juga bertindak sebagai Perwira Penasihat Latihan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Staf Guskamla Koarmada II, Kolonel (P) Irwan Aditya Winarno, S.Hub.Int., secara langsung membuka kegiatan tersebut sekaligus memberikan pengarahan strategis kepada seluruh peserta.
Agenda ini tidak sekadar menjadi rutinitas militer, melainkan instrumen vital untuk menguji jalur koordinasi dan komunikasi antarsektor saat krisis terjadi.
Selain mengasah ketangkasan individu prajurit dalam menggunakan perangkat pemadam modern, latihan ini ditargetkan mampu meningkatkan kemahiran taktis dalam mengatasi berbagai skenario bahaya api secara cepat dan tepat.
Mengusung konsep sinergi lintas instansi, jalannya pembekalan yang berpusat di Mako Guskamla Koarmada II Bitung ini melibatkan kolaborasi yang cukup solid.
Seluruh prajurit Guskamla bahu-membahu bersama anggota Pramuka Saka Bahari Bitung, dengan bimbingan teknis langsung dari instruktur Dinas Damkar Kota Bitung serta tim medis pangkalan.

Memasuki sesi pembekalan teori di ruang rapat pada pukul 08.50 WITA, Sekretaris Dinas Damkar Bitung, Nimrot, bertindak sebagai narasumber utama dengan mengupas tuntas tata cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta prosedur taktis tindakan penyelamatan (rescue).
Tak hanya itu, materi penanganan medis darurat juga dipaparkan secara komprehensif oleh Tim Kesehatan RSAL Dr. Wahyu Slamet Bitung guna memberikan pemahaman penanganan korban.
Seusai menerima pemaparan klasikal, para peserta langsung diarahkan ke lapangan untuk mengikuti fase simulasi praktis.
Seluruh personel diuji kemampuannya dalam menjinakkan kobaran api menggunakan APAR, yang kemudian dilanjutkan dengan skenario pemadaman skala besar memanfaatkan armada mobil pemadam kebakaran milik pemerintah kota.

Secara organisatoris, kelancaran seluruh rangkaian manuver lapangan ini dikawal ketat oleh Lettu Laut (S) Ahmad Rudi Wicaksono selaku Perwira Pelaksana Latihan.
Jalannya mobilisasi personel dan peralatan di sekitar lokasi juga mendapatkan dukungan penuh dari pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bitung demi memastikan aspek keselamatan tetap terjaga.
Rangkaian kegiatan pada hari pertama ini akhirnya resmi diselesaikan tepat pada pukul 12.00 WITA dengan evaluasi akhir yang menunjukkan hasil aman dan lancar.
Keberhasilan fase pangkalan ini menjadi modal penting bagi para prajurit sebelum menghadapi skenario lanjutan yang lebih kompleks di atas kapal perang pada keesokan harinya. (kiti)














