Aceh Utara/Tribuneindonesia.com
Lubok Pusaka-Hampir delapan bulan telah berlalu sejak bencana alam melanda wilayah ini pada akhir tahun 2025. Namun, Ibu Fitriah Andriyani beserta keluarganya belum juga mendapatkan tempat tinggal yang layak. Hingga kini, ia masih harus bertahan hidup di dalam tenda darurat bantuan Kementerian Sosial, bersama suami dan dua orang anaknya.Minggu,28/6/26.
Tenda tempat mereka tinggal berada di Dusun Bidari, Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Kondisi ini terasa sangat berbeda jika dibandingkan dengan sebagian warga lain yang sudah dapat menempati Rumah Hunian Sementara (Huntara) yang disediakan pemerintah bagi korban bencana.
Keluarga Fitriah bukan satu-satunya yang mengalami kondisi serupa. Menurut keterangan warga setempat, masih ada sejumlah kepala keluarga lain di Desa Lubok Pusaka yang belum mendapatkan giliran pindah ke Huntara. Mereka pun terpaksa tetap tinggal di tenda darurat dengan segala keterbatasan fasilitas dan kenyamanan yang ada.
Selama berbulan-bulan hidup di bawah tenda, mereka harus menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu serta ruang gerak yang sangat terbatas. Warga berharap agar instansi terkait segera meninjau kondisi ini dan mempercepat penyaluran serta penempatan Huntara, sehingga seluruh korban bencana dapat segera memiliki tempat tinggal yang aman dan layak untuk melanjutkan kehidupan.
Setelah dikonfirmasi, Kepala Desa Lubok Pusaka, Janni, menjelaskan alasan mengapa sebagian warganya masih bertahan di tenda darurat. “Mengenai warga yang belum mendapatkan Huntara, mereka masuk dalam tahap susulan kedua. Untuk sementara waktu, mereka belum dapat menerima fasilitas tersebut karena status kepala keluarga mereka masih tergolong ‘gantung’, atau belum melengkapi seluruh persyaratan administrasi yang dibutuhkan,” ungkapnya.
Janni menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna melengkapi dokumen persyaratan dan mempercepat proses penempatan, agar warga tidak terlalu lama tinggal di tempat hunian yang kurang layak tersebut.
Lebih lanjut, Kepala Desa juga menyampaikan bahwa penyaluran bantuan lain pun belum merata diterima warga. “Masalah bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) juga belum merata didapatkan; masih ada sekitar 93 kepala keluarga yang belum menerimanya. Selain itu, bantuan Jaminan Hidup(Jadub) dan program stimulasi ekonomi juga belum dirasakan manfaatnya oleh warga kami.
warga juga sangat berharap agar pembangunan Rumah Hunian Tetap (Huntap) dapat berjalan secara bertahap, seperti yang sudah terlihat di desa tetangga, yaitu Desa Bukit Linteng,Harapan besar disampaikan agar seluruh program bantuan dan pembangunan bagi korban bencana dapat segera direalisasikan, sehingga kesejahteraan warga dapat pulih kembali,”Ujarnya
(Safrijal)















