
Banda Aceh – Sekretaris Daerah Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEMNUS) Aceh, Asraf, mendesak Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat menjaga prinsip netralitas serta keadilan dalam distribusi pembangunan di seluruh wilayah Provinsi Aceh.
Desakan tersebut disampaikan menyusul pernyataan Wali Nanggroe yang disebut akan menemui Presiden Republik Indonesia guna mendorong percepatan pembangunan Rumah Sakit Regional Meulaboh yang saat ini progres pengerjaannya dikabarkan baru mencapai 50 persen.
Asraf menilai perhatian pemerintah terhadap pembangunan di Aceh harus dilakukan secara merata tanpa adanya perlakuan berbeda antarwilayah.
“Kami sangat menyayangkan adanya desakan yang terkesan pilih kasih. Sementara RS Regional Meulaboh baru 50 persen, ada RS Regional Aceh Tengah yang sudah mencapai 90 persen namun kini terbengkalai dan menjadi ‘rumah hantu’. Proyek ini seolah hilang dari radar perhatian Pemerintah Aceh,” kata Asraf dalam keterangannya, Kamis (18/5/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya ketimpangan pembangunan yang selama ini dirasakan masyarakat, khususnya di wilayah Aceh Tengah. Ia menilai pembangunan yang tidak merata dapat memicu kecemburuan sosial di tengah masyarakat Aceh.
Karena itu, BEMNUS Aceh meminta Pemerintah Pusat turun langsung melakukan evaluasi terhadap kinerja aparatur pemerintah dan pimpinan daerah, terutama terkait penanganan proyek-proyek strategis yang mangkrak.
“Sekarang pimpinan harus adil dan penuh pertimbangan dalam mengambil setiap keputusan terkait pembangunan di Provinsi Aceh. Jangan sampai ada wilayah yang dianakemaskan dan ada wilayah yang dianaktirikan,” ujarnya.
Asraf juga menyoroti peran Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terkait komitmen pembangunan di wilayah tengah Aceh. Ia meminta kepala daerah menepati janji politik yang pernah disampaikan kepada masyarakat Aceh Tengah.
“Di mana janji Anda untuk wilayah tengah? Kini janji itu hanya tinggal omongan belaka. Bual yang menjadi belati dan mengiris hati masyarakat Aceh Tengah,” katanya.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk melanjutkan pembangunan RS Regional Aceh Tengah serta memastikan seluruh proyek pembangunan di Aceh berjalan secara adil, transparan, dan merata.














