Bantuan Banjir Belum Cair, Warga Aceh Tamiang Pertanyakan Kepastian

- Editor

Selasa, 5 Mei 2026 - 00:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang | TribuneIndonesia.com — Penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang hingga kini belum terealisasi secara merata. Kondisi ini memicu keresahan warga yang masih berjuang memulihkan kondisi ekonomi pascabencana.

Ketua Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi (TAMPERAK) dan Laskar Hukum Indonesia (LHI), Purnawirawan TNI Zulsyafri, bersama Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (PEBABRI), menyoroti lambannya proses penyaluran bantuan tersebut. Mereka menilai keterlambatan ini menimbulkan ketidakpastian di tengah masyarakat terdampak.

Sejumlah warga di beberapa desa mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Aktivitas ekonomi yang terganggu akibat banjir menyebabkan sebagian masyarakat kehilangan penghasilan, sementara kebutuhan hidup tetap harus dipenuhi.

Zulsyafri menyampaikan keprihatinannya atas proses penyaluran bantuan yang dinilai berlarut-larut tanpa kejelasan. Ia mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah konkret.

“Saya berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan yang telah dijanjikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga. Mereka mengaku bingung dengan informasi yang tidak pasti terkait jadwal pencairan bantuan.
“Dari awal disebutkan bantuan akan dicairkan tanggal 20, namun tidak jelas bulan dan tahunnya. Bahkan sempat disampaikan ‘besok cair’, tetapi tidak ada kepastian hari dan tanggal. Kami hanya menunggu janji yang tidak pasti,” ungkap salah seorang warga dengan nada kecewa.

Baca Juga:  POLRES ACEH TENGGARA GELAR KONFERENSI PERS KASUS RUDAPAKSA ANAK DI BAWAH UMUR

Di lapangan, masyarakat menerima informasi yang beragam, mulai dari rencana penyaluran dalam waktu dekat hingga masih menunggu proses administrasi. Ketidakpastian ini dinilai semakin menambah beban psikologis warga terdampak.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat segera memberikan kejelasan serta mempercepat proses pencairan bantuan. Bantuan tersebut dinilai sangat penting untuk mendukung pemulihan pascabencana dan menjaga stabilitas ekonomi keluarga.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi terkait jadwal pasti pencairan bantuan banjir di Aceh Tamiang. Masyarakat pun berharap adanya transparansi dan percepatan penanganan agar bantuan segera diterima oleh pihak yang berhak. (zs)

Berita Terkait

Kunjungan Takziah dan Penyaluran Santunan: Bukti Perhatian Pemerintah Gampong bagi Warga Berduka
Wakil Ketua DPW FRN Fast Respon Counter Polri Nusantara Provinsi Aceh Syahbudin Padang Ucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Alibasyah
Indra SBW, S.H., Advokat Muda Sumut dengan Rekam Jejak Perjuangan Menegakkan Keadilan
Perkara Lae Saga Masih Berproses, Surya Darma Berhak Mendapat Perlindungan Hukum
Dugaan Penyalahgunaan Alsintan TR4 di Paya Gambar Disorot, P2BMI-GRPK Siapkan Laporan ke Kejaksaan
Re-LUN Ungkap Korupsi Sebesar US$50 Juta Dibalik Proyek AMI PLN, Diduga Mengalir ke Darmawan Prasodjo Cs
FIFGROUP: Jangan Bangun Opini Publik dengan Asumsi, Buktikan Tuduhan dengan Fakta
PROYEK REVITALISASI SEKOLAH APBN 2026 DI ACEH TENGGARA DISOROT, PENGAWASAN K3 DIPERTANYAKAN
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:18

Kunjungan Takziah dan Penyaluran Santunan: Bukti Perhatian Pemerintah Gampong bagi Warga Berduka

Sabtu, 20 Juni 2026 - 06:07

Wakil Ketua DPW FRN Fast Respon Counter Polri Nusantara Provinsi Aceh Syahbudin Padang Ucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Alibasyah

Jumat, 19 Juni 2026 - 06:44

Perkara Lae Saga Masih Berproses, Surya Darma Berhak Mendapat Perlindungan Hukum

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:55

Dugaan Penyalahgunaan Alsintan TR4 di Paya Gambar Disorot, P2BMI-GRPK Siapkan Laporan ke Kejaksaan

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:11

Re-LUN Ungkap Korupsi Sebesar US$50 Juta Dibalik Proyek AMI PLN, Diduga Mengalir ke Darmawan Prasodjo Cs

Kamis, 18 Juni 2026 - 07:13

FIFGROUP: Jangan Bangun Opini Publik dengan Asumsi, Buktikan Tuduhan dengan Fakta

Kamis, 18 Juni 2026 - 04:13

PROYEK REVITALISASI SEKOLAH APBN 2026 DI ACEH TENGGARA DISOROT, PENGAWASAN K3 DIPERTANYAKAN

Kamis, 18 Juni 2026 - 03:51

Padam Berkali-kali & Manipulasi Data: Darmawan Prasodjo Jadi Dirut PLN Terburuk dalam 20 Tahun Terakhir

Berita Terbaru