Bitung | Tribuneindonesia.com –Capaian impresif dicatatkan oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bitung dalam hal kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Jumat (24/04/26).
Berdasarkan data terbaru, instansi ini berhasil menempati posisi teratas dalam realisasi retribusi sektor jasa dibandingkan dengan jajaran dinas lainnya di lingkup Pemerintah Kota Bitung.
Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bitung, Theo Rorong, mengonfirmasi bahwa dominasi Disnaker ini didorong oleh sektor pemanfaatan tenaga kerja luar negeri.
Hingga memasuki periode April 2026, arus kas yang masuk ke kas daerah menunjukkan tren positif yang signifikan.
Secara terperinci, Theo mengungkapkan bahwa pundi-pundi rupiah yang berhasil dikumpulkan melalui Retribusi Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) telah menyentuh angka Rp457.440.000.
Angka ini merupakan progres nyata mengingat tahun anggaran baru berjalan di kuartal pertama.
”Jika merujuk pada performa dinas-dinas yang ada, retribusi Disnaker saat ini adalah yang tertinggi. Capaian mereka sudah melewati angka 50 persen dari pagu yang ditetapkan,”
ujar Theo saat memberikan keterangan resmi kepada awak media.
Pemerintah Kota Bitung sendiri mematok target sebesar Rp650.000.000 untuk sektor RPTKA pada tahun ini. Dengan sisa waktu yang masih cukup panjang, realisasi saat ini dianggap sebagai sinyal kuat bahwa target tahunan tersebut akan terpenuhi lebih awal dari jadwal.
Optimisme tinggi pun terpancar dari analisis internal Bapenda. Theo meyakini bahwa ritme kerja dan potensi tenaga kerja asing di Bitung akan terus memberikan kontribusi stabil, sehingga target yang sudah ditetapkan sebelumnya bukan lagi menjadi hambatan besar.
”Berdasarkan analisa perhitungan kami di lapangan, sangat memungkinkan bagi Disnaker untuk melampaui target semula. Ada potensi over-target pada akhir tahun nanti jika tren ini terus terjaga,”
pungkasnya menutup pembicaraan. bersama awak media di ruang kerjanya. (Kiti)


















