Sekolah Jadi Ladang Pungli dan Eksploitasi Anak! Kepala SDN 101865 di Batang Kuis Diduga Peras Pedagang dan Jadikan Murid Tukang Kebersihan

- Editor

Senin, 20 April 2026 - 03:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barang Kuis I TribuneIndonesia.ComDunia pendidikan kembali tercoreng. Dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan eksploitasi anak mencuat dari lingkungan sekolah dasar negeri di Kabupaten Deli Serdang. Seorang kepala sekolah di SDN 101865 Desa Bintang Meriah, Kecamatan Batang Kuis, diduga menjadikan sekolah sebagai ruang kekuasaan yang menyimpang dari nilai pendidikan.

Temuan ini diungkap oleh tim investigasi Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Penulis Berita Media Indonesia (DPW P2BMI) Sumatera Utara, yang secara langsung turun ke lokasi untuk melakukan konfirmasi dan pengumpulan data Jumaat 17 April 2026

dalam kunjungan tersebut, tim investigasi mengaku telah bertemu langsung dengan kepala sekolah SDN 101865 dan sejumlah guru di ruang kerja kepala sekolah. Pertemuan itu membuka tabir dugaan praktik yang selama ini menjadi keluhan diam-diam para pedagang kecil dan orang tua murid.

Salah satu temuan paling mencolok adalah dugaan pungutan terhadap pedagang kaki lima di sekitar lingkungan sekolah. Kepala sekolah disebut mengakui adanya pemberian uang dari para pedagang, namun berdalih bahwa itu merupakan “sumbangan sukarela”.

namun fakta di lapangan berbicara lain. Sejumlah pedagang justru mengaku diminta memberikan setoran secara rutin tanpa dasar aturan yang jelas. Praktik ini menimbulkan tekanan tersendiri bagi pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari jualan harian.

bukan sukarela. kami diminta. kalau tidak, takut tidak boleh berjualan di sini,” ungkap salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya.

lebih memprihatinkan lagi, dugaan eksploitasi anak turut mencuat. kepala sekolah diduga memerintahkan murid untuk melakukan pekerjaan kebersihan yang seharusnya menjadi tanggung jawab petugas khusus.

dalam klarifikasinya, kepala sekolah berdalih bahwa keputusan tersebut diambil karena petugas kebersihan tidak masuk kerja. namun alasan itu dinilai tidak dapat dibenarkan.

Baca Juga:  Beragam Materi Edukatif Meriahkan Hari Ke-Empat MPLS di SMAN 1 Langsa

sejumlah murid mengaku kegiatan tersebut bukan sekali dua kali terjadi. mereka kerap diminta menyapu, membersihkan piring kotor yang sangat banyak dll, bahkan dalam kondisi yang berulang. situasi ini mengakibatkan keresahan dan keberatan  di kalangan orang tua.

anak kami ke sekolah untuk belajar, bukan jadi tukang bersih-bersih dan tukang cuci piring ” keluh salah satu orang tua murid dengan nada kecewa.

Atas temuan tersebut, DPW P2BMI Sumatera Utara secara resmi melayangkan surat dengan nomor 0144/DPW P2BMI/SU/IV/2026 kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang. dalam surat itu, mereka mendesak agar dilakukan investigasi menyeluruh dan evaluasi terhadap kinerja kepala sekolah yang bersangkutan.

tidak hanya itu, mereka juga meminta agar sanksi tegas dijatuhkan jika terbukti terjadi pelanggaran, baik terkait pungli maupun eksploitasi anak.

Surat tersebut juga ditembuskan kepada Bupati Deli Serdang, Inspektorat, serta pihak kepolisian setempat, sebagai bentuk keseriusan dalam mengawal kasus ini hingga tuntas.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat menanamkan nilai moral, justru diduga berubah menjadi ruang penyalahgunaan wewenang.

jika tidak segera ditindak, praktik seperti ini dikhawatirkan akan merusak kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan, sekaligus mencederai masa depan anak-anak yang seharusnya dilindungi.

Kini publik menunggu langkah tegas dari pemerintah daerah. Apakah dugaan ini akan diusut hingga tuntas, atau justru kembali tenggelam tanpa kejelasan. Yang pasti, suara kecil dari pedagang dan murid tak boleh lagi diabaikan.

Ilham Gondrong

 

Berita Terkait

93 Siswa SMA Negeri 3 Langsa Lolos SNBP 2026, Kepala Sekolah Apresiasi Kerja Keras Siswa dan Guru
Kualitas MBG Diprotes, 171 Paket Makanan Diduga Tak Layak Konsumsi di SMKN Kutacane
Dana BOS Mengalir untuk 57 Siswa, Dapodik Hanya 50: Ada Apa di SMK Ulang Kisat?
Singgah di SMAN 1 Meukek, Kadisdik Aceh Beri Motivasi ke Siswa dan Guru
SMAN 2 Percut Sei Tuan Buktikan Sekolah Pinggiran Mampu Cetak Anak Bangsa Berkarakter
Diterpa Pemberitaan Miring Dana BOS, Fakta Lapangan Bantah Tuduhan ke SMAN 2 Percut Sei Tuan
Kajati Sumut diminta usut tuntas Dana Bos di SMKN 1 Petumbak kepsek  Bungkam Saat Dikonfirmasi
Dari Calang ke Panggung Nasional: Jejak Rijalul Maula di Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:49

Bangkit di Tanah Sendiri, PSMS Medan Siap Pesta Gol atas Sriwijaya FC

Minggu, 19 April 2026 - 07:50

Kunjungan Eropa Prabowo Subianto Perkuat Posisi Indonesia

Minggu, 19 April 2026 - 07:42

Bupati Deli Serdang Buka Kejuaraan Renang Pelajar, Empat Atlet Terbaik Siap Tembus Ajang Internasional di Malaysia

Minggu, 19 April 2026 - 04:57

Polemik Dana Desa Kaya Pangur Kian Memanas, Dugaan Penyimpangan Disorot, Mantan Pj Kades Buka Suara

Minggu, 19 April 2026 - 04:26

Proyek Negara atau Tambang Liar? Alat Berat Keruk Sungai di Ketambe

Minggu, 19 April 2026 - 03:48

Alat Berat Serbu Sungai, Proyek Rp17,9 Miliar di Aceh Tenggara Disorot; LSM Desak Aparat Pusat Hentikan Pekerjaan

Minggu, 19 April 2026 - 03:12

*PEMBANGUNAN KOPERASI MERAH PUTIH DI ACEH UTARA TERBENGKALAI, WARGA SOROTI KONTRAKTOR DAN MINIMNYA TRANSPARANSI*

Minggu, 19 April 2026 - 02:51

SIARAN PERS RESMI LEMBAGA KOMANDO GARUDA SAKTI ALIANSI INDONESIA (LKGSAI)

Berita Terbaru