DPRK Bener Meriah Didesak Buka Hasil Pansus Bencana, Transparansi Jadi Ujian Akuntabilitas

- Editor

Sabtu, 11 April 2026 - 02:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis muda Bener Meriah, Sadra Munawar (Foto, ist)
Aktivis muda Bener Meriah, Sadra Munawar (Foto, ist)

BENER MERIAH — Desakan agar Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bener Meriah membuka hasil kerja Panitia Khusus (Pansus) Penanggulangan Bencana Tahun Anggaran 2026 menguat. Aktivis muda, Sadra Munawar, menilai keterbukaan laporan pansus merupakan kunci untuk menjaga akuntabilitas publik sekaligus menghindari spekulasi di tengah masyarakat.

Sadra menegaskan, pembentukan pansus tidak boleh berhenti pada aspek prosedural semata. Menurutnya, kerja-kerja pansus harus bermuara pada transparansi yang dapat diakses publik, terutama terkait penggunaan anggaran, efektivitas penanganan bencana, serta rekomendasi kebijakan ke depan.

“Pansus bukan sekadar formalitas kelembagaan. Ini adalah instrumen pengawasan yang harus dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat,” ujar Sadra, Jumat (10/4/2026).

Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang mewajibkan setiap badan publik menyediakan informasi secara terbuka, kecuali yang dikecualikan. Dalam kerangka tersebut, hasil kerja pansus dinilai masuk dalam kategori informasi publik yang harus diumumkan secara berkala maupun tersedia setiap saat.

Lebih lanjut, Sadra menyoroti belum adanya publikasi rinci terkait temuan, analisis, maupun rekomendasi pansus. Padahal, menurutnya, dokumen tersebut memiliki nilai strategis bagi masyarakat untuk menilai kinerja pemerintah daerah dalam menangani bencana.

“Laporan pansus penting tidak hanya untuk melihat ke mana anggaran dialokasikan, tetapi juga untuk mengukur sejauh mana penanganan bencana dilakukan secara tepat, efektif, dan tidak menyimpang,” katanya.

Baca Juga:  Pancasila Jadi Kompas Deli Serdang

Ia menambahkan, keterbukaan hasil pansus juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dan DPRK sendiri agar kebijakan penanggulangan bencana di masa mendatang tidak mengulang kesalahan yang sama.

Dalam konteks pengawasan, Sadra mengingatkan bahwa independensi pansus menjadi faktor krusial. Ia meminta agar tim pansus bekerja secara profesional tanpa intervensi dari pihak mana pun, termasuk kepentingan politik maupun tekanan eksternal.

“Jangan sampai pansus ini justru kehilangan kredibilitas karena adanya kompromi atau kepentingan tertentu. Publik ingin hasil yang objektif, jujur, dan apa adanya,” tegasnya.

Menurut Sadra, transparansi tidak hanya berdampak pada peningkatan kepercayaan publik, tetapi juga memperkuat legitimasi lembaga legislatif sebagai representasi rakyat. Sebaliknya, tertutupnya informasi justru berpotensi memicu ketidakpercayaan dan memperlebar jarak antara pemerintah dengan masyarakat.

Ia juga menilai, keterbukaan hasil pansus dapat menjadi momentum bagi DPRK Bener Meriah untuk menunjukkan komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), yang mencakup prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik.

“Kalau memang proses dan hasilnya sesuai aturan, tidak ada alasan untuk menutupinya. Justru dengan membuka, DPRK bisa membuktikan integritasnya di hadapan publik,” ujarnya.

Desakan yang terus menguat ini menjadi ujian nyata bagi DPRK Bener Meriah, memilih membuka informasi secara transparan sebagai bentuk tanggung jawab publik, atau mempertahankan sikap tertutup yang berisiko memperkuat kecurigaan masyarakat.

Berita Terkait

KETUA LEMBAGA KOMANDO GARUDA SAKTI ALIANSI INDONESIA (LKGSAI) SAIDUL AMRAN ANGKAT BICARA
Fotografi Cagar Budaya Jadi Strategi Promosi Potensi Sejarah dan Wisata Deli Serdang
Deli Serdang Perkuat Kendali Inflasi, Strategi Stabilitas Pangan Jadi Prioritas Daerah
Perpustakaan Deli Serdang Buka Kelas Gratis, Cetak Generasi Digital Berdaya Saing
Bupati Deli Serdang Pastikan Program Prioritas Menyentuh Warga Kutalimbaru
Deli Serdang Perkuat Struktur Organisasi, 18 Pejabat Baru Dilantik
Wabup Deli Serdang Tegaskan Dukungan Keberlanjutan Program MBG
Banyak Desa di Aceh Tenggara Diduga Abaikan Kewajiban Publikasi APBDes, Bupati Diminta Bertindak Tegas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:36

KETUA LEMBAGA KOMANDO GARUDA SAKTI ALIANSI INDONESIA (LKGSAI) SAIDUL AMRAN ANGKAT BICARA

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:16

​Perkokoh Karakter Personel, Bintaldam XIII/Merdeka Gelar Pembinaan Mental dan Ideologi di Kodim 1310/Bitung

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:53

PT Kether Coco Bio Diduga Buang Limbah Ilegal di Perkebunan Warga Tanjung Merah

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:49

​Terima Petugas BPS, Wakil Wali Kota Bitung Kawal Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:18

Kartu Keluarga Diduga Bermasalah, Masyarakat Pertanyakan Profesionalisme Disdukcapil Aceh Tenggara 

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:37

HBKB Jakarta Utara dan Jasa Raharja Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta bersama Mitra Hadirkan Samsat juga Pengobatan Gratis

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:36

PSSB U-12 Ikut Festival Piala Presiden di Banda Aceh

Selasa, 23 Juni 2026 - 05:58

​Putus Jaringan Antarprovinsi, Polres Bitung Amankan 15 Gram Sabu Asal Palu dari Tangan Pria Ini

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Fotografi Cagar Budaya Jadi Strategi Promosi Potensi Sejarah dan Wisata Deli Serdang

Selasa, 23 Jun 2026 - 16:48

Pemerintahan dan Berita Daerah

Deli Serdang Perkuat Kendali Inflasi, Strategi Stabilitas Pangan Jadi Prioritas Daerah

Selasa, 23 Jun 2026 - 16:28