DELI SERDANG | TribuneIndonesia.com-Keputusan tegas diambil oleh pihak UPT SPF SD Negeri 105399 Kulasar dengan membatalkan rencana kegiatan edukasi pembelajaran di luar sekolah yang sebelumnya telah dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 15 April 2026. Kebijakan ini menjadi sorotan, sekaligus menuai apresiasi karena dinilai mengedepankan esensi utama pendidikan: kualitas belajar siswa.
Kegiatan yang semula dirancang sebagai sarana pembelajaran kontekstual itu sejatinya akan membawa para siswa mengunjungi sejumlah lokasi edukatif, seperti Museum Negeri Sumatera Utara, Perpustakaan Deli Serdang, Museum Daerah Deli Serdang, hingga Kolam Renang Deli Serdang. Program tersebut dirancang bekerja sama dengan Tiara Indah Travel, dengan harapan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih luas di luar ruang kelas.
Namun, melalui surat resmi tertanggal 7 April 2026 yang ditandatangani langsung oleh Kepala Sekolah, Rubiah, pihak sekolah akhirnya memutuskan untuk membatalkan kegiatan tersebut setelah mempertimbangkan padatnya agenda akademik, khususnya menjelang ujian siswa.
pihak sekolah memprioritaskan kesiapan akademik siswa agar dapat menghadapi ujian dengan maksimal tanpa terganggu oleh kegiatan di luar sekolah,” demikian bunyi keterangan dalam surat tersebut.
Keputusan ini mencerminkan komitmen kuat dunia pendidikan di tingkat dasar dalam menjaga fokus utama pembelajaran. Di tengah maraknya kegiatan study tour yang kerap menjadi polemik karena beban biaya dan efektivitasnya, langkah SDN 105399 Kulasar justru dinilai sebagai bentuk keberpihakan terhadap kepentingan akademik siswa.
Tak hanya itu, pihak sekolah juga menunjukkan tanggung jawab penuh terhadap orang tua murid. Bagi wali siswa yang telah melakukan pembayaran sebesar Rp145.000, sekolah mengimbau agar segera berkoordinasi dengan wali kelas masing-masing untuk proses pengembalian dana atau mendapatkan informasi lanjutan.
segera menghubungi wali kelas masing-masing untuk pengembalian dana atau koordinasi lebih lanjut,” lanjut isi pemberitahuan tersebut.
Langkah ini sekaligus menjadi cerminan transparansi dan akuntabilitas pihak sekolah dalam mengelola kegiatan pendidikan. Tidak sedikit orang tua yang merasa lega dengan keputusan ini, mengingat fokus anak-anak kini sepenuhnya diarahkan pada persiapan ujian yang menjadi penentu capaian akademik mereka.
Di sisi lain, pembatalan ini juga membuka ruang refleksi tentang pentingnya keseimbangan antara kegiatan edukatif di luar kelas dan prioritas akademik. Study tour memang memiliki nilai pembelajaran tersendiri, namun dalam kondisi tertentu, seperti menjelang ujian, fokus terhadap kesiapan mental dan akademik siswa menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
Keputusan SDN 105399 Kulasar ini pun berpotensi menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengambil kebijakan berbasis kepentingan terbaik siswa. Pendidikan bukan sekadar aktivitas seremonial atau kegiatan tambahan, melainkan proses serius yang membutuhkan perencanaan matang dan keberanian dalam menentukan prioritas.
Dengan pembatalan ini, satu pesan kuat tersampaikan,keberhasilan pendidikan tidak selalu diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari seberapa tepat keputusan diambil demi masa depan siswa.
Ilham Gondrong



















