Jakarta | Tribuneindonesia.com – Misi muhibah diplomasi maritim dan duta bangsa yang diemban oleh KRI Bima Suci resmi bergeser ke destinasi berikutnya, Jumat (29/05/26).
Kapal latih tiang tinggi kebanggaan TNI Angkatan Laut tersebut telah bertolak dari Port of Shanghai, China, pada Kamis (28/5) untuk melanjutkan pelayaran menuju Busan, Korea Selatan.
Pelayaran menuju Negeri Ginseng ini menandai dimulainya etape baru bagi para Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-73 yang tergabung dalam Satuan Latihan Kartika Jala Krida (Satlat KJK) 2026.
Kota Busan akan menjadi pelabuhan singgah berikutnya dalam rangkaian latihan praktik kedirgantaraan dan kebaharian internasional tersebut.
Sebelum angkat jangkar dari Negeri Tirai Bambu, kapal legendaris ini sukses menuntaskan serangkaian agenda penting selama beberapa hari bersandar.
Kehadiran para Taruna AAL tidak hanya mempererat hubungan militer, tetapi juga memikat hati masyarakat lokal lewat berbagai kegiatan interaktif dan pertunjukan kebudayaan.
Sejumlah aktivitas strategis berhasil dilaksanakan dengan sukses, mulai dari kunjungan kehormatan (Courtesy Call), jamuan resmi di atas kapal (Deck Reception), hingga program open ship yang membuka pintu bagi warga setempat untuk melihat lebih dekat KRI Bima Suci.
Daya tarik utama yang paling menyedot perhatian publik Shanghai adalah penampilan memukau dari Korps Genderang Suling Jala Gita Taruna AAL.
Prosesi pelepasan kapal di dermaga Port of Shanghai berlangsung khidmat sekaligus sarat penghormatan.

Momentum tersebut dihadiri langsung oleh pejabat penting, di antaranya Atase Pertahanan RI di China Laksma TNI Sumartono, Konsul Jenderal RI di Shanghai Berlianto Situngkir, serta Deputy Chief of Staff Angkatan Laut China Colonel Yang Turut hadir pula jajaran staf KJRI, perwakilan militer China, dan seluruh kru Satlat KJK 2026.
Suasana haru dan semangat nasionalisme membubung tinggi saat KRI Bima Suci perlahan bergerak meninggalkan dermaga.
Di atas geladak, para prajurit dan Taruna AAL berdiri tegap dalam formasi rapi sembari melambaikan tangan, memberikan penghormatan terakhir sekaligus simbol persahabatan yang erat kepada tuan rumah.
Komandan KRI Bima Suci, Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto, S.E., M.Tr.Opsla., menegaskan bahwa rute menuju Busan ini memegang peranan krusial dalam memperluas cakrawala serta pengalaman berlayar para Taruna.
Lebih dari sekadar latihan fisik dan mental, pelayaran ini mengemban misi besar sebagai media diplomasi internasional guna mengharumkan nama Indonesia di mata dunia lewat semangat maritim. (talia)


















