​Satrol Kodaeral VIII Kerahkan KAL Tedong Naga, 14 Awak KM Anaiah Berhasil Dievakuasi

- Editor

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitung | Tribuneindonesia.comUpaya penyelamatan intensif dilakukan oleh jajaran Satuan Patroli (Satrol) Komando Daerah Maritim (Kodaeral) VIII terhadap kru KM Anaiah yang mengalami musibah kebakaran di perairan Batang Dua, Kamis (26/03/26).

Diketahui, Operasi evakuasi dikerahkan sejak diterimanya informasi adanya kecelakan diLaut Kapal Pajeko Anaiah yang mengalami kebakaran.


Dalam operasi kemanusiaan tersebut, Kodaeral VIII menerjunkan KAL Tedong Naga yang diperkuat oleh 15 personel ahli. Tidak hanya itu, satu unit Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB) Satrol dengan dukungan 5 personel tambahan turut disiagakan guna mempercepat proses pemindahan korban dari tengah laut menuju daratan.


​Data terkini mengungkapkan bahwa kapal nahas milik Amelia Lingkam tersebut membawa total 14 awak kapal, termasuk nakhoda Wandi Lumuhu.

Berdasarkan manifes, kapal yang biasanya bersandar di Perikani Tumumpa, Manado ini tengah mengangkut belasan kru saat api mulai melalap bagian badan kapal.

​Setibanya di dermaga, petugas medis segera melakukan klasifikasi terhadap kondisi para korban.


Tercatat tiga orang mengalami luka berat, yakni Fenly Yosep asal Siau Dame, Nestor Sumelung warga Mawali, serta Niklas Antade dari Kelurahan Kasawari.


Sementara itu, satu korban bernama Yornes Domilobe dilaporkan hanya mengalami luka ringan.

​Sinergi di darat terlihat sangat sigap dengan ketersediaan enam unit ambulans yang telah bersiaga di bibir dermaga sebelum kapal evakuasi merapat.

Baca Juga:  Tgk Zainuddin MZ Dilantik Sebagai Ketua FPI Bireuen Periode 2025–2030.

Armada medis tersebut dikerahkan dari berbagai instansi, mulai dari ambulans Provinsi, RS Manembo-nembo, Dokpol, hingga layanan kesehatan Pratama.


​Sementara itu, Dokter Glory dari pihak Karantina menjelaskan bahwa tim medis telah menyusun strategi pembagian penanganan secara matang.

“Sebelum korban tiba, para dokter telah mengatur skema pembagian agar proses rujukan ke rumah sakit berjalan sistematis dan cepat sesuai dengan tingkat keparahan luka,”

ujarnya.

​Informasi tambahan menyebutkan bahwa satu korban dengan kondisi kritis telah lebih dahulu dilarikan ke rumah sakit.

Evakuasi perdana tersebut dilakukan melalui jalur cepat oleh tim Basarnas yang bekerja sama dengan Polair sebelum rombongan besar lainnya menyusul tiba di daratan.

​Seluruh rangkaian proses evakuasi dinyatakan berakhir pada pukul 02.30 WITA dalam kondisi aman dan terkendali.


Kerja sama lintas sektoral antara TNI AL, Basarnas, dan tim medis memastikan seluruh kru yang terdampak kebakaran KM Anaiah mendapatkan penanganan yang diperlukan tanpa kendala berarti.


Menutup operasi tersebut, Dansatrol Kodaeral VIII, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits, E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CRMP menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh kru yang bertugas di lapangan.

“Puji syukur, atas perintah Dankodaeral VIII, misi evakuasi KM Anaiah telah kami tuntaskan dengan penuh tanggung jawab,”

pungkasnya dengan nada bangga atas dedikasi para personel. (Kiti)

Berita Terkait

Eks Kombatan GAM Pidie Tegaskan Perdamaian Harus Dijaga, Masyarakat Diminta Waspadai Provokasi
HRD Dukung Terobosan Presiden Prabowo Hadirkan Infrastruktur Dasar bagi Masyarakat
HUT ke-81 RI, TKN Kompas Nusantara dan KAMADA LMP Sumut Gelar Hiburan Rakyat
21 Tahun MoU Helsinki, Ketua PC IPNU Bireuen Kritik Pemerintah Pusat: Jangan Abaikan Kesepakatan Damai Aceh
Peringati 21 Tahun MoU Helsinki, Kecamatan Jangka Gelar Zikir dan Doa Bersama
Arief Martha Rahadyan dan Harapan Generasi Muda: Dukungan Ujang Supriatin untuk Indonesia yang Lebih Produktif
GMNI Aceh Tengah Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Kebakaran Jagong Jeget
Camat dan Forum Reje Lut Tawar Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Jagong Jeget
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:11

Jangan Jadi Pemimpin Ambisius — Peradaban Bangsa Dibangun oleh Guru

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:51

Maju ke Listrik, Tetapi Jangan Hilangkan Minyak Sebelum Siap

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:18

Transisi Energi: Yang Listrik Silakan, Yang Minyak Tetap Berjalan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:50

Jangan Paksa Rakyat Pilihan Kendaraan, Bangunlah Kemandirian dan Pilihan yang Adil

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:47

Bangunlah Transportasi Umum yang Memadai, Bukan Memaksa Rakyat Mengganti Kendaraan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:54

Kelangkaan Semen di Aceh, Pemerintah Jangan Biarkan Masyarakat Berjuang Sendiri

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:25

Saling Sandera di Cipete: Ketika Hukum Jadi Alat Barter

Kamis, 9 Juli 2026 - 01:34

Nekat Tulis Nama Lengkap Terduga Pelaku? Media dan Wartawan Bisa Digugat, Kebebasan Pers Bukan Kebal Hukum

Berita Terbaru

Feature dan Opini

Jangan Jadi Pemimpin Ambisius — Peradaban Bangsa Dibangun oleh Guru

Sabtu, 15 Agu 2026 - 03:11

Pemerintahan dan Berita Daerah

Tes Urine ASN dan Agenda Perang Narkoba

Sabtu, 15 Agu 2026 - 02:36

Feature dan Opini

Maju ke Listrik, Tetapi Jangan Hilangkan Minyak Sebelum Siap

Sabtu, 15 Agu 2026 - 01:51