Bitung | Tribuneindonesia.com – Upaya penyelamatan intensif dilakukan oleh jajaran Satuan Patroli (Satrol) Komando Daerah Maritim (Kodaeral) VIII terhadap kru KM Anaiah yang mengalami musibah kebakaran di perairan Batang Dua, Kamis (26/03/26).
Operasi evakuasi ini dikerahkan tepat pada pukul 14.00 WITA dengan melibatkan sejumlah unsur kekuatan laut untuk menyisir lokasi kejadian.
Dalam operasi kemanusiaan tersebut, Kodaeral VIII menerjunkan KAL Tedong Naga yang diperkuat oleh 15 personel ahli. Tidak hanya itu, satu unit Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB) Satrol dengan dukungan 5 personel tambahan turut disiagakan guna mempercepat proses pemindahan korban dari tengah laut menuju daratan.
Data terkini mengungkapkan bahwa kapal nahas milik Amelia Lingkam tersebut membawa total 14 awak kapal, termasuk nakhoda Wandi Lumuhu.
Berdasarkan manifes, kapal yang biasanya bersandar di Perikani Tumumpa, Manado ini tengah mengangkut belasan kru saat api mulai melalap bagian badan kapal.
Setibanya di dermaga, petugas medis segera melakukan klasifikasi terhadap kondisi para korban.
Tercatat tiga orang mengalami luka berat, yakni Fenly Yosep asal Siau Dame, Nestor Sumelung warga Mawali, serta Niklas Antade dari Kelurahan Kasawari.

Sementara itu, satu korban bernama Yornes Domilobe dilaporkan hanya mengalami luka ringan.
Sinergi di darat terlihat sangat sigap dengan ketersediaan enam unit ambulans yang telah bersiaga di bibir dermaga sebelum kapal evakuasi merapat.
Armada medis tersebut dikerahkan dari berbagai instansi, mulai dari ambulans Provinsi, RS Manembo-nembo, Dokpol, hingga layanan kesehatan Pratama.
Sementara itu, Dokter Glory dari pihak Karantina menjelaskan bahwa tim medis telah menyusun strategi pembagian penanganan secara matang.
“Sebelum korban tiba, para dokter telah mengatur skema pembagian agar proses rujukan ke rumah sakit berjalan sistematis dan cepat sesuai dengan tingkat keparahan luka,”
ujarnya.
Informasi tambahan menyebutkan bahwa satu korban dengan kondisi kritis telah lebih dahulu dilarikan ke rumah sakit.
Evakuasi perdana tersebut dilakukan melalui jalur cepat oleh tim Basarnas yang bekerja sama dengan Polair sebelum rombongan besar lainnya menyusul tiba di daratan.
Seluruh rangkaian proses evakuasi dinyatakan berakhir pada pukul 14.30 WITA dalam kondisi aman dan terkendali.
Kerja sama lintas sektoral antara TNI AL, Basarnas, dan tim medis memastikan seluruh kru yang terdampak kebakaran KM Anaiah mendapatkan penanganan yang diperlukan tanpa kendala berarti.
Menutup operasi tersebut, Dansatrol Kodaeral VIII, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits, E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CRMP menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh kru yang bertugas di lapangan.
“Puji syukur, atas perintah Dankodaeral VIII, misi evakuasi KM Anaiah telah kami tuntaskan dengan penuh tanggung jawab,”
pungkasnya dengan nada bangga atas dedikasi para personel. (Kiti)























