Ratusan warga korban pascabanjir, aksi unjuk rasa Kantor Pusat Pemerintahan Bireuen

- Editor

Senin, 16 Maret 2026 - 08:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN/Tribuneindonesia.com

Ratusan warga korban banjir dan tanah longsor dari sejumlah gampong, bersama Koalisi Gerakan Sipil Bireuen, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Senin 16 Maret 2026. pagi

​Aksi damai yang dikoordinatori oleh Halimah dari Sekolah Anti Korupsi (SAK) ini digelar untuk mendesak pemerintah daerah agar segera memenuhi hak-hak korban bencana yang hingga kini dinilai masih terabaikan.

​Suasana haru menyelimuti aksi tersebut ketika Suratin Nur, seorang korban asal Gampong Kapa, Kecamatan Peusangan, berorasi dengan suara bergetar dan berurai air mata. Ia menegaskan bahwa pergerakan mereka murni dari hati nurani, tanpa ditunggangi kepentingan pihak mana pun.

​”Aksi kami hari ini murni atas kemauan kami sendiri, kami ingin menuntut hak-hak kami yang belum terpenuhi baik itu Huntara, DTH, Jadup, Huntap maupun bantuan lainnya,” ujar Suratin sambil menangis.

Baca Juga:  Bimtek Keuchik Aceh Timur, Habiskan DD Rp.8,7 Miliar,Desak BPK (RI) dan Dirkrimsus Polda Aceh Turun Tangan

Koordinator GeRAK Bireuen Murni M. Nasir
Pernyataan Pj Sekda Bireuen soal Pengungsi. ​Kekecewaan warga semakin memuncak lantaran mereka merasa “dipunggungi” oleh pemimpin daerah. Di saat para korban datang untuk menyuarakan penderitaannya, Bupati Bireuen.

​Pantauan di lapangan, para pengunjuk rasa akhirnya hanya diterima oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Bireuen, Hanafiah, S.P., CGCAE, didampingi Asisten II Mawardi, S.STP., M.Si., beserta jajaran pejabat tinggi lainnya.

​Di tengah audiensi, Halimah selaku koordinator aksi menyampaikan permintaan khusus dari para korban bencana.

Halimah mendesak para pejabat yang hadir untuk menelepon Bupati Bireuen dan menyalakan pengeras suara (loudspeaker) agar warga bisa mendengar langsung penjelasan dari sang kepala daerah. Sayangnya, permintaan tersebut berujung pada penolakan.

Berita Terkait

Baitul Mal Salurkan ZIS 1 Milyar,Setiap Asnaf Rp 300.000.
Mahkamah agung RI mengugat PKN ke PTUN Jakarta , sebuah Fradigma Utamakan kekuasaan
​Polres Bitung Pererat Silaturahmi Lewat Safari Ramadan di Masjid Agung Nurul Huda
Gerak Cepat Polres Agara! Seorang Pria Penyalahguna Sabu di Babussalam Berhasil Diamankan
Sinergi Ramadhan: LSM TKN Kompas Nusantara dan Pagar UNRI Prabowo–Gibran Gelar Bakti Sosial, Satukan Aparat dan Masyarakat
Warga Geulangang Gampong Santuni Sebanyak 31 Anak Yatim
FPI Bireuen Kembali Menyalurkan Bantuan Kasur HILMI-FPI Hari Ke Empat Serta Bantuan Sirup dan kurma Untuk Korban Pascabanjir 
​Yonmarhanlan VIII Bitung Siagakan Prajurit Baret Ungu Kawal Posko Angkutan Laut Lebaran 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 08:39

Ratusan warga korban pascabanjir, aksi unjuk rasa Kantor Pusat Pemerintahan Bireuen

Senin, 16 Maret 2026 - 07:54

Baitul Mal Salurkan ZIS 1 Milyar,Setiap Asnaf Rp 300.000.

Senin, 16 Maret 2026 - 05:43

Mahkamah agung RI mengugat PKN ke PTUN Jakarta , sebuah Fradigma Utamakan kekuasaan

Senin, 16 Maret 2026 - 03:51

Gerak Cepat Polres Agara! Seorang Pria Penyalahguna Sabu di Babussalam Berhasil Diamankan

Senin, 16 Maret 2026 - 02:16

Sinergi Ramadhan: LSM TKN Kompas Nusantara dan Pagar UNRI Prabowo–Gibran Gelar Bakti Sosial, Satukan Aparat dan Masyarakat

Minggu, 15 Maret 2026 - 20:35

Warga Geulangang Gampong Santuni Sebanyak 31 Anak Yatim

Minggu, 15 Maret 2026 - 20:28

FPI Bireuen Kembali Menyalurkan Bantuan Kasur HILMI-FPI Hari Ke Empat Serta Bantuan Sirup dan kurma Untuk Korban Pascabanjir 

Minggu, 15 Maret 2026 - 15:57

​Yonmarhanlan VIII Bitung Siagakan Prajurit Baret Ungu Kawal Posko Angkutan Laut Lebaran 2026

Berita Terbaru