GMNI Aceh Tengah Minta APH Tindak Dugaan Pungli Bantuan Kemensos

- Editor

Rabu, 11 Maret 2026 - 05:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saparuda IB, Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Aceh Tengah, (Foto, ist)
Saparuda IB, Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Aceh Tengah, (Foto, ist)

Takengon – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Aceh Tengah meminta Aparat Penegak Hukum (APH) segera menindak dugaan praktik pungutan liar (pungli) terhadap bantuan Kementerian Sosial (Kemensos) yang diperuntukkan bagi korban bencana alam di wilayah tersebut.

Ketua GMNI Aceh Tengah, Saparuda IB, menilai pemotongan bantuan yang dilakukan oleh oknum aparatur kampung dengan alasan apa pun tidak dapat dibenarkan, karena bantuan tersebut merupakan hak masyarakat yang terdampak bencana.

“Apa pun alasannya yang disampaikan aparatur kampung tidak bisa dibenarkan. Jika bantuan itu dipotong, itu namanya pungli. Kami meminta aparat penegak hukum segera turun tangan untuk memproses dugaan kejahatan ini,” kata Saparuda, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, berdasarkan informasi yang dihimpun GMNI, dugaan pungli tersebut terjadi di sejumlah desa di Kabupaten Aceh Tengah. Pungutan yang diduga dilakukan terhadap penerima bantuan bervariasi jumlahnya.

Baca Juga:  PENYALURAN BANTUAN KASUR DPP HILMI-FPI DARI JAKARTA HARI KEDUA UNTUK KORBAN BANJIR BANDANG DI BIREUEN

“Punglinya variatif, mulai dari Rp1 juta, Rp500 ribu hingga Rp300 ribu, bahkan ada yang pungli sampai Rp. 1.700.000,” ujarnya.

Saparuda menambahkan, dugaan praktik pungli tersebut disebut marak terjadi setelah bantuan dari Kementerian Sosial disalurkan kepada masyarakat yang rumahnya terdampak bencana hidrometeorologi.

Ia meminta Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) segera melakukan penyelidikan serta memanggil pihak-pihak yang diduga terlibat dalam praktik tersebut.

“Ini harus segera ditindak.Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar ( Satgas Saber Pungli) harus membuktikan kinerjanya karena praktik pungli ini disebut-sebut ramai terjadi,” tegasnya.

GMNI Aceh Tengah juga mengingatkan agar penyaluran bantuan bagi korban bencana dilakukan secara transparan dan tepat sasaran, sehingga tidak merugikan masyarakat yang sedang membutuhkan dukungan pemulihan pascabencana.

Berita Terkait

Sinergi Bitung Wujudkan Sekolah Aman dan Penguatan Otonomi Daerah
SKANDAL GURU “SILUMAN” & DUGAAN PELANGGARAN UU ASN DI SD NEGERI 1 SEMADAM: GAJI MENGALIR, ATURAN DIABAIKAN?
SKANDAL GURU “SILUMAN” DI SD NEGERI 1 SEMADAM: PIHAK SEKOLAH BUNGKAM, DESAKAN PEMANGGILAN RESMI MENGUAT
Warga Kembali Demo ke Kantor Bupati Bireuen, Usut Tuntas Izin Perkebunan Sawit
Hardiknas 2026: Pemkab Bireuen Tegaskan Komitmen pada Kesejahteraan Guru
Mafia Tambang Emas Madina Dapat Backing yang Kuat , Apakah negara kalah ?
Korban Bencana Masih di Tenda : Pemkab Bireuen Gagal Penuhi Hak-Hak Korban Banjir
Kecelakaan Tunggal Truk Kontainer Menghebohkan Kawasan Plaza Bitung
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 19:29

Sinergi Bitung Wujudkan Sekolah Aman dan Penguatan Otonomi Daerah

Senin, 4 Mei 2026 - 13:49

SKANDAL GURU “SILUMAN” & DUGAAN PELANGGARAN UU ASN DI SD NEGERI 1 SEMADAM: GAJI MENGALIR, ATURAN DIABAIKAN?

Senin, 4 Mei 2026 - 13:15

SKANDAL GURU “SILUMAN” DI SD NEGERI 1 SEMADAM: PIHAK SEKOLAH BUNGKAM, DESAKAN PEMANGGILAN RESMI MENGUAT

Senin, 4 Mei 2026 - 04:32

Hardiknas 2026: Pemkab Bireuen Tegaskan Komitmen pada Kesejahteraan Guru

Senin, 4 Mei 2026 - 04:17

Mafia Tambang Emas Madina Dapat Backing yang Kuat , Apakah negara kalah ?

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:11

Korban Bencana Masih di Tenda : Pemkab Bireuen Gagal Penuhi Hak-Hak Korban Banjir

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:01

Kecelakaan Tunggal Truk Kontainer Menghebohkan Kawasan Plaza Bitung

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:04

HRD Serap Aspirasi Masyarakat Aceh Utara

Berita Terbaru