
Takengon – Dugaan pemotongan bantuan sosial dari Kementerian Sosial (Kemensos) kepada korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tengah mencuat. Oknum aparatur kampung di Desa Gegarang, Kecamatan Bintang, diduga memotong bantuan sebesar Rp1 juta dari setiap penerima.
Informasi tersebut disampaikan sejumlah warga penerima bantuan kepada TribunIndonesia, Senin (9/3/2026). Mereka mengaku bantuan yang diterima dari Kemensos sebesar Rp8 juta dipotong oleh oknum Reje (kepala desa) melalui aparat kampung.
“Saat menerima bantuan dari Kemensos sebesar Rp8 juta, kami diminta menyerahkan Rp1 juta. Uang itu dipotong oleh reje,” ungkap salah seorang warga penerima bantuan yang enggan identitasnya di ketahui
Menurut keterangan warga, pada Rabu (4/3/2026) lalu, Kepala Dusun Senang, Idham Halid, mendatangi rumah-rumah warga yang menerima bantuan untuk kategori rumah rusak sedang.
“Pak dusun datang ke rumah kami yang menerima bantuan. Ia meminta agar dari bantuan Rp8 juta dipotong Rp1 juta. Katanya uang itu akan dibagikan kepada saudara Baihaki yang tidak bisa mengambil bantuan karena nomor KK dan KTP-nya tidak sesuai,” jelasnya.
Warga mengaku sempat mempertanyakan alasan pemotongan tersebut. Namun, menurut mereka, aparat kampung tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
Berdasarkan data yang diketahui warga, jumlah penerima bantuan dari Kemensos di Desa Gegarang mencapai 30 orang. Rinciannya, 15 orang menerima bantuan untuk kategori rumah rusak ringan, 7 orang rusak sedang, dan 8 orang rusak berat.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program penanganan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tengah pada 25 November 2025 lalu.
Hingga berita ini diturunkan, Muhsin Reje Kampung Gegarang maupun aparat desa terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pemotongan bantuan tersebut.

















