Ada Apa Ni ? CV. Niscala Prima : di duga Kebal hukum Beberapa Kali Temuan BPK Slalu Dapat Pekerjaan .

- Editor

Kamis, 29 Januari 2026 - 01:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simeulue Tribune Indonesi.com
Lgi lagi cv. Niscala Prima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK-RI Perwakilan Provinsi Aceh Nomor : 19.B/LHP/XVIII.BAC/06/2025 tanggal 4 Juni 2025
BPK Temukan Kekurangan Volume Pekerjaan Rp15,7 Juta pada Proyek Laboratorium Komputer SD Negeri 3 Salang pelaksana CV. Niscala Prima .

Di tahun 2022 Juga ada Temuan BPK

CV . Niscala Prima : di duga sepelekan Pengembalian Sisa Uang Muka Proyek Pengadaan Mesin Perahu 9 pk Anggaran Tahun 2022 yang gagal dilaksanakan .

Pengembalian sisa uang muka Proyek Pengadaan mesin perahu 9 pk Anggaran Tahun 2022 Nomor:523/283/PA/DOKA/2023 ,Gagal dilaksanakan Rekanan CV Niscala Prima sampai saat ini tidak kunjung di selesaikan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Simeulue.

Karna selalu mengabaikan menganggab sepele oleh rekanan CV.Niscala Prima. “uang muka tersebut sebesar 30% atau sebesar Rp. 276.656.400- dan denda Jaminan 5% atau sebesar Rp.46.109.400 dari rekanan atas pekerjaan paket mesin
9 pk penggerak perahu di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Simeulue.

Baca Juga:  Bila gubernur Sayang Kepada Wilayah dan Masyarakat Aceh, Maka Perjuangankan Pemekaran Provinsi Aceh!..ALA

CV Niscala Prima di duga belum mengembalikan ke Kas Daerah sampai saat ini tahun 2026 Rp139.656.400,00 dari jumlah uang muka Rp276.656.400,00.

Dinas perikanan dan kelautan Simeulue dalam hal ini bisa mengambil sikap menyerahkan proses nya ke Aparat Penegak Hukum sehingga dapat tertangani dengan cepat,” Ujar sumber yang tak mau disebutkan indentitasnya..

Karena sampai saat ini lebih kurang sudah 3 tahun sampai saat ini tahun 2026 belum juga diselesaikan sisa uang muka, padahal dari DKP Simeulue sudah berkali-kali menyuratinya serta mengingatkan pihak(*)

Berita Terkait

Siapa Berhak Menentukan OAP di Raja Ampat? Carles Imbir: Kembalikan kepada Marga dan Suku
Jangan Jadikan Anak sebagai Objek Polemik, DPRK Otsus Minta Persoalan OAP Diserahkan kepada Pokja MRP PBD
Pekerjaan Drainase Simpang Tembakau Deli Mulai Berbenah, Pekerjaan CV Yudha Pratama Dinilai Semakin Rapi
Ketua DPRK: Jangan Biarkan Masyarakat dalam Ketidakpastian
Seleksi IPDN Raja Ampat Disorot DPRK Otsus: Jangan Ada Standar Ganda OAP
Seleksi IPDN Raja Ampat Disorot DPRK Otsus: Jangan Ada Standar Ganda dalam Penerapan Otsus
Status OAP Peserta Afirmasi IPDN Raja Ampat Dipertanyakan, DPRK Otsus: Jangan Jadikan Anak sebagai Objek Persoalan
Seleksi IPDN Raja Ampat Disorot DPRK Otsus, Baharudin: Jangan Hanya Satu Anak yang Disorot
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 04:59

Siapa Berhak Menentukan OAP di Raja Ampat? Carles Imbir: Kembalikan kepada Marga dan Suku

Selasa, 8 September 2026 - 14:47

Jangan Jadikan Anak sebagai Objek Polemik, DPRK Otsus Minta Persoalan OAP Diserahkan kepada Pokja MRP PBD

Selasa, 8 September 2026 - 13:23

Ketua DPRK: Jangan Biarkan Masyarakat dalam Ketidakpastian

Selasa, 8 September 2026 - 12:34

Seleksi IPDN Raja Ampat Disorot DPRK Otsus: Jangan Ada Standar Ganda OAP

Selasa, 8 September 2026 - 12:09

Seleksi IPDN Raja Ampat Disorot DPRK Otsus: Jangan Ada Standar Ganda dalam Penerapan Otsus

Selasa, 8 September 2026 - 12:05

Status OAP Peserta Afirmasi IPDN Raja Ampat Dipertanyakan, DPRK Otsus: Jangan Jadikan Anak sebagai Objek Persoalan

Selasa, 8 September 2026 - 07:40

Seleksi IPDN Raja Ampat Disorot DPRK Otsus, Baharudin: Jangan Hanya Satu Anak yang Disorot

Selasa, 8 September 2026 - 07:20

Anak Pejabat Masuk Jalur Afirmasi Otsus Disorot, Soleman Dimara: Jangan Ada Keistimewaan

Berita Terbaru