Bitung, Sulut | TribuneIndonesia.com
Komandan Kodaeral (Dankodaeral) VIII, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., resmi mengawali agenda kunjungan kerjanya di wilayah paling utara Indonesia, Kabupaten Kepulauan Talaud, Selasa (27/01/26).
Kehadiran jenderal bintang dua tersebut membawa misi strategis dalam memperkokoh integrasi antara jajaran TNI Angkatan Laut dengan Pemerintah Daerah serta seluruh elemen masyarakat di wilayah perbatasan NKRI.
Setibanya di Pelabuhan Umum Melonguane, rombongan petinggi Kodaeral VIII disambut langsung oleh Bupati Kepulauan Talaud, Welly Titah.
Nuansa kearifan lokal terasa kental melalui prosesi adat sakral, mulai dari pengalungan kain koffo tradisional hingga pementasan Tarian Bara’a yang energik.
Ritual penyambutan ditutup dengan doa dari Ratumbanua (Tua-tua Adat) guna memohon perlindungan dari Sang Pencipta, Mawu Ruata, demi keselamatan tamu negara dan kesejahteraan warga setempat.
Dalam pernyataan resminya, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas sambutan penuh kehangatan dari masyarakat Talaud.
Ia menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk meninjau kesiapan operasional satuan TNI AL di garis depan.
Fokus utamanya adalah mematangkan koordinasi dalam menjaga stabilitas keamanan maritim serta memastikan dukungan penuh TNI AL terhadap akselerasi pembangunan di daerah pelosok.
Sinergi tripartit antara militer, pemerintah daerah, dan tokoh adat diharapkan menjadi pondasi utama dalam menciptakan iklim wilayah yang kondusif.
Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia, mengingat letak geografis Kepulauan Talaud yang bersinggungan langsung dengan batas negara tetangga.
Keharmonisan yang terjalin diharapkan mampu membentengi kedaulatan NKRI dari berbagai potensi ancaman sekaligus mendorong kemajuan ekonomi lokal.
Turut mendampingi dalam agenda tersebut jajaran Pejabat Utama (PJU) Kodaeral VIII serta unsur Forkopimda Melonguane.
Kehadiran para tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya semakin mempertegas komitmen kolektif dalam menjaga keutuhan wilayah melalui kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan. (Kiti)














