Dana Aceh Dipangkas 25%! Mualem Tantang Pusat: Ini Bukan Solusi, Ini Ancaman

- Editor

Rabu, 8 Oktober 2025 - 01:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH | TribuneIndonesia.com 

Selasa (07/10/2025), Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, dengan tegas menolak rencana pemerintah pusat yang akan memangkas Dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk Aceh maupun provinsi lain di Indonesia. Penolakan ini disampaikan Mualem usai menghadiri pertemuan bersama Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, di Jakarta.

“Semuanya kami mengusulkan supaya tidak dipotong. Anggaran jangan dipotong, karena beban sudah berat di provinsi masing-masing,” tegas Mualem di hadapan awak media.

Data yang diterima Pemerintah Aceh menunjukkan alokasi TKD tahun 2025 untuk Aceh dipangkas sekitar 25 persen dari tahun sebelumnya. Sementara di beberapa provinsi lain bahkan lebih parah, yakni mencapai 30 hingga 35 persen.

Bagi Mualem, kebijakan pemotongan ini berbahaya. Ia menilai, stabilitas fiskal daerah dan pelaksanaan program prioritas bisa lumpuh jika kebijakan pusat dipaksakan.

“Pemotongan ini tentu akan berimbas pada program vital seperti pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, hingga kesejahteraan masyarakat. Pemerintah pusat harus melihat kondisi riil di daerah, bukan hanya hitung-hitungan di meja birokrasi,” ujar mantan Panglima GAM tersebut.

Baca Juga:  Malam Resepsi Kenegaraan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI di Kota Langsa

Mualem menegaskan, kebijakan ini jelas tidak sejalan dengan semangat pemerataan pembangunan dan penguatan otonomi daerah sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Kalau pusat memangkas dana, bagaimana Aceh bisa membangun? Ini melemahkan daerah, bukan memperkuat,” tandasnya.

Gubernur menegaskan Pemerintah Aceh berkomitmen menjaga tata kelola keuangan daerah secara transparan, akuntabel, dan efisien. Bahkan ia membuka ruang dialog terbuka dengan pemerintah pusat untuk menunjukkan data kinerja keuangan Aceh.

“Kami siap berdiskusi dan membuka data keuangan secara transparan. Tapi pemotongan bukan solusi. Daerah justru perlu diperkuat agar pembangunan dan pelayanan publik bisa berjalan,” pungkas Mualem.

Penolakan keras dari Aceh ini menambah panjang daftar suara protes dari berbagai daerah di Indonesia. Kini bola panas ada di tangan pemerintah pusat: akankah mendengar jeritan daerah, atau tetap bersikeras dengan kebijakan pemotongan yang dinilai bisa menimbulkan ketidakadilan fiskal? (##)

Berita Terkait

Konfercab Ke-III PCNU Kabupaten Simeulue Sukses Digelar Dengan Hikmat
Polres Subulussalam Tebar Kepedulian, Salurkan Bantuan Sosial kepada Warga Kurang Mampu Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Gedung Baru ST Bhinneka Perkuat Arah Pendidikan Unggul Sumatera Utara
Dua Pejabat Baru Didorong Perkuat Kinerja Organisasi
Warga Kekuyang Dukung Pembukaan Lahan Kopi, Bantah Dugaan Tambang Ilegal
Hijaukan Lau Simeme, TNI dan Pemkab Perkuat Restorasi Lingkungan
Aci Dorong Rumah Layak dan Pertanian Berbasis Data di Hamparan Perak
Dugaan Lambannya Penanganan Laporan Alsintan, P2BMI-GRPK Desak Kejati Sumut Evaluasi Kinerja Intelijen Kejari Deli Serdang
Berita ini 113 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:32

​Ritual Air Kembang dan Sinyal Reformasi Kultural di Polres Bitung

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:00

Konfercab Ke-III PCNU Kabupaten Simeulue Sukses Digelar Dengan Hikmat

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:00

​Tangkoko hingga Batu Angus Bersiap Jadi Destinasi Unggulan Lewat Sinergi Strategis Pemkot Bitung

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:33

​Atasi Kekosongan Jabatan, Kepala ATR/BPN Bitung Resmi Lantik Enam Camat Jadi PPATS

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:29

Tembus Rantai Pasok Nasional, Kolaborasi Muhammadiyah dan Kementerian UMKM Cetak Potensi Transaksi Rp2,2 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:11

Warga Kekuyang Dukung Pembukaan Lahan Kopi, Bantah Dugaan Tambang Ilegal

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:06

Dugaan Korupsi Dana Desa Sudiharjo 1 Jati Baru, GRPK Desak Percepatan Pemeriksaan Inspektorat Deli Serdang

Selasa, 30 Juni 2026 - 04:30

Babinsa Koramil 11/Bandar Baru Komsos di Desa Lancang, Dorong Partisipasi Warga Bangun Desa Harmonis

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x