Mekanik Terkenal di Langsa Kabur Karena Lilitan Utang, Tinggalkan Anak di Kampung

- Editor

Senin, 6 Oktober 2025 - 12:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LANGSA | TribuneIndonesia.com 

Warga Kota Langsa digemparkan dengan kabar menghilangnya seorang mekanik handal, Suhadi bin Usman, yang diduga kabur dari kampung bersama istrinya akibat terlilit utang. Kepergiannya meninggalkan banyak pertanyaan, terlebih karena ia meninggalkan anaknya begitu saja di rumah.

Suhadi selama ini dikenal luas sebagai mekanik yang ahli dan jujur. Banyak pelanggan merasa puas dengan hasil kerjanya, sehingga bengkel miliknya kerap ramai didatangi warga yang membutuhkan jasanya. Namun, di balik reputasi baiknya itu, tersimpan persoalan pelik yang akhirnya membuat dirinya mengambil jalan pintas meninggalkan kampung.

“Kalau memang ada masalah utang, seharusnya bisa diselesaikan baik-baik. Tidak perlu sampai meninggalkan rumah dan anak. Banyak pelanggan merasa kehilangan sosok Suhadi karena kami percaya dengan keahliannya,” ujar salah seorang pelanggan tetap yang enggan disebutkan namanya.

Kabar yang berkembang di kalangan rekan dan pelanggan, Suhadi memiliki utang yang jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah. Beberapa orang mengaku menjadi korban pinjaman yang hingga kini belum dikembalikan.

Seorang rekan berinisial ZL menuturkan, Suhadi pernah meminjam uang darinya dengan alasan untuk menebus anaknya yang bekerja di Kamboja. “Dia berjanji akan mengembalikan dalam waktu dua bulan, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan,” ungkap ZL kepada wartawan.

Hal senada disampaikan oleh SY, rekan lainnya yang juga merasa dirugikan. “Suhadi meminjam uang pada saya, katanya sebentar lagi dibayar. Tapi ternyata tidak kunjung dibayar. Kami kemudian menyadari jumlah utangnya tidak sedikit,” katanya.

Baca Juga:  BUPATI MONAS SAMBUT KEDATANGAN  BERAPA KABUPATEN IKUTI PRAPORA 2026 CABANG PENCAK SILAT Di PELABUHAN KOLOK SIMEULUE

Beberapa rekan lain yang sering nongkrong di bengkel Suhadi mengaku sudah berulang kali mendatangi rumah dan bengkel, namun tidak menemukan keberadaan Suhadi. Dari pertemuan kecil antar-pelanggan itu, mereka mengumpulkan informasi bahwa total utang Suhadi kepada sejumlah orang mencapai angka yang sangat besar.

Ketika ditemui wartawan, anak Suhadi berinisial Ag membenarkan kabar mengenai utang ayahnya. Ia mengaku kaget dengan keputusan ayahnya pergi begitu saja bersama sang ibu, tanpa kabar.

“Benar, bapak ada utang dengan teman-temannya, jumlahnya memang besar. Tapi sampai sekarang bapak belum bisa saya hubungi,” ujar Ag lirih.

Kondisi ini membuat keluarga dan kerabat merasa khawatir. Selain meninggalkan persoalan finansial, kepergian Suhadi juga meninggalkan luka bagi anak yang ditinggalkan.

Di mata warga dan para pelanggan, Suhadi bukan sekadar mekanik biasa. Ia dikenal ramah, ulet, dan bisa dipercaya dalam pekerjaannya. Banyak yang menyayangkan keputusannya kabur dari masalah yang menjeratnya.

“Kami berharap Suhadi bisa kembali dan menyelesaikan masalah ini dengan baik. Kalau terus bersembunyi, justru akan semakin merugikan dirinya, keluarganya, dan juga nama baiknya di masyarakat,” ungkap salah seorang pelanggan.

Kini, keberadaan Suhadi masih menjadi misteri. Warga dan rekan-rekan yang merasa dirugikan terus mencari keberadaannya, berharap ia segera kembali untuk bertanggung jawab menyelesaikan kewajiban.

Kasus ini menjadi pelajaran pahit bahwa utang yang tidak dikelola dengan baik dapat meruntuhkan reputasi seseorang, bahkan membuat keluarga terpecah.

(Tim/Red)

Berita Terkait

Kasatpol PP Raja Ampat Akhirnya Buka Suara, Minta Maaf ke Wartawan dan Pilih Jalan Damai
Sambut HUT ke-81 TNI, Prajurit Gabungan di Manado Gelar Ziarah Nasional di TMP Kairagi
Dituduh Beli Solar Ilegal, Tokoh Masyarakat Bitung Ical Mawuntu Buka Suara dan Tunjukkan Dokumen Sah
Suhartini Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Pesan Persatuan Jadi Penekanan
“Prabowo Rombak Kabinet dan Polri: Suyudi Kapolri, Wahyu Hadiningrat Wakapolri”
Kenaikan Pangkat 14 Personel Kodaeral VIII, Kadispen Kolonel Laut (P) Andreas Suko Turut Resmi Naik Pangkat
Prabowo Dikabarkan Reshuffle Sejumlah Posisi Strategis, Menlu Sugiono Diisukan Masuk Daftar Reshuffle
EMPAT QANUN PRIORITAS DISETUJUI, BUPATI MONAS: PERKUAT LANDASAN PEMBANGUNAN DAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT
Berita ini 163 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:15

Kasatpol PP Raja Ampat Akhirnya Buka Suara, Minta Maaf ke Wartawan dan Pilih Jalan Damai

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:09

Dituduh Beli Solar Ilegal, Tokoh Masyarakat Bitung Ical Mawuntu Buka Suara dan Tunjukkan Dokumen Sah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:58

Suhartini Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Pesan Persatuan Jadi Penekanan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:43

“Prabowo Rombak Kabinet dan Polri: Suyudi Kapolri, Wahyu Hadiningrat Wakapolri”

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:19

Kenaikan Pangkat 14 Personel Kodaeral VIII, Kadispen Kolonel Laut (P) Andreas Suko Turut Resmi Naik Pangkat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:16

Prabowo Dikabarkan Reshuffle Sejumlah Posisi Strategis, Menlu Sugiono Diisukan Masuk Daftar Reshuffle

Kamis, 1 Oktober 2026 - 06:25

EMPAT QANUN PRIORITAS DISETUJUI, BUPATI MONAS: PERKUAT LANDASAN PEMBANGUNAN DAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:03

“22 Tahun DPD RI, Hartono Tancapkan Komitmen: Suara Papua Tak Boleh Padam dari Jakarta

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

RSUD Langsa Jadi yang Tertinggi dalam Capaian Pemeriksaan Viral Load se-Aceh

Jumat, 2 Okt 2026 - 09:39

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x