Mahasiswa Gempur Narkoba dan Judi, Polresta Deli Serdang Didesak Bersih-bersih

- Editor

Senin, 1 September 2025 - 07:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Deli Serdang | TribuneIndonesia.com – Suasana di depan Mapolresta Deli Serdang pada Senin siang 1 September 2025 mendadak bergemuruh. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus Deli Serdang bersama Mahasiswa Deli Serdang menggelar aksi unjuk rasa penuh semangat, menyuarakan tuntutan tegas terhadap pemberantasan narkoba, judi online, hingga praktik premanisme yang meresahkan masyarakat

Dengan lantang massa aksi menegaskan bahwa perang melawan narkoba harus dijalankan secara menyeluruh. Mereka menuntut penindakan agresif terhadap jaringan judi online dan perjudian konvensional yang kian merajalela. Data nasional mencatat Polri telah mengungkap 1.611 kasus judi online dengan 1.918 tersangka. Di Kabupaten Deli Serdang, praktik judi online di Perumahan Cemara Asri bahkan disebut-sebut beromset miliaran rupiah per hari, melibatkan 133 rekening yang telah diblokir. Dugaan keterlibatan aparat dalam lingkaran hitam bisnis haram ini pun mencuat ke permukaan

Massa juga menyoroti maraknya begal dan kriminalitas jalanan. Mereka mendesak peningkatan patroli malam di jalur rawan seperti lintas kabupaten, kawasan industri, hingga terminal. Menurut situs resmi Polresta, patroli sudah ditingkatkan, namun mahasiswa menuntut bukti nyata berupa tindakan sistematis dan hukuman tegas bagi pelaku, bukan sekadar klaim administratif

Sorotan berikutnya adalah praktik premanisme dan pungutan liar. Massa menuntut operasi anti-premanisme dijalankan secara rutin dan diwajibkan sebagai kebijakan tetap dalam menjaga ruang publik. Berdasarkan operasi pekat toba sebelumnya, Polresta mencatat keberhasilan menindak 108 pelaku premanisme serta menyita minuman keras dan mesin judi dalam kurun sepuluh hari. Bagi mahasiswa, langkah itu harus dipertahankan, bahkan diperkuat

Baca Juga:  CV. Pilar Bangun Utama Diduga Lari dari Tanggung Jawab Utang Rp 800 Juta

Tidak berhenti di situ, massa aksi juga menuntut reformasi internal Polresta Deli Serdang. Evaluasi menyeluruh dinilai mutlak dilakukan untuk memberantas praktik suap, pungutan liar, hingga mafia hukum yang mencederai kepercayaan publik. Mereka mengingatkan Polresta agar lebih memprioritaskan keamanan publik daripada represi terhadap demokrasi. “Jika sumber daya hanya dikerahkan untuk membubarkan unjuk rasa, maka tugas melindungi masyarakat telah mengalami distorsi,” tegas perwakilan mahasiswa dalam orasinya

Tuntutan pemberantasan korupsi di tubuh kepolisian juga menggema. Mahasiswa menegaskan tidak boleh ada ruang bagi mafia hukum di lingkungan Polresta Deli Serdang. Setiap indikasi penyalahgunaan wewenang harus diproses tanpa kompromi, baik secara etik maupun hukum

Aksi penuh energi itu akhirnya mendapat respon langsung dari Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendra Lesmana, SIK, MH. Didampingi Wakapolresta AKBP Juliani Prihartini, SIK dan Kasat Intelkam Kompol Polin Benhod Damanik, Kapolresta turun menemui massa dan menerima pernyataan sikap mereka. Kehadiran pimpinan Polresta itu menambah suasana cair, bahkan diakhiri dengan foto bersama antara mahasiswa dan aparat. Tepat pukul 12.48 WIB, massa aksi membubarkan diri secara tertib dan kondusif, meninggalkan pesan kuat bahwa suara rakyat muda tidak bisa diabaikan.

Ilham Gondrong

Berita Terkait

Jangan Jadikan Anak sebagai Objek Polemik, DPRK Otsus Minta Persoalan OAP Diserahkan kepada Pokja MRP PBD
Pekerjaan Drainase Simpang Tembakau Deli Mulai Berbenah, Pekerjaan CV Yudha Pratama Dinilai Semakin Rapi
Ketua DPRK: Jangan Biarkan Masyarakat dalam Ketidakpastian
Seleksi IPDN Raja Ampat Disorot DPRK Otsus: Jangan Ada Standar Ganda OAP
Seleksi IPDN Raja Ampat Disorot DPRK Otsus: Jangan Ada Standar Ganda dalam Penerapan Otsus
Status OAP Peserta Afirmasi IPDN Raja Ampat Dipertanyakan, DPRK Otsus: Jangan Jadikan Anak sebagai Objek Persoalan
Seleksi IPDN Raja Ampat Disorot DPRK Otsus, Baharudin: Jangan Hanya Satu Anak yang Disorot
Anak Pejabat Masuk Jalur Afirmasi Otsus Disorot, Soleman Dimara: Jangan Ada Keistimewaan
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:47

Jangan Jadikan Anak sebagai Objek Polemik, DPRK Otsus Minta Persoalan OAP Diserahkan kepada Pokja MRP PBD

Selasa, 8 September 2026 - 14:32

Disetujui Lima Fraksi DPRD, Perumda Air Minum Duasudara Bitung Tancap Gas Benahi Infrastruktur

Selasa, 8 September 2026 - 14:08

Pekerjaan Drainase Simpang Tembakau Deli Mulai Berbenah, Pekerjaan CV Yudha Pratama Dinilai Semakin Rapi

Selasa, 8 September 2026 - 13:23

Ketua DPRK: Jangan Biarkan Masyarakat dalam Ketidakpastian

Selasa, 8 September 2026 - 12:34

Seleksi IPDN Raja Ampat Disorot DPRK Otsus: Jangan Ada Standar Ganda OAP

Selasa, 8 September 2026 - 12:05

Status OAP Peserta Afirmasi IPDN Raja Ampat Dipertanyakan, DPRK Otsus: Jangan Jadikan Anak sebagai Objek Persoalan

Selasa, 8 September 2026 - 11:11

Lampu Merah Simpang Empat Kebet Padam, Padam Atau Ancaman Keselamatan Pengguna Jalan

Selasa, 8 September 2026 - 11:05

BPBD Kota Bitung Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di Pinasungkulan

Berita Terbaru

Headline news

Ketua DPRK: Jangan Biarkan Masyarakat dalam Ketidakpastian

Selasa, 8 Sep 2026 - 13:23

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x