Aceh di Kancah Politik Nasional: Dari Ujung Barat, Pemimpin Bangsa Terlahir

- Editor

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 02:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

caption : 4 tokoh politik nasional asal Aceh menjadi pengurus inti partai : Sugiono (Sekjed Partai Gerindra dan Menlu, Teuku Riefky Harsa (Sekjen Partai Demokrat dan Mentri Ekonomi Kreatif), Surya Paloh (Ketum Partai Nasdem), Ismail Hasan Meutareum (Mantan ketua umum Partai PPP).

caption : 4 tokoh politik nasional asal Aceh menjadi pengurus inti partai : Sugiono (Sekjed Partai Gerindra dan Menlu, Teuku Riefky Harsa (Sekjen Partai Demokrat dan Mentri Ekonomi Kreatif), Surya Paloh (Ketum Partai Nasdem), Ismail Hasan Meutareum (Mantan ketua umum Partai PPP).

Oleh: Chaidir Toweren (Seniman politik lokal)

TribuneIndonesia.com

Aceh, tanah Serambi Mekah yang dikenal dengan semangat juang dan sejarah panjang perjuangannya, kembali mengukir nama di panggung politik nasional. Penunjukan Sugiono sebagai Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, partai besar yang kini menjadi tulang punggung pemerintahan baru pasca Pemilu 2024, menjadi penanda bahwa peran putra-putri Aceh di tingkat nasional belum redup, bahkan semakin nyata dan strategis.

Meski nama Sugiono sebelumnya lebih banyak dikenal dalam lingkaran internal partai dan kalangan militer, putra kelahiran Aceh menjadi kebanggaan tersendiri. Ia kini menjadi salah satu figur penting dalam tubuh partai yang didirikan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto, dan dengan jabatan Sekjen, posisi Sugiono berada di jantung kebijakan dan strategi partai.

Penunjukan ini memperpanjang daftar tokoh asal Aceh yang menduduki posisi penting dalam partai politik nasional. Sebelumnya, publik telah mengenal Teuku Riefky Harsya, politisi muda yang energik dari Partai Demokrat. Ia kini juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrat dan sejak menjabat anggota DPR RI serta kini menjabat sebagai Menteri Ekonomi Kreatif, dikenal aktif memperjuangkan isu-isu strategis, khususnya yang berkaitan dengan Aceh dan kawasan timur Indonesia. Riefky adalah representasi generasi baru politisi Aceh yang berhasil menembus panggung nasional melalui jalur parlemen.

Namun, jika menoleh ke belakang, peran Aceh dalam politik nasional bukanlah fenomena baru. Di masa Orde Baru, tepatnya era Presiden Soeharto, seorang tokoh Aceh pernah dipercaya memimpin partai besar dalam sistem politik yang sangat sentralistik saat itu. Ia adalah Ismail Hasan Metareum, yang menjabat sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ismail Hasan adalah satu dari sedikit tokoh luar Jawa yang diberi kepercayaan untuk memimpin partai politik dalam sistem politik yang begitu terkendali. Keberadaannya di pucuk pimpinan PPP menjadi simbol kuat bahwa Aceh, bahkan sejak masa itu, memiliki stok pemimpin nasional yang tangguh.

Masuk ke era reformasi, sosok Surya Paloh menjadi nama yang tak bisa dipisahkan dari politik Indonesia. Ia adalah tokoh pers sekaligus politisi senior yang kini menjadi Ketua Umum Partai NasDem. Lahir di Banda Aceh, Surya Paloh memulai karier politiknya di Golkar sebelum akhirnya mendirikan NasDem, partai yang mengusung semangat restorasi Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, NasDem menjadi kekuatan penting dalam koalisi nasional, dengan pendekatan politik yang moderat, santun, dan strategis.

Dengan tiga generasi tokoh seperti Ismail Hasan Metareum (era Orde Baru), Surya Paloh (era Reformasi), dan Sugiono–Teuku Riefky (era kontemporer), kita bisa melihat benang merah yang jelas, Aceh bukan hanya penonton dalam politik nasional, tetapi ikut serta menjadi pemain utama. Para tokoh ini datang dari latar belakang berbeda, ada yang berlatar pendidikan agama, militer, jurnalisme, hingga aktivisme politik, namun satu hal yang menyatukan mereka adalah keberanian untuk tampil dan mengabdi dalam ruang-ruang pengambilan keputusan tingkat pusat.

Baca Juga:  Bupati Joune Ganda Sambut Delegasi Uni Eropa di Likupang, Bahas Konservasi Global dan Prestasi UCLG

Apa maknanya bagi Aceh hari ini?

Pertama, tentu ini menjadi kebanggaan kolektif. Di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi Aceh, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga integrasi dengan arus nasional, kehadiran tokoh-tokoh asal Aceh di level pusat menjadi inspirasi bahwa anak-anak daerah bisa tampil dan bersaing secara nasional.

Kedua, ini adalah momentum strategis untuk memperkuat peran Aceh dalam pengambilan kebijakan nasional. Tokoh-tokoh ini bisa menjadi jembatan yang menjembatani kepentingan pusat dan daerah, memperjuangkan aspirasi masyarakat Aceh dalam kebijakan nasional, serta menjamin bahwa pembangunan nasional tidak mengabaikan wilayah-wilayah pinggiran.

Ketiga, ini menjadi panggilan bagi generasi muda Aceh untuk tak ragu terjun ke dunia politik dan kepemimpinan. Bahwa keterlibatan politik bukan hanya hak, tetapi juga kewajiban bagi mereka yang ingin membawa perubahan. Sugiono, Riefky, dan Paloh telah membuka jalan, tinggal bagaimana generasi baru mengambil peluang itu dengan kesiapan, integritas, dan kecintaan pada tanah kelahiran.

Namun tentu, kehadiran tokoh Aceh di tingkat nasional bukanlah jaminan otomatis atas perubahan bagi daerah. Dibutuhkan sinergi antara elite politik Aceh di pusat dan kekuatan sosial-politik di daerah. Kepemimpinan lokal harus mampu membangun komunikasi politik yang sehat, bukan hanya menjadi pendukung, tetapi mitra strategis bagi tokoh Aceh di tingkat nasional. Dengan begitu, posisi strategis tokoh Aceh bukan hanya menjadi simbol, tetapi alat transformasi nyata untuk kemajuan daerah.

Aceh, dengan segala sejarah, budaya, dan identitas politiknya, selalu memiliki potensi besar untuk melahirkan pemimpin. Dari masa perjuangan kemerdekaan, ketika nama-nama seperti Teuku Umar dan Cut Nyak Dhien menjadi simbol perlawanan; hingga era kemerdekaan dan reformasi, ketika tokoh-tokoh Aceh menjadi bagian dari penentu arah bangsa.

Kini, sejarah itu berulang. Nama Sugiono menjadi babak baru dalam catatan panjang peran Aceh di kancah nasional. Ia bukan yang pertama, dan semoga bukan yang terakhir. Semoga dari ujung barat Indonesia ini, akan terus lahir pemimpin-pemimpin bangsa yang membawa semangat perubahan, bukan hanya untuk Aceh, tetapi untuk seluruh negeri.

Berita Terkait

​Hendrik Siahaya Minta Pemda Tak Persulit Surat Domisili Warga Undocumented Keturunan Indonesia-Filipina
BERULANG KALI DISOROT, BELUM ADA TITIK TERANG! Dugaan “Dana Titipan” Rp7 Juta per Desa hingga Berbagai Isu Anggaran di Subulussalam Kian Mengguncang Kepercayaan Publik: Sampai Kapan Kepastian Hukum Dinanti?
​Penyerahan SK Kewarganegaraan di Bitung, Wali Kota Hengky Honandar Dorong Penuntasan Status Warga Filipina-Sangihe
Jangan Hakimi Kejari Tanpa Bukti! Penganggaran APBK Merupakan Wewenang Pemda dan DPRK.
Penuhi Misi Maritim Dunia, Kolonel Marvill Marfel Dampingi Kazona Tengah Bakamla Lepas KRI Bima Suci
Bupati Joune Ganda Sambut Delegasi Uni Eropa di Likupang, Bahas Konservasi Global dan Prestasi UCLG
Saling Sandera di Cipete: Ketika Hukum Jadi Alat Barter
Nekat Tulis Nama Lengkap Terduga Pelaku? Media dan Wartawan Bisa Digugat, Kebebasan Pers Bukan Kebal Hukum
Berita ini 92 kali dibaca
2 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 05:38

Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0102/Pidie Perkuat Struktur Jembatan, Pemasangan Bekisting Box Culvert Dikebut Demi Akses Masyarakat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 05:31

DPW PKB Aceh Rekrut Pengurus DPAC Se-Aceh, Terbuka bagi Putra-Putri Terbaik Aceh

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 05:24

Bupati Agara Salim Fakhry Lantik 61Pejabat III /IV Admininistrator Dan Pengawas

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:43

Sasar 400 Warga Undocumented, Kemenkum Sulut dan Pemkot Bitung Tuntaskan Pendaftaran Status WNI

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:51

Bupati Bireuen Resmikan Layanan Cath Lab RSUD dr. FAUZIAH Bireuen dan Penandatanganan PKS Antaranya RS Jantung

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:10

Satreskrim Polres Aceh Tengah Tangkap Pelaku Pencurian, Barang Bukti Berhasil Diamankan

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:46

Satgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Gandeng Dinas Sosial Edukasi Warga Cegah Stunting

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:53

Rumah Impian Rabumah Amin Mulai Terwujud, Rehab RTLH TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Tembus 51 Persen

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Lemak Manis Serenci Kuasai Bola Kasti

Sabtu, 1 Agu 2026 - 00:30

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x