Usung Tema “Heritage” Warisan Kuliner Nusantara Akan Ramaikan Ubud Food Festival 30 Mei Hingga 1 Juni 2025

- Editor

Jumat, 16 Mei 2025 - 09:57

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sanur | TribuneIndonesia.com

Mengusung tema ” Heritage” Ubud Food Festival (UFF) ke -10 kembali digelar yang akan berlangsung pada 30 Mei hingga 1 Juni 2025.

Selama tiga hari penyelenggaraan, Festival yang menyajikan Kuliner Nusantara ini menghadirkan berbagai acara spesial, demo memasak, tur kuliner, diskusi, lokakarya, pertunjukan seni, pemutaran film, dan banyak lagi.

Dalam Press Conferance, di Ortotel Sanur pada jumat (16/5/2025), Festival Manager UFF, Dwi Ermayanthi, mengungkapkan, Ubud Food Festival akan menghadirkan ragam makanan dan bazaar yang berlokasi di Jalan Raya Sanggingan.

“Kami ingin memberi ruang seluas-luasnya bagi para talenta Bali untuk berani tampil, berkreasi, dan menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di level yang sama dengan pelaku industri dari luar. Ubud Food Festival menjadi ruang untuk tampil dan memperkenalkan apa yang ia kerjakan. Inilah semangat yang ingin kami bawa, merayakan potensi lokal.” ungkap Ermayanthi yang didampingi tiga tokoh Kuliner yakni Made Masak, Gusde Sidhi dan Bili Wirawan.

Berkaca dari Festival sebelumnya yang mencetak rekor pengunjung sebanyak 15 ribu untuk tahun ini, Ermayanthi menargetkan 16 ribu pengunjung.

“Pada tahun 2024, Festival ini mencetak rekor baru dengan lebih dari 15 ribu pengunjung dari target kami yang hanya 5 ribu pengunjung, makanya untuk tahun ini kami targetkan 16 ribu pengunjung, ” imbuh Ermayanthi.

Sebanyak 150 tokoh terkemuka di industri kuliner dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul dalam program yang dinamis, menjadikannya festival paling berkesan hingga saat ini.

Kemeriahan festival ini semakin lengkap dengan kehadiran pasar terbuka gratis yang menampilkan lebih dari 70 stand dari pengrajin kuliner, menawarkan ribuan pilihan jajanan kaki lima Indonesia. Namun, lebih dari sekadar kuliner, festival ini juga akan menyoroti talenta-talenta lokal Bali dan melibatkan para sommelier, barista, chef, hingga mixologist.

Chef lokal Bali, Made Masak, yang dikenal dengan keahliannya dalam mencari bahan-bahan liar, akan mengajak pengunjung mengikuti food tour spesial di Festival.

Baca Juga:  Pulau Sumba, Kekayaan Alam dan Budaya Nusantara yang Tak Terlupakan

“Makanan ini di luar makanan pokok. kebutuhan dasar dari makanan ini berasal dari tumbuhan liar yang mudah di dapat di “tebe” (Kebun), Saya yakin semua tahu tanaman di tebe tapi tidak akan pernah tahu jika tanaman itu bisa dijadikan bahan masakan. Contoh tanaman kelor, padahal gampang didapat tapi tidak menjadi konsumsi sehari hari bahkan tidak di jual dimana mana,”ucap Made Masak, chef foraging asal Tabanan, Bali.

Mixologist Bili Wirawan, ahli koktail Indonesia, akan menunjukkan cara mengkreasi koktail yang sustainable dengan menggunakan bahan lokal.

“Disini saya selalu fokus menggunakan bahan-bahan lokal untuk pengolahan semua minuman. Saya ingin membangkitkan kembali produk lokal seperti buah cipukan , di Bali tumbuh dimana mana tapi tidak ada yang peduli yang sebetulnya bisa dimakan. Kenapa kita orang bali baru tau itu bisa di konsumsi. Itu yang akan saya sampaikan di Masterclass, yakni memperlihatkan banyak buah lokal, yang bisa diolah dan menghasilkan sesuatu yang bernilai, “kata Bili Wirawan.

Gusde Sidhi, Ilustrator Bali dan pencipta identitas visual akan menampilkan pameran gratis “Base Genep” (Bumbu lengkap) yang menampilkan campuran rempah ikonik Bali, dan menyoroti kedaulatan pangan, warisan budaya, bahan lokal, rasa, serta identitas.

” Saya kecilnya ingin jadi astronot, tapi karena di keluarga selalu cerita soal makanan jadi tertarik ingin membuat sesuatu dari bumbu lokal Bali, ” Jelas Gusde Sidhi.

Dengan misi mengangkat makanan dan budaya Indonesia ke kancah dunia, Festival ini kembali menyambut para pecinta kuliner untuk menjelajahi kekayaan masakan daerah melalui demo memasak, obrolan kuliner, live performance, pop-up dining, lokakarya, dan food tour ke destinasi tersembunyi di Ubud serta mempromosikan kuliner Bali.( Van).

Berita Terkait

Kampung Nipah Naik Kelas, Destinasi Mangrove Kian Memikat
Mengapa Kabupaten Bireuen Disebut Kota Juang?
Dana Desa Dipotong, Koperasi Belum Terbentuk: Keresahan Masyarakat Aceh Tenggara Mulai Menguat
CV. Tona Jaya Kupi Dorong UMKM Kopi Aceh Tembus Pasar Nasional
Jaga Kelestarian Satwa Liar.BKSDA Bali Lepasliarkan 12 Ekor Burung Curik
Asita Bali Bertemu Gubernur Koster, Bahas Agenda Tahunan
Pastikan Karya IBTK Bebas Sampah Plastik Sekali Pakai
Aroman Cafe Tempat Favorit Bagi Penikmat Olahan Ikan Bakar Dengan Suasana Romantis
Berita ini 11 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:39

​AKBP Albert Zai Turun Lapangan, Semarak Kapolres Cup Bitung Makin Sengit

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:41

Kilas Balik Sejarah: Mengapa 1 Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Islam?

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:07

Tampil Produktif, Penyerang RR FC Daniel Hendatu Raih Top Scorer Youth Kampis Cup 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 03:39

​Lewat Ucapan Selamat 1 Muharram, Pemkot Bitung Gaungkan Jargon “Hijrah untuk Berbenah”

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:23

​Hujan Lebat Picu Bencana di Sejumlah Kelurahan, Plt Kalakas BPBD Bitung Turun Lapangan

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:54

​Borong Penghargaan di HKG ke-54 Sulut, TP-PKK Kota Bitung Ukir Prestasi Gemilang

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:29

Khidmat dan Syahdu, Ratusan Jemaah Masjid Al Muttaqien Bitung Sambut Tahun Baru 1 Muharram 1448 H

Senin, 15 Juni 2026 - 13:17

Peringati 1 Muharram 1448 H,Wabup Bireuen Ajak Masyarakat Jadikan Hijrah Momentum Muhasabah Diri

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Deli Serdang Sukses Dukung Pembukaan MTQ Sumut 2026 di Astaka Pancing

Selasa, 16 Jun 2026 - 13:28

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x