Wartawan Bukan Sekedar ID Card

- Editor

Jumat, 25 Juli 2025 - 09:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ilustrasi

Caption : Ilustrasi

Penulis: Chaidir Toweren

TribuneIndonesia.com

Dewasa ini, menjadi seorang wartawan tampaknya semakin mudah. Cukup bermodal relasi, minta tolong dibuatkan ID card, lalu klaim diri sebagai wartawan. Bahkan tak jarang kita menjumpai orang yang baru mengenal dunia media, namun sudah berani masuk ke ruang-ruang resmi liputan hanya karena menggantungkan ID card bertuliskan nama media tertentu.

Fenomena ini tentu memprihatinkan. Profesi wartawan bukan pekerjaan yang bisa dijalani hanya dengan bermodalkan tanda pengenal. Wartawan bukan sekadar “akses”, melainkan sebuah profesi yang memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Profesi ini menyangkut kepentingan publik, dan karenanya dijalankan dengan penuh kesadaran etik dan hukum.

Yang sulit dari menjadi wartawan bukanlah membuat ID card atau mengenal pejabat. Yang sulit adalah menjalankan fungsinya dengan benar dan bertanggung jawab. Wartawan harus tunduk pada Kode Etik Jurnalistik, yang menjadi pedoman dalam melaksanakan tugasnya. Dalam kode etik itu diatur prinsip-prinsip dasar seperti kebenaran, independensi, keberimbangan, dan perlindungan terhadap narasumber.

Lebih dari itu, kerja jurnalistik juga dibingkai oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Undang-undang ini lahir dari semangat reformasi dan merupakan turunan dari UUD 1945, khususnya pasal 28 tentang kebebasan berpendapat dan berekspresi. Jadi, ketika seseorang menyebut dirinya wartawan, ia bukan hanya bekerja berdasarkan naluri dan selera pribadi, melainkan dalam koridor hukum yang jelas dan mengikat.

Baca Juga:  Kepala Dindikbud Aceh Tenggara Gelar Lomba 10 Bidang Study Tingkat SMP Se-Kabupaten

UU Pers memberikan perlindungan terhadap kerja jurnalistik, tetapi juga memberi batasan. Pers tidak kebal hukum. Wartawan tidak boleh menyalahgunakan profesinya untuk mencari keuntungan pribadi, apalagi untuk melakukan pemerasan, intimidasi, atau menyebarkan hoaks. Setiap berita harus diuji kebenarannya, diverifikasi, dan disajikan secara proporsional. Inilah tanggung jawab moral dan hukum yang membedakan wartawan profesional dari mereka yang hanya sekadar membawa ID card.

Kita tidak menutup mata bahwa di tengah semangat kebebasan pers, masih banyak praktik jurnalisme yang menyimpang. Tidak sedikit “oknum wartawan” yang bekerja bukan untuk menyampaikan informasi kepada publik, tetapi sekadar mencari fasilitas, mengincar uang peliputan, atau membangun kedekatan semu dengan pihak-pihak tertentu. Fenomena ini justru merusak kepercayaan publik terhadap media dan mengancam integritas dunia jurnalistik.

Karena itu, penting bagi kita untuk mengingat kembali bahwa wartawan bukan sekadar profesi, tetapi panggilan untuk menjaga kebenaran. Dibutuhkan integritas, kejujuran, dan tanggung jawab yang tinggi. Jika tidak, profesi ini akan kehilangan kehormatannya dan hanya menjadi simbol kosong yang bisa dibeli oleh siapa saja.

Menjadi wartawan itu mudah, tapi menjadi wartawan yang benar itu mahal harganya.

Berita Terkait

BEM USU Gugat Kebijakan Nasional, DPRD Sumut Didesak Bawa Aspirasi ke Pusat
Di Tengah Gelombang Kritik, RSUD Aceh Singkil Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan untuk Masyarakat
PJU Padam, Jalan Sultan Serdang dan Balai Desa Sena Rawan Gangguan Keamanan
Semangat Gotong Royong Warga Seureke Perbaiki Akses Jalan
Dugaan Korupsi Mengemuka, Tersangka Tak Kunjung Ada: Ketua LKGSAI Saidul Angkat Bicara
Sunardi Sihombing.SH. Nakhodai Partai Amanat Nasional Kabupaten Simeulue 5 Tahun Kedepan
Kasat Reskrim menegaskan akan segera menetapkan para tersangka kasus dugaan pengeroyokan
Jelita Asri Ludin Tambunan Raih Best Figure 2026, Program Ekonomi Kreatif Deli Serdang Tembus Level Nasional
Berita ini 171 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:39

​AKBP Albert Zai Turun Lapangan, Semarak Kapolres Cup Bitung Makin Sengit

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:41

Kilas Balik Sejarah: Mengapa 1 Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Islam?

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:07

Tampil Produktif, Penyerang RR FC Daniel Hendatu Raih Top Scorer Youth Kampis Cup 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 03:39

​Lewat Ucapan Selamat 1 Muharram, Pemkot Bitung Gaungkan Jargon “Hijrah untuk Berbenah”

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:23

​Hujan Lebat Picu Bencana di Sejumlah Kelurahan, Plt Kalakas BPBD Bitung Turun Lapangan

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:54

​Borong Penghargaan di HKG ke-54 Sulut, TP-PKK Kota Bitung Ukir Prestasi Gemilang

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:29

Khidmat dan Syahdu, Ratusan Jemaah Masjid Al Muttaqien Bitung Sambut Tahun Baru 1 Muharram 1448 H

Senin, 15 Juni 2026 - 13:17

Peringati 1 Muharram 1448 H,Wabup Bireuen Ajak Masyarakat Jadikan Hijrah Momentum Muhasabah Diri

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Deli Serdang Sukses Dukung Pembukaan MTQ Sumut 2026 di Astaka Pancing

Selasa, 16 Jun 2026 - 13:28

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x