Warga Pulo Tiga Aceh Tamiang Belum Tersentuh Bantuan, Minta Pemerintah Turunkan Tim SAR dan Logisti

- Editor

Rabu, 3 Desember 2025 - 03:57

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang | TribuneIndonesia.com

Delapan hari pascabanjir besar yang melanda wilayah Pulo Tiga, Kabupaten Aceh Tamiang, warga setempat masih belum menerima bantuan apa pun dari pemerintah. Hingga Rabu (3/12/2025), masyarakat di beberapa kampung terdampak mengaku mulai kelaparan karena stok makanan habis dan akses darat belum bisa dilalui.

Hamdani, salah seorang warga Pulo Tiga, melaporkan kondisi tersebut melalui sambungan telepon seluler yang memanfaatkan jaringan Starlink karena jaringan komunikasi konvensional di wilayah itu masih lumpuh.

“Sejak kejadian tanggal 26 November sampai hari ini belum ada bantuan apa pun. Warga sudah mulai lapar. Kami sangat berharap pemerintah kabupaten menurunkan tim SAR dan bantuan makanan secepatnya,” ujar Hamdani dengan suara terburu-buru di tengah kondisi darurat.

Baca Juga:  IWO Apresiasi Langkah Menteri Imipas Terhadap WBP Lapas Kuala Simpang, "Kemanusiaan Di Atas Segala-Galanya

Menurut informasi yang diterima, sebagian wilayah Pulo Tiga masih terisolasi akibat derasnya arus banjir yang merusak jembatan dan menutup akses jalan dengan material lumpur serta pepohonan tumbang. Warga terpaksa bertahan dengan persediaan seadanya sambil menunggu pertolongan.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi anak-anak, lansia, dan ibu hamil yang membutuhkan asupan makanan dan layanan kesehatan segera. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terkait kapan bantuan logistik dan tim SAR akan dikerahkan ke lokasi.

Masyarakat berharap pemerintah bergerak cepat agar situasi darurat tidak semakin memburuk dan keselamatan warga tetap terjaga. (Ct)

Berita Terkait

Sinergi Seni dan Pemerintahan, Papa-kini Apresiasi Kinerja Wakil Bupati Pidie
Pemkab Aceh Tenggara Tuntaskan Expose JITUPASANA, Dokumen R3P Resmi Diserahkan ke Pemerintah Aceh
Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Desa Seuneubok Saboh Verifikasi Pengalihan Data (KPM) Miskin dan Kurang Diduga Pada Oktober & Desember 2025 di Lakukan Oknum Tanpa Musyawarah
AMAN Aceh Desak KPK Supervisi Pengelolaan Dana Bencana
Tim Optimalisasi PAD Deli Serdang Ditolak Masuk Perusahaan, PT Ganda Saribu Jadi Catatan Khusus
Jalan Damai Tumpatan Nibung Mulus, Warga Apresiasi Gerak Cepat Dinas SDMBK
Masyarakat Desa Lantik Surati Bupati Simeulue Dugaan Penyelewengan Dana Desa Tahun 2023, 2024 dan 2025.
Ada Apa Ni ? CV. Niscala Prima : di duga Kebal hukum Beberapa Kali Temuan BPK Slalu Dapat Pekerjaan .
Berita ini 79 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:39

​Identitas Terungkap: Staf Khusus Gubernur Sulut Diduga Lecehkan Perempuan di Warung Makan Manado

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:04

Sulut di Ambang Kolaps Ekologis: Obral Izin Tambang Kepung Ruang Hidup

Minggu, 1 Februari 2026 - 07:44

​TNI AL Berhasil Gagalkan Penyelundupan 74 Ton Arang Bakau di Tanjung Priok, Negara Nyaris Rugi Miliaran Rupiah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 13:15

Aplikasi SIGNAL Corporate, Rapat Koordinasi Bersama Stakeholders Digelar di Jasa Raharja Kanwil DKI Jakarta

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:20

Warga Lawe Berigin Horas Tolak Hasil Audit Inspektorat, Desak Kejaksaan Audit Ulang Dana Desa

Sabtu, 31 Januari 2026 - 03:57

Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Kunjungi Sekolah SMA dan SMK di Aceh Tenggara

Jumat, 30 Januari 2026 - 16:37

TNI dan Masyarakat Terus Membantu Membersihkan Rumah Warga Pasca Banjir dan Tanah Longsor

Jumat, 30 Januari 2026 - 16:32

Enam Bulan Absen Masuk Kantor, ASN Di Dinas LHK Agara Dilaporkan.

Berita Terbaru