​Identitas Terungkap: Staf Khusus Gubernur Sulut Diduga Lecehkan Perempuan di Warung Makan Manado

- Editor

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manado, Sulut|TribuneIndonesia.com

​Misteri di balik insiden dugaan pelecehan seksual yang terjadi di sebuah rumah makan di Manado pada dini hari akhirnya menemui titik terang, Minggu (01/02/26).

Korban berinisial CL (23) secara resmi mengungkapkan identitas terduga pelaku yang selama ini menjadi teka-teki publik.

Pengakuan ini menjadi babak baru dalam pencarian keadilan bagi perempuan muda tersebut atas peristiwa yang menimpanya di tengah sunyinya subuh.

​Berdasarkan dokumen foto yang diserahkan kepada pihak berwenang, sosok terduga pelaku merujuk pada pria berinisial DD.

Identitas DD bukan orang sembarangan; ia diketahui menjabat sebagai Staf Khusus Bidang Pertambangan dan Energi Sulawesi Utara.

Posisi strategis ini menjadikannya salah satu orang kepercayaan Gubernur Yulius, yang kini membuat kasus tersebut semakin menyedot perhatian khalayak luas.

​Namun, laporan CL tidak hanya terpaku pada tindakan fisik yang tidak senonoh.

Ia membeberkan adanya rentetan tekanan psikologis dan intimidasi verbal yang diterimanya sesaat setelah kejadian.

Ironisnya, intimidasi itu memuncak ketika korban mencoba melakukan pembelaan diri dengan menyiramkan air ke kepala terduga pelaku sebagai bentuk protes spontan atas perlakuan yang ia terima.

Baca Juga:  ​Kajati Sulut Pimpin Sertijab Kajari Bitung dan Ketua IAD di Aula Sam Ratulangi

​Alih-alih mendapatkan permohonan maaf, CL justru menghadapi gelombang ancaman yang mengoyak mentalnya.

Terduga pelaku diduga berulang kali mengeksploitasi jabatannya untuk menekan korban, sembari melontarkan kata-kata merendahkan yang menyerang martabat CL.

Situasi yang seharusnya menjadi ruang publik yang aman justru berubah menjadi panggung arogansi kekuasaan yang traumatis bagi korban.

​”Saya yang dilecehkan, tapi justru saya diperlakukan seperti penjahat,”

Tutur CL dengan nada bicara yang bergetar hebat.

Ia menceritakan bagaimana DD terus meneriakkan pengaruh politiknya dan mempertanyakan harga diri korban seolah status sosial sebagai rakyat biasa memberi legalitas bagi siapa pun untuk merendahkan integritas tubuhnya secara semena-mena.

​Kini, kasus tersebut memicu gelombang desakan publik agar Aparat Penegak Hukum (APH) bertindak tegas tanpa pandang bulu.

Masyarakat menuntut pengusutan tuntas tidak hanya pada aspek pelecehan fisiknya, tetapi juga pada tindakan intimidasi berbasis kekuasaan yang diduga dilakukan oleh oknum pejabat tersebut demi menjamin keadilan bagi korban. (*-Talia)

Berita Terkait

Api Turun ke Tebing, Tim Gabungan Terkendala Alat! Kebakaran Lonobi Sulit Dijangkau
Bantuan Perlengkapan Sekolah Dari Program Bhayangkari Peduli Disalurkan.
Ribuan Jamaah Hadiri Haul Habib Bugak Bireuen dan Santuni puluhan Anak Yatim
BREAKING NEWS! Api Lahap Tebing Lonobi, BPBD–Polres Raja Ampat Turun Langsung, Medan Ekstrem Jadi Kendala
Dua Jalan Jembatan Darurat Mbarung Dan Natam Putus Dua Kecamatan Terisolir
BERJUANG SENDIRI, TAPI TIDAK HARUS MENUTUP DIRI
Polsek Gandapura Gencarkan Patroli KRYD Cegah Karhutla, Imbau Warga Tak Bakar Lahan
Carles Imbir Ajak Rakyat Raja Ampat Kawal DPRK: Pastikan Berjalan Sesuai Aturan dan Aspirasi
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 15:41

Api Turun ke Tebing, Tim Gabungan Terkendala Alat! Kebakaran Lonobi Sulit Dijangkau

Minggu, 27 September 2026 - 12:50

BREAKING NEWS! Api Lahap Tebing Lonobi, BPBD–Polres Raja Ampat Turun Langsung, Medan Ekstrem Jadi Kendala

Minggu, 27 September 2026 - 08:04

Deli Serdang Kembangkan Bawang Merah di Namorambe, Target Produksi 13 Ton

Minggu, 27 September 2026 - 04:48

Carles Imbir Ajak Rakyat Raja Ampat Kawal DPRK: Pastikan Berjalan Sesuai Aturan dan Aspirasi

Minggu, 27 September 2026 - 01:29

Panggil BKPSDM Soal IPDN Dipertanyakan, Warga: Jangan Salah Sasaran!

Sabtu, 26 September 2026 - 16:34

Ketua DPRK Raja Ampat Tegaskan APBD Perubahan 2026 Harus Tepat Sasaran

Sabtu, 26 September 2026 - 15:56

Pengawasan APIP Ungkap Temuan Rp2,17 Miliar pada 8 Desa Dalam Kabupaten Simeulue

Sabtu, 26 September 2026 - 10:50

KUA-PPAS Perubahan 2026: Fraksi Demokrat Raja Ampat Beri Catatan Keras untuk Pemerintah Daerah

Berita Terbaru