KUTACANE/Tribuneindonesia.com
Dua kecamatan di Aceh Tenggara dilaporkan terisolir, setelah jalan darurat Mbarung dan Natam-Darul Hasanah lenyap disapu banjir sungai Alas.
Selain membuat jalan darurat Mbarung dan Natam putus total, banjir yang terjadi, minggu (26/9) di hari akibat meluapnya sungai Alas, juga menyebabkan kecamatan Darul Hasanah dan sebagian wilayah kecamatan Lawe Alas terisolir.
Sebelumnya, Pemkab dan masyarakat Aceh Tenggara, swadaya membangun jalan darurat mengubungkan Mbarung kecamatan Babussalam dengan kecamatan Lawe Alas dan jalan penghubung Natam Kecamatan Badar- Darul Hasanah.
Tingginya debit air su gai Alas paska diguyur hujan lebat sepanjang sore sabtu petang, mengakibatkan jalan darurat yang sebelumnya bisa dilakuu kenderaan roda dua, tiga dan kenderaan roda empat lenyap disapu arus sungai Alas.
Salihan Beruh, warga Tanjung kecamatan Darul Hasanah mengaku bingung dan kesulitan paska hanyut dan lenyapnya jalan darurat Natam- Tanjung dan Mbarung -kecamatan Lawe Alas.
Pasalnya, agar sampai kota Kutacane saja, warga Darul Hasanah harus memutar jalan sejauh 15-20 km, karena harus memutar lewat jembatan rangka baja Silayakh dan lewat jembatan rangka baja Lawe Penanggalan kecamatan Ketambe.
Sebelumnya, jika warga pengguna kenderaan roda empat ingin bepergian ke kota Kutacane atau ke kecamatan Badar, jaraknya terbilang dekat, cukup lewat jalan darurat Natam -Tanjung dan lewat jalan darurat Mbarung-Kecanatan Lawe Alas.
Kendati jika menggunakan kenderaan roda dua, bisa lewat jembatan gantung mamas dan titi gantung Kumbang Jaya Badar -Gulo Darul Hasanah, namun sangat berisiko dan banyak warga belum terbiasa lewat jembatan gantung.
Sebab itu, kecamatan Darul Hasanah dan sebagian desa di wilayah kecamatan Lawe Alas terisolir, karena putus dan lenyapnya jalan darirat Mbarung dan Natam- Tanjung.
Penuturan yang disampaikan, M. Jalil warga Kuta Batu kecamatan Lawe Alas seraya menambahkan, putusnya jalan darurat Mbarung- Lawe Alas membuat siswa SMA 3 Kutacane dan siswa SMPN dari Kutacane tak bisa masuk sekolah.
Masalahnya, jalan darurat yang menjadi satu-satunya akses warga Lawe Alas menuju kecamatan Babussalam, telah menjadi aliran sungai Alas.
Sebab itu, warga kecamatan Lawe Alas dan warga kecamatan Darul Hasanah, meminta Pemkab Aceh Tenggara membantu warga dan siswa agar bisa menyeberangi sungai Alas menuju sekolah dan kantor pemerintah di kecamatan Babussalam dan menuju Kuracane ibukota Kabupaten Aceh Tenggara.
Kadis Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR), Sadli Desky kepada /tribuneidonesia.com minggu (26/9) yang menyebarkan putusnya akses jalan menuju kecanatan Lawe Alas dan Darul Hasanah, ” Benar ,dua jalan darurat itu putus dan lenyap akibat disapu banjir dan baiknya debit sungai Alas, “Ujar Sadli Desky.
Terkait penanganan jalan darurat yang telah menjadi aliran sungai Alas itu, Sadli mengatakan pihak Pemkab Agar tak bisa berbuat banyak
Masalahnya, curah hujan masih tinggi dan debit air sungai Alas pun masih besar.
Karena itu, bila dipaksakan dikerjakan membuat jalan darirat saat ini, akan sia-sia karena debit sungai Alas akan terus bertambah, ” Ini baru permulaan musim penghujan, namun bila telah memasuki puncaknya jangankan badan, tapi jembatan rangka yang tersisa juga bisa amblas bisa ambruk dihantam banjir arus sungai Alas, ‘ tutup Kadis PUPR, Sadli Desky.
(tribuneidonesia.com)
Press~abdgani(gasekk)














