Warga Langsa Minta Petugas Parkir Dibekali Pelatihan dan Bukti Resmi Pembayaran

- Editor

Sabtu, 21 Juni 2025 - 02:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Seorang petugas parkir sedang mengatur kendaraan di salah satu sudut kota Langsa (21/6)

Langsa | TribuneIndonesia.com

Sejumlah warga Kota Langsa mengeluhkan pelayanan petugas parkir yang dinilai belum profesional dan kerap menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan. Mereka mendesak agar pihak ketiga yang mengelola parkir di kota ini memberikan pelatihan dasar kepada setiap petugas sebelum diterjunkan ke lapangan.

Imran, salah seorang warga Langsa, mengungkapkan rasa kecewanya saat menyaksikan langsung seorang petugas parkir di depan salah satu apotek tidak memperhatikan keselamatan orang yang sedang melintas. Petugas tersebut, kata Imran, tampak lebih mementingkan mobil yang hendak keluar dari tempat parkir ketimbang menjaga kelancaran lalu lintas di sekitarnya.

“Dia sibuk mengawal mobil keluar, tapi tidak peduli ada orang yang sedang menyeberang jalan. Ini sangat berbahaya dan menunjukkan kurangnya pemahaman tentang keselamatan berlalu lintas,” kata Imran kepada media ini, Kamis (19/6).

Tak hanya soal perilaku petugas, warga juga menyoroti tidak adanya bukti pembayaran resmi parkir yang menyebabkan warga kerap diminta membayar berkali-kali dalam jarak yang berdekatan. “Baru jalan 10 meter dari tempat parkir sebelumnya, sudah ditarik parkir lagi oleh petugas lain. Ini merugikan masyarakat,” keluh seorang pengguna jalan lainnya.

Baca Juga:  Gampong Tualang Teungoh Bentuk Koperasi Merah Putih, Zulfadli Terpilih sebagai Ketua

Warga meminta Pemerintah Kota Langsa, melalui Dinas Perhubungan, agar segera mewajibkan setiap pengelola parkir untuk menyediakan tiket atau resi resmi sebagai bukti pembayaran. Sistem ini dinilai penting untuk menghindari praktik pungutan liar dan memastikan parkir yang dibayar masuk ke kas daerah.

Menurut warga, sistem parkir yang profesional seharusnya memiliki standar pelayanan yang jelas. Petugas tidak hanya mengenakan rompi dan memegang peluit, tetapi juga dibekali dengan pemahaman soal etika pelayanan, keamanan lalu lintas, dan tata cara pungutan retribusi sesuai peraturan.

Selain itu, sistem parkir yang tertib dan profesional juga harus dilengkapi dengan penataan zona parkir yang jelas dan pembagian tugas antarpetugas yang terorganisir. Ini akan menghindari tumpang tindih kewenangan dan mencegah terjadinya pungutan ganda di area yang sama.

Warga juga menyarankan agar Pemko Langsa melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja pihak ketiga pengelola parkir. Evaluasi ini dapat mencakup pelayanan petugas, akuntabilitas pendapatan parkir, serta penanganan aduan masyarakat secara transparan.

Dengan sistem parkir yang tertata dan profesional, masyarakat akan merasa lebih nyaman dan aman dalam menggunakan fasilitas parkir. Di sisi lain, pemerintah daerah juga akan mendapatkan pemasukan yang jelas dari retribusi parkir untuk menunjang pembangunan kota. (Ct075)

Berita Terkait

Jangan Jadikan Anak sebagai Objek Polemik, DPRK Otsus Minta Persoalan OAP Diserahkan kepada Pokja MRP PBD
Pekerjaan Drainase Simpang Tembakau Deli Mulai Berbenah, Pekerjaan CV Yudha Pratama Dinilai Semakin Rapi
Ketua DPRK: Jangan Biarkan Masyarakat dalam Ketidakpastian
Seleksi IPDN Raja Ampat Disorot DPRK Otsus: Jangan Ada Standar Ganda OAP
Seleksi IPDN Raja Ampat Disorot DPRK Otsus: Jangan Ada Standar Ganda dalam Penerapan Otsus
Status OAP Peserta Afirmasi IPDN Raja Ampat Dipertanyakan, DPRK Otsus: Jangan Jadikan Anak sebagai Objek Persoalan
Seleksi IPDN Raja Ampat Disorot DPRK Otsus, Baharudin: Jangan Hanya Satu Anak yang Disorot
Anak Pejabat Masuk Jalur Afirmasi Otsus Disorot, Soleman Dimara: Jangan Ada Keistimewaan
Berita ini 77 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:47

Jangan Jadikan Anak sebagai Objek Polemik, DPRK Otsus Minta Persoalan OAP Diserahkan kepada Pokja MRP PBD

Selasa, 8 September 2026 - 14:32

Disetujui Lima Fraksi DPRD, Perumda Air Minum Duasudara Bitung Tancap Gas Benahi Infrastruktur

Selasa, 8 September 2026 - 14:08

Pekerjaan Drainase Simpang Tembakau Deli Mulai Berbenah, Pekerjaan CV Yudha Pratama Dinilai Semakin Rapi

Selasa, 8 September 2026 - 13:23

Ketua DPRK: Jangan Biarkan Masyarakat dalam Ketidakpastian

Selasa, 8 September 2026 - 12:34

Seleksi IPDN Raja Ampat Disorot DPRK Otsus: Jangan Ada Standar Ganda OAP

Selasa, 8 September 2026 - 12:05

Status OAP Peserta Afirmasi IPDN Raja Ampat Dipertanyakan, DPRK Otsus: Jangan Jadikan Anak sebagai Objek Persoalan

Selasa, 8 September 2026 - 11:11

Lampu Merah Simpang Empat Kebet Padam, Padam Atau Ancaman Keselamatan Pengguna Jalan

Selasa, 8 September 2026 - 11:05

BPBD Kota Bitung Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di Pinasungkulan

Berita Terbaru

Headline news

Ketua DPRK: Jangan Biarkan Masyarakat dalam Ketidakpastian

Selasa, 8 Sep 2026 - 13:23

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x