Langsa | TribuneIndonesia.com
2 Agustus 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, Wali Kota Langsa Jeffry Santana, S. Putra, SE., turut andil dalam aksi penanaman pohon mangrove di Gampong Sungai Lueng, Kecamatan Langsa Timur. Kegiatan ini menandai momen bersejarah karena untuk pertama kalinya sejak tujuh tahun pelaksanaan, Wali Kota Langsa hadir langsung di tengah-tengah masyarakat Gampong Sungai Lueng.
Gampong Sungai Lueng sendiri dikenal sebagai Gampong Proklim Penyerapan Karbon tingkat dunia yang telah diakui sejak tahun 2022. Berdasarkan hasil penelitian tim lingkungan, kawasan ini mampu menyerap karbon hingga 68 persen, menjadikannya satu-satunya gampong di Provinsi Aceh yang memiliki pengakuan tersebut di tingkat internasional.
Tema kegiatan tahun ini diangkat dalam bahasa lokal:
“Uteun Bangka Wajeb Tajaga Supaya Donya Jioh Teuka Bala”
(Hutan Bakau Wajib Dijaga Agar Dunia Selamat dari Bencana)
Gampong Percontohan di Mata Dunia
Geuchik Gampong Sungai Lueng, Elhajir, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas keberlanjutan status proklim sedunia yang disandang gampong yang ia pimpin.
“Sejak tahun 2022, Gampong kami ditetapkan sebagai Gampong Proklim dari Aceh yang diakui secara internasional. Alhamdulillah hingga tahun 2025 ini kami terus dipercaya. Dengan daya serap karbon hingga 68 persen, kami mohon kiranya Bapak Wali Kota memberikan pembinaan agar semangat kami tetap terjaga untuk mempertahankan prestasi ini,” ujarnya.
Ia juga menyinggung bahwa selama tujuh tahun kegiatan penghijauan ini dilaksanakan, baru kali ini wali kota hadir secara langsung.
“Sudah tujuh kali kegiatan seperti ini kami laksanakan, dan selalu kami undang wali kota. Yang hadir biasanya hanya camat, Danramil, Kapolsek, dan tokoh masyarakat. Namun Alhamdulillah, di tahun ke-8 ini, Wali Kota Langsa Jeffry Santana hadir langsung menanam mangrove bersama masyarakat,” tambah Elhajir.
Geuchik juga berharap agar pada peringatan Hari Kemerdekaan RI tanggal 19 Agustus mendatang, Wali Kota Langsa bersedia membuka langsung Perlombaan Perahu Tradisional (Boat Race) yang akan digelar oleh masyarakat.
DLH Apresiasi Gampong Sungai Lueng
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Langsa, Putra, turut memberikan apresiasi tinggi atas kepedulian warga Gampong Sungai Lueng terhadap kelestarian hutan mangrove.
“Secara geografis, Gampong Sungai Lueng memang memiliki keunggulan, dan sangat layak dijadikan gampong percontohan bagi kawasan lain. Terima kasih kepada Geuchik, aparatur gampong, dan masyarakat yang telah merawat mangrove hingga gampong ini menjadi terbaik dalam penyerapan karbon,” ujarnya.
Wali Kota: Jangan Ingat Lagi yang Tujuh Kali
Wali Kota Langsa Jeffry Santana, dalam sambutannya yang diselingi canda politik, menyampaikan apresiasi dan komitmennya untuk selalu hadir dalam setiap kegiatan masyarakat bila berada di kota.
“Saya senang sekali bisa hadir. Kegiatan ini sudah tujuh kali digelar, dan saya belum pernah datang. Tapi hari ini, di tahun ke-8, saya hadir langsung. Pileh lom, pileh lagee, kata orang Langsa. Kalau saya ada di kota, saya pasti datang,” ucapnya sambil tersenyum.
Ia juga menambahkan, sebagai pemimpin muda, dirinya akan selalu berupaya hadir langsung ke masyarakat tanpa pilih kasih.
“Kalau pemimpinnya sudah tua, kadang bisa masuk angin dan tidak sempat hadir. Tapi kalau masih muda, insya Allah saya selalu turun ke lapangan. Saya baru saja selesai dari satu kegiatan dan langsung datang ke Sungai Lueng, karena gampong ini istimewa,” pungkasnya.
Kegiatan penanaman mangrove ini ditutup dengan semangat gotong royong seluruh lapisan masyarakat, dari aparatur desa, tokoh masyarakat, hingga pelajar. Gampong Sungai Lueng kembali menunjukkan komitmennya sebagai benteng lingkungan hidup yang layak menjadi contoh nasional maupun dunia.