Ucapan “Hailli Ogoh” Lukai Warga, Ketua PJS Aceh Minta Oknum Karyawan Finance Diproses Hukum

- Editor

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ilustrasi Bupati Aceh Tengah Halli Yoga mendapat hinaan dari seorang karyawan finance

Caption : ilustrasi Bupati Aceh Tengah Halli Yoga mendapat hinaan dari seorang karyawan finance

TAKENGON | Tribune Indonesia.com  – Pernyataan seorang oknum karyawan perusahaan pembiayaan (finance) di Takengon yang memplesetkan nama Bupati Aceh Tengah, Hailli Yoga, menuai kecaman dari berbagai kalangan. Ucapan tersebut dinilai telah melukai perasaan masyarakat Gayo karena dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap kepala daerah yang dipilih secara demokratis oleh rakyat.

Chaidir Toweren Ketua Pro Jurnalis Media Siber (PJS) Aceh menilai pernyataan yang terekam dalam sebuah video dan beredar di media sosial itu tidak pantas disampaikan oleh siapa pun, terlebih oleh seseorang yang bekerja dan mencari nafkah di wilayah Aceh Tengah.
Dalam video yang beredar, oknum tersebut terdengar memplesetkan nama Bupati Aceh Tengah dengan sebutan

“Hailli Ogoh”. Dalam bahasa Gayo, khususnya di wilayah Takengon, kata “ogoh” memiliki arti “bodoh”, sehingga ucapan tersebut dipandang sebagai bentuk penghinaan.

Menurutnya, ucapan tersebut tidak hanya menyerang pribadi kepala daerah, tetapi juga berpotensi menyinggung perasaan masyarakat Aceh Tengah. Pasalnya, Hailli Yoga merupakan bupati pilihan rakyat yang terpilih melalui proses demokrasi pada Pemilihan Kepala Daerah 2024 dan telah dilantik untuk memimpin Aceh Tengah pada periode 2024–2029.

Baca Juga:  KAL Patola VIII-27 Dikerahkan dalam Operasi SAR Kapal MT Mika Zain Terbakar di Perairan Bitung

“Bupati adalah ikon sebuah daerah. Ketika seorang kepala daerah dihina dengan kata-kata yang merendahkan, tentu hal itu juga melukai harga diri masyarakat yang memilih dan mendukungnya,” ujar Ketua PJS Aceh dalam keterangannya, Rabu (11/03/2026).

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dianggap sepele, terlebih karena pernyataan itu telah menyebar luas di media sosial dan berpotensi memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Atas nama pribadi dan masyarakat Gayo di perantauan, pihaknya meminta agar oknum yang melontarkan kata-kata tersebut segera diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku guna mempertanggungjawabkan ucapannya di ruang publik.

Selain itu, ia juga meminta pihak manajemen perusahaan pembiayaan tempat oknum tersebut bekerja untuk mengambil langkah tegas dengan memberikan sanksi kepada yang bersangkutan.

“Sebagai karyawan yang bekerja di Aceh Tengah, tentu harus menghormati adat, budaya, serta pemimpin daerah. Oleh karena itu kami berharap pimpinan perusahaan dapat bersikap tegas agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya. (Wen uken)

Berita Terkait

Diduga Catut Nama Anak Sebagai Anak Didik TK Swasta Telege Ceret di Aceh Tengah Disorot
RSUD Raja Ampat Jadi Lokasi Studi Tiru RSUD Oksibil, Dari Papua Pegunungan Belajar ke Papua Laut
Kajari Simeulue Terima Tahap II, 5 Tersangka Korupsi Jalan Simpang Air Dingin-Labuhan Bajau Rp7,6 Miliar Resmi Ditahan
Pangdam IX/Udayana Kerahkan Jajaran Tangani Dampak Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Bali
Polemik Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat Berujung Baik, Direktur RSUD Tekankan Profesionalitas dan Kepentingan Masyarakat
PENCURIAN TOWER XL DI TUALANG BARO TERULANG! WARGA RESAH, DIDUGA KOMPlotan PENCURI BERKELIARAN DI TENGAH MALAM
Cak Imin Sentil Kader PKB: Jangan Terlena Kekuasaan, Kuasai Media Sosial dan Hadir untuk Rakyat
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 00:43

RSUD Raja Ampat Jadi Lokasi Studi Tiru RSUD Oksibil, Dari Papua Pegunungan Belajar ke Papua Laut

Selasa, 3 November 2026 - 19:03

Selasa, 3 November 2026 - 12:44

Polemik Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat Berujung Baik, Direktur RSUD Tekankan Profesionalitas dan Kepentingan Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:06

Nelayan Meosmanggra Temukan Dugaan Bom Ikan di Waigeo Barat, Ketua HMNI Desak Aparat Bertindak

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:59

Surat Pembatalan Tugas dr. Laura Belum Dijawab Bupati, Dokter Tetap Layani Pasien Anak

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:53

Dari Sampah Menjadi Karya Seni: Miftahussakdan Dorong Kreativitas dan Kesadaran Lingkungan Melalui SavExpo

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:51

Surat Pembatalan Penugasan dr. Laura Belum Jelas, Pemkab Raja Ampat Belum Beri Kepastian

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:46

Xplore Indonesia Luncurkan Antologi Pemikiran Tokoh Nasional, Gaungkan Semangat Kebangsaan di Hari Sumpah Pemuda

Berita Terbaru