TTI Mendesak Kajari Aceh Besar Usut Kasus THR dan Gaji ke 13 Guru di Kabupaten Aceh Besar sejumlah Rp.17,44 Milyar.

- Editor

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh | TribuneIndonesia.com

Transparansi Tender Indonesia TTI mendesak Aparat Penegak Hukum APH dalam hal ini Kejaksaan Negeri Aceh Besar terkait berita yang lagi heboh tentang pembayaran THR dan Gaji Ke 13 para guru yang belum jelas pembayaran nya, Dana yang berjumlah Rp.17,44 Milyar menurut informasi yang dapat dipercaya sudah tersedia sejak Akhir Desember 2025.

Anehnya pada sistem yang dikelola oleh bendahara Dinas Pendidikan Aceh Besar dana sebesar Rp17,44 Milyar sudah dicairkan atau sudah direalisasikan, timbul pertanyaan dana sebesar itu sudah realisasi tapi para guru di Kabupaten Aceh Besar belum menerimannya, padahal Tunjangan Hari Raya THR dan Gaji ke 13 sangat dibutuhkan oleh para ASN untuk kebutuhan mendesak dan keperluan lainnya.

Jika sampai hari ini dana THR dan Gaji ke 13 belum diterima oleh para Guru maka perlu dipertanykan dimana dialihkan uang sebesar Rp 17,44 Milyar tersebut, TTI mendesak Kajari Aceh Besar mengungkap apa latar belakang dana THR dan Gaji ke 13 para Guru belum di transper ke Rekening mereka. Jika hak hak Guru yang sudah dialokasikan digunakan ketempat lain itu merupakan pelanggaran berat dan perlu mendapat sanksi tegas siapa aktor sebenarnya.

Baca Juga:  Respons BKSDA Disorot Pasca Serangan Gajah Liar di Bener Meriah

Jika saja Pembayaran THR dana Gaji ke 13 para guru belum dibayar pasti masalah ini diketahui oleh Bupati atau Sekretaris Daerah, Kasus ini perlu dibuka secara transparan sehingga kejadian seperti ini tidak terulang dimasa yang akan datang, THR dan Gaji ke 13 merupakan Hak mereka yang segera harus ditranpser ke rekening masing masing penerima bukan malah diendapkan atau jangan jangan uang sebesar Rp17,44 milyar tersebut didepositokan di bank dengan mengambil keuntungan dari jasa simpanan.

Nasruddin Bahar
koordinator

Berita Terkait

Program Makan Bergizi Gratis: Investasi Masa Depan atau Sekadar Proyek Populis?
Bhayangkara di Garis Pengabdian: Menjaga Negeri tak kenal waktu
Agama Menguatkan Bhayangkara
Syariat Islam di Kota Langsa Kian Melemah: Ketika Dinas Syariat Hanya Menerima Laporan Tanpa Kewenangan Bertindak
Kecebur Fantasi di Kolam! Udin Dipukul Mimpi, Amat Kena Tampar
Iman di Balik Seragam Bhayangkara, Polri Bukan Sekadar Penegak Hukum, tetapi Istana Kebaikan Bangsa
Satu Tahun Tiga Hari Hailli–Muchsin: Ujian Kepemimpinan di Tanah Gayo
Media Tanpa Box Redaksi: Ancaman Serius bagi Kredibilitas Pers
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 07:35

Patroli Motoris Kodim 0201/Medan Diperketat, Jaga Kota Tetap Aman di Hari Raya

Selasa, 24 Maret 2026 - 05:28

Subsatgas Pengamanan Sambangi Pantai Mertasari, Sampaikan Pesan Kamtibmas

Selasa, 24 Maret 2026 - 00:52

Libur Panjang, Polres Badung Amankan Sejumlah Tempat Wisata

Senin, 23 Maret 2026 - 15:06

Jasa Raharja Catat Penurunan Angka Kecelakaan Lalu Lintas pada Periode Siaga Idul Fitri 2026

Senin, 23 Maret 2026 - 02:54

Sinergi Polisi dan Pecalang, Pengamanan Wisatawan di Pantai Melasti

Minggu, 22 Maret 2026 - 01:10

Dirlantas Polda Sumbar Pasang Strategi Khusus Hadapi Macet Lembah Anai

Sabtu, 21 Maret 2026 - 13:22

Patriotisme Pengamanan Idul Fitri di Langkat. Ribuan Jamaah Khusyuk, Polri Siaga Tanpa Cela

Jumat, 20 Maret 2026 - 07:12

Bali, Pulau Toleransi: Usai Nyepi, Polda Bali Amankan Sholat Idul Fitri di Renon

Berita Terbaru

Headline news

16 Mayam Emas Nenek Dirampok, Pelaku Sempat Dikira Tewas

Selasa, 24 Mar 2026 - 11:14