Ketua PC IPNU Bireuen Desak Bupati Bangun Huntara, Huntap Belum Jelas

- Editor

Selasa, 24 Maret 2026 - 13:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN/Tribuneindonesia.com

Ketua PC IPNU Bireuen, Khairul Amri, mendesak Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk segera membangun hunian sementara (huntara) bagi korban banjir, mengingat realisasi hunian tetap (huntap) hingga kini belum memiliki kepastian.

Desakan tersebut muncul menyusul pernyataan pemerintah daerah yang mengakui bahwa pembangunan huntap, khususnya bagi korban yang tidak memiliki lahan, masih belum memiliki solusi konkret. Bahkan, pemerintah menyatakan pembangunan huntap baru akan didorong setelah lebaran dan itu pun hanya bagi korban yang memiliki kelengkapan administrasi tanah.

Khairul Amri menilai kondisi ini menunjukkan adanya kekosongan kebijakan yang berdampak langsung terhadap masyarakat korban bencana yang hingga kini masih bertahan di tenda pengungsian.

“Dalam kondisi seperti ini, pemerintah tidak boleh menunggu. Jika huntap belum jelas, maka solusi realistis adalah segera membangun huntara yang layak bagi masyarakat,” tegas Khairul Amri.

Ia menambahkan, korban banjir tidak bisa terus hidup dalam ketidakpastian. Huntara dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk menjamin kehidupan yang lebih manusiawi sambil menunggu kepastian pembangunan huntap dari pemerintah pusat.
Sebelumnya, pemerintah daerah juga sempat menawarkan solusi hunian sementara kepada pengungsi. Namun, sebagian korban menolak karena menuntut kepastian pembangunan huntap yang hingga kini belum jelas waktu realisasinya.

Baca Juga:  Resmi DilantikHermansyah, S.Pd., sebagai Keuchik Cot Gapu Kota Juang

Menurut Khairul Amri, penolakan tersebut harus dipahami sebagai bentuk kekecewaan masyarakat, bukan alasan untuk memperlambat solusi.
“Pemerintah harus hadir dengan kebijakan yang tegas dan berpihak. Jangan biarkan korban terus menjadi penonton dari ketidakpastian. Huntara harus segera dibangun, sambil memperjuangkan huntap,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan musyawarah antara pemerintah dan masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan.

“Persoalan ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi menyangkut kemanusiaan. Negara harus hadir dengan solusi, bukan alasan,” tutupnya.

Berita Terkait

Lanal Malang Gelar Latihan Gabungan SAR (SEARCH AND RESCUE) Dan Renang Laut Bertajuk “SIAGA 26”
Polsek Lawe Sigala-gala Kawal Pembagian Makan Malam bagi Korban Banjir Bandang di Desa Lawe Tua Persatuan
Matangkan Persiapan Sensus Ekonomi 2026, BPS Kota Bitung Perkuat Koordinasi dengan Kepolisian
APH Bongkar Dugaan Mafia Material Ilegal Proyek Bronjong Subkontrak PT Hutama Karya Di Agara
Wakil Ketua DPRK Bireuen: “MoU Jangan Berakhir di Meja Penandatanganan, Petani Harus Jadi Penerima Manfaat Utama”
Adnen Nurdin : Pembangunan Bireuen Harus Terukur dan Tepat Sasaran, Jangan Monopoli Proyek Infrastruktur
​Polri Perketat Ruang Gerak Sindikat Judi Online Internasional
Ketua K3S Babussalam Berikan Klarifikasi, Lamsin SKD Serukan Saling Memaafkan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 13:56

Lanal Malang Gelar Latihan Gabungan SAR (SEARCH AND RESCUE) Dan Renang Laut Bertajuk “SIAGA 26”

Senin, 11 Mei 2026 - 12:25

Polsek Lawe Sigala-gala Kawal Pembagian Makan Malam bagi Korban Banjir Bandang di Desa Lawe Tua Persatuan

Senin, 11 Mei 2026 - 09:45

Matangkan Persiapan Sensus Ekonomi 2026, BPS Kota Bitung Perkuat Koordinasi dengan Kepolisian

Senin, 11 Mei 2026 - 07:00

Wakil Ketua DPRK Bireuen: “MoU Jangan Berakhir di Meja Penandatanganan, Petani Harus Jadi Penerima Manfaat Utama”

Senin, 11 Mei 2026 - 06:57

Adnen Nurdin : Pembangunan Bireuen Harus Terukur dan Tepat Sasaran, Jangan Monopoli Proyek Infrastruktur

Senin, 11 Mei 2026 - 02:36

​Polri Perketat Ruang Gerak Sindikat Judi Online Internasional

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:57

Ketua K3S Babussalam Berikan Klarifikasi, Lamsin SKD Serukan Saling Memaafkan

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:53

Mobil Dibakar Saat Subuh, Pengusaha Karet di Simalungun Diteror: “Kami Hampir Mati Terpanggang

Berita Terbaru