TPP Pegawai Daerah Dievaluasi: Efisiensi Anggaran atau Bukti Salah Kelola

- Editor

Rabu, 5 November 2025 - 04:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Redaksi Tribune Indonesia

TribuneIndonesia.com –– Gelombang evaluasi terhadap pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) kini bergulir di berbagai daerah. Dari Sumatera hingga Papua, pemerintah kabupaten dan kota ramai-ramai meninjau ulang besaran tunjangan pegawainya, setelah dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) dari pemerintah pusat mengalami penyesuaian.

Langkah ini tampak wajar di tengah tekanan fiskal. Namun, di balik kebijakan “efisiensi” tersebut, tersimpan pertanyaan besar: mengapa beban penghematan justru selalu dilimpahkan ke pegawai daerah, sementara pemborosan anggaran di pos lain sering dibiarkan?

Sejak beberapa tahun terakhir, struktur APBD banyak daerah membengkak di belanja pegawai. Dalam beberapa kasus, porsi belanja rutin bahkan menembus lebih dari 60% total anggaran, menyisakan ruang sempit untuk pembangunan publik.

Ketika pemerintah pusat menyesuaikan dana transfer baik melalui Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), maupun Dana Insentif Fiskal daerah pun kelabakan. Maka muncullah kebijakan “penyesuaian TPP” sebagai langkah cepat menambal defisit.

Padahal, TPP bukanlah bonus, melainkan instrumen kebijakan yang dirancang untuk mendorong kinerja aparatur sipil negara (ASN), menekan absensi, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bila pemotongan dilakukan tanpa perhitungan matang, semangat kerja ASN bisa tergerus, dan pelayanan publik menjadi korbannya.

Evaluasi TPP seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk melakukan reformasi struktural, bukan sekadar penghematan angka.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak jabatan administratif diisi ganda atau tidak produktif, sementara pegawai lapangan dan tenaga teknis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat justru minim penghargaan.
Ironisnya, pejabat struktural sering menerima TPP lebih besar, walau kontribusinya terhadap output publik tidak sepadan.

Inilah yang disebut oleh para pengamat sebagai “birokrasi gemuk tapi kinerja kurus.”
Evaluasi TPP akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan perombakan sistem kinerja yang lebih adil, transparan, dan berbasis capaian nyata.

Baca Juga:  ​Gerak Cepat Polsek Matuari dan Damkar Berhasil Padamkan Kebakaran di Tanjung Merah

Pemangkasan TPP demi menutup celah fiskal boleh saja dilakukan, asal didasarkan pada prinsip keadilan dan akuntabilitas.
Namun, jika hanya ASN lapis bawah yang terkena imbas, sementara pejabat elit daerah tetap menikmati fasilitas mewah, itu bukan efisiensi  itu ketimpangan.

Publik masih mencatat kasus perjalanan dinas fiktif, proyek seremonial, hingga pengadaan yang tak relevan.
Bukankah lebih logis bila efisiensi dimulai dari pos-pos pemborosan itu, bukan dari keringat pegawai pelayanan?

Kondisi ini seharusnya menjadi alarm bagi seluruh kepala daerah.
Evaluasi TPP jangan dimaknai sebagai “potongan tunjangan”, melainkan kesempatan memperbaiki manajemen kinerja dan tata kelola keuangan daerah.

Sudah saatnya pemerintah daerah:

1. Menyusun analisis jabatan dan beban kerja secara transparan;

2. Mengaitkan TPP langsung dengan indikator kinerja individu dan organisasi;

3. Menertibkan penggunaan anggaran perjalanan dan kegiatan non-produktif;

4. Melibatkan inspektorat dan publik dalam proses evaluasi agar hasilnya kredibel.

Kebijakan publik yang menyentuh hak pegawai bukan semata soal angka, tapi juga soal keadilan sosial dan moralitas pemerintahan.
Memang benar, daerah harus berhemat. Tapi berhemat tanpa arah, hanya akan mematikan semangat kerja aparatur dan memperburuk pelayanan masyarakat.

Evaluasi TPP hendaknya tidak menjadi alat pemangkasan semata, melainkan jalan menuju birokrasi yang ramping, berintegritas, dan berorientasi pada hasil.

Karena pada akhirnya, efisiensi sejati bukan diukur dari berapa banyak yang dipotong, tapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan rakyat.

Redaksi Tribune Indonesia
(Opini ini dimuat dalam edisi Rabu, 5 November 2025)

Berita Terkait

Dua Ruas Jalan di Jakarta Pusat Jadi Sorotan, Ada Apa? PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah DKI Jakarta dan Stakeholder Siapkan Langkah Strategis
Pesisir 65 Km Jadi Jalur Rawan, Pengamanan Laut Diperkuat
ASN Gugur di Jayawi jaya, Apel Kesadaran Soroti Integritas Aparatur
Sinergi Pemkot Bitung dan TP PKK: Sekolah Lansia Laskar Bintang Hadir Wujudkan Lansia Tangguh
SETAHUN KIPRAH PURBAYA YUDHI SADEWA DI KEMENKEU DAN ALASAN DI BALIK PENGGANTIANNYA
Pembayaran Asrama Mahasiswa Raja Ampat Tertunda, Dinas Pendidikan Akui Salah Input Kode Rekening
Gembleng Mental Juara PORA 2026, Taekwondo Simeulue Tuntaskan TC 10 Hari di Dojang Kodim 0115
PFM Desak Kapolda Baru Tuntaskan Dugaan Korupsi Sekretariat DPR PBD: “Itu Uang Rakyat”
Berita ini 310 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:51

Pembayaran Asrama Mahasiswa Raja Ampat di Manado, Jogja dan Manokwari  segera di bayar Pertengahan September

Selasa, 15 September 2026 - 08:03

Pembayaran Asrama Mahasiswa Raja Ampat Tertunda, Dinas Pendidikan Akui Salah Input Kode Rekening

Selasa, 15 September 2026 - 07:58

Gembleng Mental Juara PORA 2026, Taekwondo Simeulue Tuntaskan TC 10 Hari di Dojang Kodim 0115

Selasa, 15 September 2026 - 07:08

PFM Desak Kapolda Baru Tuntaskan Dugaan Korupsi Sekretariat DPR PBD: “Itu Uang Rakyat”

Senin, 14 September 2026 - 16:04

Lebih Inklusif, Perayaan HUT Negeri Aertembaga Dorong Ekonomi UMKM dan Edukasi Sejarah

Senin, 14 September 2026 - 12:42

Masyarakat Raja Ampat Kecam Dugaan Penangkapan Penyu oleh WNA Menggunakan Senapan

Senin, 14 September 2026 - 07:09

Tiga Tahun Tanpa Kepastian, GRPK Adukan Dugaan Pelanggaran Etik Penyidik Harda ke Propam Polresta Deli Serdang

Senin, 14 September 2026 - 06:50

Dispora FC Terancam Sanksi Rp90 Juta, Mainkan 12 Pemain

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Pesisir 65 Km Jadi Jalur Rawan, Pengamanan Laut Diperkuat

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:00

Pemerintahan dan Berita Daerah

ASN Gugur di Jayawi jaya, Apel Kesadaran Soroti Integritas Aparatur

Selasa, 15 Sep 2026 - 11:21