TAMPERAK dan PEPABRI Minta Sistem Desil Dikesampingkan, Utamakan Keselamatan Pasien di RS dan Puskesmas

- Editor

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang | TribuneIndonesia.com 

Ketua Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi (TAMPERAK) sekaligus Sekretaris Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (PEPABRI) Aceh Tamiang, Zulsyafri, meminta pemerintah daerah agar seluruh rumah sakit dan puskesmas di Aceh Tamiang mengutamakan pelayanan kesehatan masyarakat tanpa membeda-bedakan status kepesertaan jaminan kesehatan maupun kategori desil.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul munculnya berbagai keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan dan persoalan administrasi kepesertaan jaminan kesehatan yang belakangan menjadi perhatian publik di Aceh.

Zulsyafri menegaskan, pelayanan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang wajib dipenuhi pemerintah daerah. Karena itu, seluruh fasilitas kesehatan diminta lebih mengutamakan keselamatan dan penanganan pasien dibanding mempersoalkan administrasi pada tahap awal pelayanan.

“Kami berharap tidak ada lagi istilah desil-desilan didahulukan. Utamakan dulu kemanusiaan dan keselamatan pasien, urusan administrasi bisa diselesaikan belakangan,” tegasnya.

Sebagai Purnawirawan TNI, Zulsyafri mengaku masih memegang teguh nilai-nilai 8 Wajib TNI, khususnya poin “mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya”. Menurutnya, masyarakat yang datang dalam kondisi sakit tidak seharusnya dipersulit dengan persoalan administrasi sebelum mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga:  DLH Deli Serdang Tidak Ada Upeti, Kami Hanya Keluarkan Rekomendasi Sesuai Aturan

Ia juga meminta Bupati Aceh Tamiang memastikan masyarakat yang seharusnya masuk kategori desil 1 hingga 5, namun masih tercatat pada desil 8 sampai 10, tetap memperoleh pelayanan kesehatan hingga proses perbaikan data selesai dilakukan.

“TAMPERAK, PEPABRI, dan masyarakat berharap rumah sakit maupun puskesmas tetap melayani pasien pengguna Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), termasuk masyarakat yang masuk kategori desil 8 hingga 10,” ujarnya.

Menurut Zulsyafri, JKA bukan sekadar program pelayanan biasa, melainkan hak dasar masyarakat Aceh yang telah lama diperjuangkan dan menjadi fondasi pelayanan kesehatan di daerah sebelum kemudian diadopsi pemerintah pusat melalui sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Selain itu, ia meminta seluruh tenaga kesehatan, manajemen rumah sakit, hingga petugas pelayanan puskesmas agar tidak mempersulit masyarakat yang datang berobat, terutama pasien yang membutuhkan penanganan cepat dan darurat.

“Kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai warga datang dalam kondisi sakit malah dibebani terlebih dahulu dengan persoalan administrasi,” tutupnya.

Berita Terkait

Cak Imin Sentil Kader PKB: Jangan Terlena Kekuasaan, Kuasai Media Sosial dan Hadir untuk Rakyat
Hampir Sepekan Berpolemik, Nasib Dokter Laura di RSUD Raja Ampat Temukan Titik Terang
Tragedi Senin Pagi di Gayo Lues: 22 Rumah, Mushala, dan Balai Adat Ludes Terbakar
Laporan Hotline Kapolda Sumut Berujung Penangkapan, Enam Paket Diduga Sabu Diamankan di Sidodadi
Ruko Toko Roti Rida di Batu Bara Ludes Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting
Bank Aceh Dorong Perluasan Ekosistem Pembayaran Digital, Merchant QRIS Tembus 25.748
KAL Patola VIII-27 Dikerahkan dalam Operasi SAR Kapal MT Mika Zain Terbakar di Perairan Bitung
Destinasi Wisata Kota Batu Kecamatan Simtim Kabupaten Simeulue Dipadati Wisatawan Lokal Saat Hari Reha
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:06

25 Bangunan Terbakar di Telege Jernih, 23 Kepala Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

Senin, 2 November 2026 - 15:18

Melayani Sepenuh Hati, Hutama Karya Ajak Pengguna Jalan Jaga Kebersihan Rest Area demi Kenyamanan Bersama

Senin, 2 November 2026 - 10:44

Hampir Sepekan Berpolemik, Nasib Dokter Laura di RSUD Raja Ampat Temukan Titik Terang

Senin, 2 November 2026 - 10:13

Tragedi Senin Pagi di Gayo Lues: 22 Rumah, Mushala, dan Balai Adat Ludes Terbakar

Senin, 2 November 2026 - 06:54

Gotong Royong Rampung, Jalan Darurat Natam-Darul Hasanah Kembali Bisa Dilalui Kendaraan

Senin, 2 November 2026 - 03:20

Bukan Sekadar Tilang, Polres Bireuen Ajak Warga Jadi Pelopor Keselamatan Lewat Operasi Patuh Seulawah 2026

Senin, 2 November 2026 - 02:07

Kapolres Bireuen Ajak Siswa SMAN 1 Bireuen Jadi Pelopor Kamtibmas dan Keselamatan Berlalu Lintas

Senin, 2 November 2026 - 00:50

Kawal Hak Sipil Warga Keturunan Filipina, Korlap Sartika Manuel Apresiasi Langkah Kemenkumham dan Pemkot Bitung

Berita Terbaru