Bitung | Tribuneindonesia.com – Program ketahanan pangan nasional mendapatkan suntikan komitmen kuat dari wilayah utara Sulawesi saat jajaran Forkopimda Kota Bitung berkumpul di tengah hamparan hijau Kelurahan Sagerat Weru Dua, Kecamatan Matuari.
Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., bersama Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E., dan Kajari Bitung Erwin Widihantono, S.H., M.H., secara terpadu mengikuti agenda strategis nasional yang disiarkan langsung via Zoom Meeting pada Sabtu (16/5/26).
Agenda virtual yang diikuti dari pusat pertanian Kota Bitung tersebut bukan sekadar seremoni biasa, melainkan rangkaian perwujudan visi negara.
Kegiatan ini mencakup Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II, Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri, hingga Launching Operasional 166 Satuan Pelayanan Pangan dan Gizi (SPPG) Polri yang menandai babak baru kemandirian sektor pangan.
Hamparan lahan produktif seluas kurang lebih 1,5 hektare di Kecamatan Matuari menjadi saksi bisu bagaimana otoritas lokal dan masyarakat melebur dalam semangat yang sama.
Berlangsung interaktif mulai pukul 15.00 Wita hingga 16.20 Wita, atmosfer di lokasi penanaman jagung tersebut berjalan dengan sangat aman, tertib, dan sarat akan nuansa gotong royong.
Di tingkat pusat, pergerakan masif ini dikomandoi langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang didampingi Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.
Kehadiran pucuk pimpinan tertinggi negara ini menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan pilar strategis dalam menyokong target besar swasembada pangan total pada tahun 2026.
Sinergitas di lapangan juga terlihat sangat solid dengan hadirnya berbagai pemangku kepentingan daerah yang memadati lokasi kegiatan.

Mulai dari perwakilan Dandim 1310/Bitung, Kepala Gudang Bulog Bitung, Wakapolres Bitung, jajaran Pemerintah Kecamatan Matuari, pejabat utama Polres Bitung, para Kapolsek, perwakilan Dinas Pertanian, hingga para pejuang pangan setempat yang tergabung dalam Kelompok Tani Sagerat Weru Dua.
Guna menghidupkan suasana dan mengapresiasi kearifan lokal, rangkaian acara di lokasi diawali dengan sambutan hangat, pembukaan resmi, serta doa bersama demi keberhasilan panen.
Tidak kalah menarik, penampilan tarian panen jagung tradisional turut menyemarakkan acara sebelum masuk ke sesi pemaparan resmi oleh Kapolri serta penayangan video progres swasembada pangan bentukan Korps Bhayangkara.
Puncak acara virtual diisi dengan amanat langsung dari Presiden RI yang kemudian dilanjutkan dengan peresmian operasional 166 SPPG Polri secara nasional.
Sebagai penutup momentum bersejarah di akhir pekan tersebut, seluruh pejabat daerah dan kelompok tani yang hadir melakukan sesi foto bersama di tengah area persawahan.
Dalam pidatonya yang disimak dengan saksama oleh peserta di Bitung, Presiden Prabowo Subianto melontarkan target optimistis bahwa Indonesia harus menyudahi kebijakan impor jagung pada tahun 2026.
Langkah berani ini diambil guna memastikan kedaulatan ekonomi dan pangan bangsa berada sepenuhnya di tangan rakyat sendiri.
Lebih lanjut, Kepala Negara memberikan penghormatan tinggi kepada para petani di seluruh pelosok negeri yang dinilainya sebagai warga negara paling setia dan patriotik.
Menurut Presiden, para petani adalah garda terdepan sejati yang menjaga stabilitas perut bangsa di tengah ketidakpastian global.
Apresiasi khusus juga dialamatkan Presiden kepada institusi Polri yang dinilai inovatif karena mau mengambil peran aktif di luar fungsi penegakan hukum konvensional.
Keterlibatan Polri dalam membangun ekosistem ketahanan pangan melalui gudang logistik dan SPPG dipandang sebagai investasi penting menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.
Menanggapi arahan pusat, Kapolres Bitung AKBP Albert Zai menegaskan bahwa keterlibatan kepolisian dalam urusan pangan adalah wujud nyata dari pengabdian sosial yang menyentuh langsung aspek kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, stabilitas keamanan suatu daerah sangat berkelindan erat dengan kemandirian pemenuhan kebutuhan dasar warganya.
”Polri hadir untuk mendukung program strategis nasional ini. Melalui kolaborasi erat bersama pemerintah daerah, kejaksaan, TNI, dan kelompok tani, kami optimis cita-cita swasembada pangan 2026 dapat tercapai dari Bitung untuk Indonesia. Ketahanan pangan yang kuat akan melahirkan masyarakat yang sejahtera dan mandiri,”
pungkas AKBP Albert Zai sebelum menutup kegiatan yang berjalan kondusif tersebut. (kiti)
















