Satu Bulan Pasca Banjir Bandang, Sampah Masih Menumpuk di Kota Langsa

- Editor

Sabtu, 27 Desember 2025 - 04:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langsa | TribuneIndonesia.com

Satu bulan telah berlalu sejak banjir bandang melanda Kota Langsa. Namun, jejak bencana itu belum sepenuhnya hilang dari ruang-ruang publik. Sampah yang menumpuk dan selokan yang tertimbun lumpur masih menjadi pemandangan sehari-hari di sejumlah ruas jalan utama kota. Kondisi ini bukan hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga memicu kembali genangan air setiap kali hujan turun, meski hanya sebentar.
Di beberapa titik strategis seperti Jalan Syiah Kuala, Jalan Teuku Umar, Jalan Rel, Jalan T M. Bahrum, Jalan Sudirman, hingga kawasan Jalan Iskandar Muda (Toko Belakang), genangan air dengan cepat muncul saat hujan. Air hujan yang seharusnya mengalir lancar justru tertahan oleh tumpukan sampah dan sedimentasi lumpur yang menutup saluran drainase. Akibatnya, ruas jalan kembali berubah menjadi kubangan, mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas.

Warga setempat mengeluhkan lambannya penanganan pascabanjir. Mereka menilai upaya pembersihan yang dilakukan sejauh ini belum menyentuh akar persoalan. Sampah rumah tangga, sisa material banjir, serta lumpur yang mengendap di selokan belum diangkut secara menyeluruh. Di beberapa lokasi, sampah bahkan menumpuk di badan jalan, mempersempit ruang kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Banjir bandang yang terjadi sebulan lalu seharusnya menjadi momentum evaluasi serius bagi pengelolaan lingkungan dan sistem drainase Kota Langsa. Namun, kondisi lapangan menunjukkan bahwa pekerjaan rumah itu masih jauh dari tuntas. Jika situasi ini dibiarkan berlarut-larut, potensi banjir susulan akan terus mengintai, terlebih di tengah intensitas hujan yang masih tinggi.

Baca Juga:  Pemerintah Gampong Matang Perlak Salurkan BLT DD Ekstrem untuk Warga Kurang Mampu Jelang Lebaran

Selain persoalan teknis, masalah ini juga menyentuh aspek tata kelola dan kesadaran kolektif. Pemerintah daerah dituntut untuk lebih sigap dan terukur dalam melakukan pembersihan pascabanjir, tidak hanya bersifat seremonial atau temporer. Pembersihan drainase harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengangkutan lumpur hingga normalisasi aliran air. Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan berperan aktif dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran air.

Kondisi genangan yang berulang bukan hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Air yang tergenang bercampur sampah dapat menjadi sarang penyakit, terutama bagi anak-anak dan lansia. Bau tidak sedap serta lingkungan yang kotor turut memperburuk kualitas hidup warga di kawasan terdampak.
Satu bulan pascabanjir bandang, Kota Langsa seolah masih berkutat dengan sisa-sisa bencana yang belum tertangani secara optimal. Masyarakat berharap pemerintah kota segera mengambil langkah konkret dan berkelanjutan agar persoalan sampah dan drainase tidak terus menjadi sumber banjir berulang. Tanpa penanganan serius, setiap hujan sekecil apa pun, akan selalu membawa kekhawatiran baru bagi warga Langsa. (Cf)

Berita Terkait

PERWAL : Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Langsa, Antara Gebrakan Awal dan Ujian Bencana
TAMPERAK : Jika Tak Mampu Tuntaskan Jadup, Plt Kadinsos Aceh Tamiang Sebaiknya Diganti Saja
Bayi 3 Minggu Diduga Tewas di Tangan Ayah Kandung, Luka Kecil yang Mengguncang Hati Nurani
Babinsa Hadir Dukung Pendidikan, SMK Magadha 1 Gianyar Siap Cetak Generasi Unggul
Setengah Abad Mengabdi, Dilepas Tanpa Negara Ketidakpedulian Camat Hamparan Perak dan Kades Bulu Cina Dipertanyakan
PEMILIHAN KETUA OSIS SMP NEGERI 1 MANYAK PAYED JADI IMPLEMENTASI P5 TEMA SUARA DEMOKRASI
Arief Martha Rahadyan Serahkan Wakaf Al-Qur’an di Bogor, Dorong Penguatan Pendidikan Pesantren
*Tolak Persidangan Online, Kuasa Hukum Kadri Amin Minta Persidangan Secara Langsung di Pengadilan Tipikor*
Berita ini 125 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:55

Dankodaeral VIII Hadiri Upacara Hardiknas 2026, Gubernur Yulius: Pendidikan Harus Adaptif

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:24

​Miris, Dua Pelajar di Bitung Terjaring Tim Tarsius Saat Hendak Tawuran Antar Kampung

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:59

Rayakan Hari Buruh Internasional, Pelindo Regional 4 Bitung Komitmen Melangkah Maju Bersama Pekerja

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:16

Wujudkan Pendidikan Bermutu, Jajaran Polres Bitung dan Bhayangkari Beri Ucapan Spesial

Sabtu, 2 Mei 2026 - 03:39

Hardiknas 2026: Pemkot Bitung Perkuat Komitmen Pendidikan Inklusif Demi Cetak Generasi Berkarakter

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:43

​Akhiri Perseteruan, Pemuda Pateten Satu dan Kampung Unyil Sepakat Berikrar Damai

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:12

Sinergi Pemkot dan Polres Bitung Kawal Keberangkatan Calon Tamu Allah Menuju Asrama Haji

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:22

Gema Keadilan dari Mimbar Agung: Pesan Menyentuh Ustadz Jufri Naki di Hari Buruh

Berita Terbaru