Medan I TribuneIndonesia.com
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Jaringan Pergerakan Masyarakat Bawah (Jaga Marwah), Edison Tamba mendesak Polda Sumatera Utara dan Polrestabes Medan segera melakukan penggerebekan dan penyegelan terhadap Tempat Hiburan Malam (THM) Platinum High KTV di Kompleks Mega Com, Jalan Kapten Muslim Dalam, Kecamatan Medan Helvetia. Desakan ini disampaikan menyusul temuan peredaran narkoba jenis ekstasi (Inex) di lokasi tersebut melalui investigasi sejumlah wartawan Medan, Senin (18/8/2025).
“Jika memang benar ada narkotika di sana, kepolisian wajib menutup tempat itu. Narkoba adalah racun yang menghancurkan generasi muda,” tegas Edison Tamba yang akrab disapa Edoy.
Edoy juga mengapresiasi kinerja Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, yang sebelumnya sukses menutup sejumlah THM bermasalah. Ia meyakini langkah tegas serupa dapat dilakukan terhadap Platinum High KTV.
“Polisi jangan lagi mentolerir tempat hiburan malam yang menjadi sarang narkoba. Kalau dibiarkan berlarut, anak-anak muda kita bisa rusak,” ujarnya.
Suasana Mencurigakan di Dalam KTV
Hasil penelusuran wartawan menggambarkan suasana Platinum High KTV yang mencemaskan. Setiap akhir pekan maupun hari libur, ratusan anak muda memenuhi area parkir dan ruang karaoke. Ironisnya, banyak di antaranya tampak masih sangat belia, bahkan ada yang diduga baru tamat sekolah menengah pertama.
Di dalam ruangan karaoke, pengunjung terlihat dalam kondisi mabuk berat. Namun mabuk tersebut tidak sepenuhnya menyerupai efek alkohol, melainkan lebih mirip pengaruh zat berbahaya.
Kecurigaan itu semakin kuat saat wartawan yang menyamar sebagai pengunjung ditawari pil ekstasi oleh seorang pramusaji perempuan. Dengan santai ia menawarkan, “Beli O bang, satu Rp300 ribu.” Tidak lama berselang, tawaran serupa datang dari pramusaji pria dengan nada serupa, “Mau beli O bang, biar tinggi.”
Praktik terang-terangan ini memperlihatkan betapa peredaran narkoba di Platinum High KTV bukanlah hal baru. Bahkan terkesan sudah menjadi “menu tambahan” yang biasa ditawarkan kepada tamu.
Generasi Muda di Ujung Bahaya
Pemandangan makin memprihatinkan ketika tim wartawan hendak keluar. Puluhan anak muda terlihat teler hingga harus dibopong oleh teman atau pasangannya. Suara dentuman musik DJ bercampur teriakan pengunjung yang nyaris menenggelamkan suara speaker, menambah kesan betapa bebasnya narkoba dan alkohol menguasai tempat itu.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah aparat benar-benar tidak mengetahui aktivitas ilegal yang begitu nyata di sana?
Edoy menegaskan, aparat penegak hukum tidak boleh lagi menutup mata. “Kalau polisi serius, tempat itu seharusnya sudah lama ditutup. Jangan tunggu generasi muda kita jadi korban lebih banyak,” katanya.
Harapan pada Aparat
Temuan ini diharapkan menjadi alarm keras bagi pihak kepolisian untuk segera bertindak. Sebab, jika Platinum High KTV terus beroperasi dengan bebas, maka semakin banyak remaja yang terjerumus dalam lingkaran hitam narkoba.
Masyarakat pun berharap, desakan aktivis dan bukti investigasi wartawan cukup menjadi dasar bagi kepolisian untuk melakukan penggerebekan serta menindak tegas siapa pun yang terlibat di balik bisnis gelap tersebut.
Ilham Gondrong