Pertemuan Penyelesaian Jalan Amblas di Desa Paya Awe Disepakati

- Editor

Senin, 29 September 2025 - 10:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang | TribuneIndonesia.com

Permasalahan jalan amblas di Desa Paya Awe, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, akhirnya menemukan titik terang. Sebuah pertemuan resmi antara masyarakat, aparatur desa, dan pihak perusahaan berlangsung dalam suasana terbuka, menghasilkan kesepakatan untuk segera menyelesaikan persoalan yang selama ini menjadi keluhan warga.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah unsur penting, di antaranya Ridwan selaku Mukim Paya Awe, Datok Paya Awe, perwakilan masyarakat setempat, Kasubag Humas PTPN IV Regional 6 Muhammad Febriansyah, ST., MM, Apu Kebun Lama Ilham Penemas beserta Staf dan staf Balai jalan negara Wilayah Aceh. Kehadiran para pihak menunjukkan adanya komitmen bersama untuk mencari solusi terbaik demi kepentingan masyarakat.

Ridwan, Mukim Paya Awe, dalam forum itu menegaskan bahwa jalan yang amblas bukan hanya sekadar kerusakan fisik, melainkan sudah berdampak langsung terhadap kehidupan warga. “Jalan ini merupakan akses vital masyarakat. Anak-anak sekolah, petani yang membawa hasil panen, hingga pedagang yang keluar masuk desa, semuanya terhambat. Karena itu penyelesaiannya tidak bisa ditunda lagi,” ujar Ridwan dengan nada serius.

Datok Paya Awe juga menambahkan bahwa kondisi jalan yang rusak parah kerap menimbulkan risiko kecelakaan. Menurutnya, beberapa warga bahkan harus memutar jauh untuk bisa sampai ke pasar atau fasilitas kesehatan. “Kami berharap setelah pertemuan ini ada langkah nyata, bukan hanya sekadar janji. Masyarakat sudah lama menunggu kepastian,” tegasnya.

Dari pihak perusahaan, Febri selaku Kasubag Humas PTPN IV Regional 6 menyampaikan bahwa perusahaan tidak menutup mata terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat sekitar. Ia menegaskan komitmen PTPN IV untuk turut berkontribusi dalam penyelesaian masalah ini. “Kami hadir bukan hanya sebagai perusahaan yang beroperasi di sini, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat. Apa yang menjadi kepentingan warga adalah juga perhatian kami,” jelasnya.

Baca Juga:  AWDI &GWI Desak Audit Dana Bos SDN Pasanggrahan, Dugaan Penyimpangan Menguat

Sementara itu, Ilham Tanamas dari Apu Kebun Lama menilai pertemuan ini sebagai langkah positif. Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara warga, pemerintah desa, dan pihak perusahaan adalah kunci dalam menyelesaikan persoalan yang cukup lama dikeluhkan. “Kita tidak ingin masalah jalan amblas ini berlarut-larut. Semakin lama ditunda, dampaknya semakin besar,” katanya.

Masyarakat yang hadir dalam forum itu tampak antusias dengan adanya kesepakatan bersama. Mereka berharap tindak lanjut dari hasil pertemuan benar-benar diwujudkan dalam waktu dekat. Salah seorang perwakilan masyarakat menyebutkan bahwa warga siap bergotong royong membantu perbaikan, selama ada dukungan nyata dari pihak terkait.

Kesepakatan yang tercapai mencakup pembagian tanggung jawab antara pihak desa, masyarakat, dan perusahaan. Meski detail teknis belum sepenuhnya diputuskan, namun semua pihak sepakat untuk segera membentuk tim kecil yang akan memantau dan memastikan pekerjaan berjalan sesuai kebutuhan lapangan.

Pertemuan terkait jalan di Desa Paya Awe ini menjadi bukti bahwa persoalan besar bisa diselesaikan dengan duduk bersama. Jalan amblas yang selama ini menjadi momok bagi warga akhirnya menemukan titik terang melalui komunikasi yang konstruktif.

“Ini langkah awal. Kami menunggu realisasinya, karena yang kami inginkan hanyalah jalan yang bisa dipakai dengan aman dan nyaman,” tutup Datok Paya Awe.

Warga berharap, setelah kesepakatan ini, proses perbaikan dapat segera dimulai sehingga aktivitas masyarakat kembali normal. Ke depan, mereka juga meminta agar ada perawatan berkala, sehingga jalan tidak kembali mengalami kerusakan serupa. (Ct75)

Berita Terkait

Manuver Politik di Tengah Krisis: Analisis Reputasi Ruslan Daud dalam Pemulihan Pascabencana Bireuen
Warga Tualang Baro Butuh Pemimpin Transparan demi Percepatan Perubahan Desa
P2BMI Desak Usut Dugaan Rangkap Jabatan Kadus Sena
Ratusan Warga Aceh Tamiang Protes Status TMK, Desak Audit Ulang Data Korban Banjir
Ruas Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung Ditutup Sementara Mulai 9 Februari 2026
Dari Calang ke Panggung Nasional: Jejak Rijalul Maula di Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026
Selamat memperingati Hari Pers Nasional 2026
ACEH Polri terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat
Berita ini 33 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 15:18

Deklarasi Pers Nasional 2026 Tegaskan Penolakan terhadap Kriminalisasi Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 13:14

PTUN Jakarta Tegaskan Gugatan Kubu Murjoko Gugur, Legalitas PSHT di Bawah Kepemimpinan Taufiq Tak Terbantahkan

Senin, 9 Februari 2026 - 12:35

​KPK Bongkar Skandal Jalur Merah Bea Cukai, Direktur P2 dan Lima Orang Ditetapkan Tersangka

Senin, 9 Februari 2026 - 08:32

Ketua DPC Demokrat Bireuen : H. T. Ibrahim Kader yang Tumbuh dari Bawah dan Loyal terhadap Partai

Senin, 9 Februari 2026 - 06:55

Jejak Sejarah, Menelusuri Akar Kelahiran Hari Pers Nasional

Senin, 9 Februari 2026 - 02:27

Wagub Aceh Ambil Alih Kendali, Polemik Huntara Bireuen Resmi Diakhiri

Senin, 9 Februari 2026 - 01:58

​Jaga Kondusivitas Wilayah, Tim PANTERA Polsek Matuari Sambangi Markas Manguni Muda

Minggu, 8 Februari 2026 - 11:56

Polemik Aksi PSHT Di Madiun Membuka Mata Publik, Negara Diam Kebenaran Berbicara

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x