Percepat Pemulihan Pascabencana, Pemkab Bireuen dan FH Indonesia Salurkan Bantuan Non Tunai Serta Perkuat Akses Air Bersih

- Editor

Sabtu, 7 Februari 2026 - 01:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN/Tribuneindonesia.com

Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama Yayasan Fondasi Hidup (FH Indonesia) meresmikan serah terima simbolis Bantuan Non Tunai (BaNTu) atau Multi-Purpose Cash (MPC) bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Kecamatan Peusangan. Jumat 6 Februari 2026 sore

Melalui proyek Aceh Relief Integrated Support in Emergency (ARISE) yang didukung oleh Tearfund Netherlands, FH Indonesia menyalurkan Bantuan Tunai Multiguna (BanTu) kepada ribuan Kepala Keluarga (KK) di Meunasah Desa Pante Lhong Kecamatan Peusangan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian upaya pemulihan ekonomi dan kesehatan masyarakat pascabencana.

Bupati Bireuen, Mukhlis, ST, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi yang terjalin. “Program ini dilaksanakan melalui tahapan yang terencana, transparan, dan akuntabel. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga memberikan ruang bagi para penyintas untuk memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri dan bermartabat,” ujar Bupati.

Adapun capaian dari Program Bantuan Non Tunai (BaNTu) FH Indonesia bekerja sama dengan Bank Aceh Syariah Cabang Bireuen ini adalah untuk menyalurkan bantuan kepada total 1.612 penerima manfaat di tujuh desa terdampak. Distribusi telah dimulai sejak akhir Januari 2026 dengan rincian desa sebagai berikut:
• Desa Kapa: 105 penerima.
• Desa Pante Pisang: 196 penerima.
• Desa Blang Panjoe: 120 penerima.
• Desa Raya Tambo: 224 penerima.
• Desa Tanjong Paya: 195 penerima.
• Desa Raya Dagang: 381 penerima.
• Desa Pante Lhong: 314 penerima.
• Susulan: 77 penerima (dijadwalkan minggu kedua Februari 2026).

Proses seleksi dilakukan secara ketat melalui tiga tahap verifikasi, termasuk kunjungan rumah ke rumah untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Intervensi AMPL di Kecamatan Kuta Blang Selain bantuan tunai, FH Indonesia melalui mitra YEU (Yayasan Emergency Unit) juga mengimplementasikan program Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) di Kecamatan Kuta Blang.

Baca Juga:  H Ruslan Daud Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Aceh

Langkah ini diambil guna merespons tingginya risiko penyakit berbasis lingkungan pascabencana.
Hingga Januari 2026, beberapa capaian fisik AMPL meliputi:
• Penyaluran 20.000 liter air bersih ke desa-desa terdampak.
• Pembangunan dan perbaikan unit water tank di Desa Ujong Blang dan Desa Blang Mee.
• Pendataan 2.500 penerima manfaat menggunakan pendekatan inklusif (SADDD) yang mencakup lansia, disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.

Dalam kesempatan ini, FH Indonesia memberikan perhatian khusus pada aspek inklusivitas. Terdapat tambahan bantuan sebesar Rp250.000 bagi penerima manfaat yang merupakan penyandang disabilitas atau memiliki anggota keluarga dengan disabilitas.

“Bantuan ini tentu tidak dapat menggantikan segala hal yang hilang akibat bencana, namun kami berharap dapat sedikit meringankan beban masyarakat,” ujar Direktur Nasional FH Indonesia, Effendy Arritonang, dalam sambutannya di Bireuen.

Ia menambahkan bahwa bantuan ini diharapkan menjadi “benih harapan” agar masyarakat tetap kuat dan mampu bangkit kembali dari masa sulit.

Rencana Tindak Lanjut Ke depan, program ini akan mendistribusikan 2.500 paket Hygiene Kits dan alat kebersihan komunal ke 50 dusun di Kecamatan Kuta Blang. Selain itu, promosi kesehatan akan dilakukan secara masif untuk menjangkau sekitar 10.000 individu guna memperkuat ketangguhan kesehatan masyarakat.

Bupati Bireuen menegaskan komitmen pemerintah untuk terus membuka ruang kolaborasi lintas sektor. “Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat adalah fondasi utama dalam mempercepat pemulihan Bireuen yang lebih tangguh dan sejahtera,” tutupnya.

Berita Terkait

Tim Sepak Bola Kecamatan Kota Juang berhasil Final Piala Bupati Bireuen
Cegah Penyalahgunaan Medsos, Judol dan Pinjol, Propam Polres Bireuen Sidak HP Personel
BREAKING NEWS! APBD Perubahan Raja Ampat Disahkan, Mansur Shadan: Setiap Rupiah Harus Berdampak ke Rakyat
Dibantah Kepala Satpol PP, Endi Tetap Bawa Dugaan Ancaman Wartawan ke Polda PBD”.
UBHARA JAYA RAYAKAN DIES NATALIS KE-31, 497 LULUSAN DILANTIK  
GEGER! Kantor Desa Paya Metah Karang Baru Diduga Numpang di Rumah Pribadi Datok, Dana Sewa Kemana?
Eks GAM Denmark: Aceh Harus Melegalisasi Izin Tambang Emas Rakyat
WANITA: YANG MEMBENTUK ARAH KEHIDUPAN
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:41

BREAKING NEWS! APBD Perubahan Raja Ampat Disahkan, Mansur Shadan: Setiap Rupiah Harus Berdampak ke Rakyat

Selasa, 29 September 2026 - 13:57

Dibantah Kepala Satpol PP, Endi Tetap Bawa Dugaan Ancaman Wartawan ke Polda PBD”.

Selasa, 29 September 2026 - 13:34

Target Pendapatan Naik, Saparuda IB Soroti Kemampuan Keuangan RSUD Datu Beru

Selasa, 29 September 2026 - 11:02

JALAN NASIONAL DESA KUNING I ACEH TENGGARA HANCUR LEBUR BAK KUBANGAN KERBAU, LSM KPK-RI SEMPROT TEGAS KINERJA BPJN

Selasa, 29 September 2026 - 08:07

Pasca Bencana, Anggaran Setdakab Aceh Tengah Bertambah Rp4,3 Miliar, Abdan Sakura Soroti Sejumlah Pos Belanja

Selasa, 29 September 2026 - 07:25

GEGER! Kantor Desa Paya Metah Karang Baru Diduga Numpang di Rumah Pribadi Datok, Dana Sewa Kemana?

Selasa, 29 September 2026 - 05:22

Selamat datang Peserta Pendidikan dan Pelatihan Laskar Gerindra Kabupaten Simeulue Tahun 2026.

Selasa, 29 September 2026 - 04:42

APBK-P Aceh Tengah 2026 Naik Rp121 Miliar, Aktivis Gayo Pertanyakan Arah Kebijakan Pemulihan Pascabencana

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Rumah Data Disiapkan, bilangan Nominal Masih Terpecah

Selasa, 29 Sep 2026 - 23:41