Narapidana Narkotika Dipindahkan Tanpa Dokumen, Keluarga Kecewa Kinerja Lapas Pancur Batu

- Editor

Kamis, 18 Desember 2025 - 13:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

DELI SERDANG |TribuneIndonesia.com-Dugaan pemindahan narapidana tanpa kelengkapan dokumen kembali mencoreng wajah lembaga pemasyarakatan. Seorang narapidana kasus narkotika bernama Beny Butar-butar, warga Jalan Cengkeh Raya, Simalingkar, dilaporkan dipindahkan dari Lapas Kelas IIA Pancur Batu ke Lapas Kelas IIA Pematang Raya, Siantar, tanpa disertai dokumen resmi yang jelas.

Beny Butar-butar sebelumnya menjalani hukuman di Lapas Kelas IIA Pancur Batu berdasarkan putusan pengadilan dengan masa pidana 5 tahun 6 bulan penjara. Hingga Desember 2025, Beny telah menjalani masa hukuman selama 3 tahun 10 bulan.

Pihak keluarga menyebutkan, Beny telah mengikuti Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) di Lapas Kelas IIA Pancur Batu, dengan hasil putusan bahwa yang bersangkutan dijadwalkan bebas pada Januari 2026. Namun, tanpa pemberitahuan yang jelas kepada keluarga, Beny justru dipindahkan ke Lapas Kelas IIA Pematang Raya, Siantar.

Merasa janggal, pihak keluarga mendatangi Lapas Kelas IIA Pematang Raya pada 16 Desember 2025 untuk meminta penjelasan. Namun pihak lapas menyatakan bahwa Beny harus mengulang Sidang TPP di Lapas Pematang Raya, seolah-olah sidang sebelumnya tidak pernah ada.

“Kami sangat terkejut. Sidang TPP sudah dilakukan di Pancur Batu, tapi di sini dibilang harus sidang ulang. Dokumen pemindahan juga tidak pernah kami lihat,” ungkap salah satu anggota keluarga dengan nada kecewa.

Baca Juga:  Satgas TMMD Saluran Pipa, demi Kelancaran Infrastruktur Jalan.

Lebih memprihatinkan, keluarga mengaku mendapat perlakuan kurang pantas dari oknum petugas Lapas Kelas IIA Pematang Raya. Petugas tersebut disebut menyampaikan pernyataan dengan nada arogan bahwa keputusan tersebut merupakan kebijakan internal lapas.

“Petugas bilang, itu keputusan kami, itu peraturan kami. Tidak ada penjelasan hukum yang jelas,” ujar keluarga.

Merasa tidak mendapat keadilan, pihak keluarga kemudian mendatangi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara di Tanjung Gusta, Medan. Keluarga diterima oleh Kepala Tim Pembinaan, Josua. Namun hasil pertemuan tersebut kembali mengecewakan.

Pihak Kanwil menyatakan bahwa persoalan pemindahan narapidana sepenuhnya merupakan wewenang Lapas Kelas IIA Pancur Batu, tanpa memberikan rekomendasi, teguran, maupun solusi konkret atas dugaan pelanggaran prosedur yang terjadi.

“Kami bingung harus mengadu ke mana lagi. Setidaknya Kanwil bisa memberikan teguran atau rekomendasi. Jangan dibiarkan seperti ini,” tegas pihak keluarga.

Kasus ini memunculkan tanda tanya besar terkait prosedur pemindahan narapidana, transparansi administrasi, serta kepastian hukum bagi warga binaan dan keluarganya. Hingga berita ini diturunkan, pihak Lapas Kelas IIA Pancur Batu belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pemindahan Beny Butar-butar tanpa dokumen yang jelas.

(Tim)

Berita Terkait

Dugaan Suap Proyek RSUD Djoelham Binjai, Rp300 Juta Disebut Menguap Tanpa Pekerjaan
Kepala SMA Negeri 2 Lawe Sigala-Gala Membangkang Sidang KIA, Terancam Sanksi Administratif hingga Pidana UU KIP
Korupsi Proyek Waterfront City Danau Toba Meledak, GM BUMN Ikut Ditahan, Negara Rugi Rp13 Miliar
Sekolah Rakyat Berdiri di Tanah Sengketa, Pemko Medan Diduga Abaikan Proses Hukum
Kejari Aceh Tenggara Lantik Tiga Pejabat Eselon IV, Kajari Tegaskan Komitmen Kejaksaan Modern dan Profesional
Tahanan kabur di Pengadilan Negri Lubuk Pakam, Cipayung Plus desak pencopotan pejabat
Dua Kali Jadi Korban Pencurian, Mansyur Tarigan Malah Duduk di Kursi Terdakwa
Kebakaran Tewaskan Dua Pegawai Lapas Labuhan Bilik, Keluarga Soroti Dugaan Kekerasan
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 15:18

Deklarasi Pers Nasional 2026 Tegaskan Penolakan terhadap Kriminalisasi Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 13:14

PTUN Jakarta Tegaskan Gugatan Kubu Murjoko Gugur, Legalitas PSHT di Bawah Kepemimpinan Taufiq Tak Terbantahkan

Senin, 9 Februari 2026 - 12:35

​KPK Bongkar Skandal Jalur Merah Bea Cukai, Direktur P2 dan Lima Orang Ditetapkan Tersangka

Senin, 9 Februari 2026 - 08:32

Ketua DPC Demokrat Bireuen : H. T. Ibrahim Kader yang Tumbuh dari Bawah dan Loyal terhadap Partai

Senin, 9 Februari 2026 - 06:55

Jejak Sejarah, Menelusuri Akar Kelahiran Hari Pers Nasional

Senin, 9 Februari 2026 - 02:27

Wagub Aceh Ambil Alih Kendali, Polemik Huntara Bireuen Resmi Diakhiri

Senin, 9 Februari 2026 - 01:58

​Jaga Kondusivitas Wilayah, Tim PANTERA Polsek Matuari Sambangi Markas Manguni Muda

Minggu, 8 Februari 2026 - 11:56

Polemik Aksi PSHT Di Madiun Membuka Mata Publik, Negara Diam Kebenaran Berbicara

Berita Terbaru