Kepala Sekolah SDN 101928 Rantau Panjang di Duga Pungli :Pensi Berujung Tekanan, Orang Tua Nelayan Menjerit, Cangkul Melayang Ijzah Dipertaru

- Editor

Senin, 26 Mei 2025 - 16:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deliserdang I Tribune indonesia.com

 Dunia pendidikan kembali tercoreng. Kepala Sekolah SDN 101928 Rantau Panjang, Muhammad Saleh, S.Pd, diduga kuat melakukan pungutan liar terhadap orangtua siswa kelas 6 dengan alasan pelaksanaan Pentas Seni (Pensi). Ironisnya, kegiatan ini justru menimbulkan keresahan, tekanan psikologis, bahkan intimidasi.

Pungutan liar itu awalnya dibicarakan dalam rapat orangtua sebesar Rp 280.000 per siswa, kemudian diturunkan menjadi Rp 160.000. Namun nominal itu tetap terasa mencekik, terutama bagi para orangtua yang hidup dalam garis kemiskinan—mayoritas bekerja sebagai nelayan di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang.

Seorang wali murid berinisial A, tak kuasa membendung kesedihan. “Saya bingung, saya hanya nelayan. Anak saya jadi malu, takut tak dapat ijazah hanya karena tak bisa bayar Pensi,” ujarnya lirih.

Lebih parah, wali murid inisial J mengaku terpaksa menggunakan uang berobat untuk membayar pungutan. “Kami dipaksa bayar. Anak saya bilang, kalau tak bayar, ijazah bisa ditahan. Ini kata guru Ilham dan Yunus,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya.

Saat dikonfirmasi, Muhammad Saleh S.Pd tak ada di sekolah. Awak media mencoba menghubungi lewat SMS, namun hanya mendapat jawaban berbelit.

Ketika ditemui di rumahnya yang hanya 1 km dari sekolah, suasana berubah tegang. Alih-alih memberi klarifikasi, Kepala Sekolah tersebut justru bersikap konfrontatif. Ia menggertak, bahkan menggoyangkan cangkul di hadapan wartawan sembari mengancam akan menuntut jika berita ini dipublikasikan.

Baca Juga:  Sidodadi Juara! SDN 106826 Raih Prestasi Marching Band Tingkat Kabupaten

“Silakan beritakan! Saya akan tuntut kalian!” bentaknya, menggenggam cangkul tajam yang dibawanya dari rumah. Suasana berubah mencekam, nyaris terjadi bentrokan verbal.

Walau sempat menyangkal, kenyataan berkata lain. Awak media mendapatkan bukti bahwa pada pukul 11.50 WIB, sebuah pesan WhatsApp dikirim ke grup kelas 6, menyatakan bahwa acara Pensi dibatalkan. Padahal 20 menit sebelumnya, wartawan telah mengirim pesan kepada kepala sekolah terkait isu pungli.

Desakan kuat muncul dari perwakilan wali murid. “Kami minta uang itu dikembalikan. Itu uang makan kami. Kami nelayan, bukan pengusaha,” tegas salah satu ibu dengan suara bergetar.

Pihak orangtua juga meminta Dinas Pendidikan dan Bupati Deliserdang agar segera menonaktifkan Kepala Sekolah Muhammad Saleh S.Pd serta dua guru kelas 6 yang terlibat. Mereka dianggap telah mengabaikan larangan Bupati Deliserdang tentang pungutan liar di sekolah dasar dan menengah.

“Seratus enam puluh ribu bagi mereka mungkin kecil. Tapi bagi kami, itu hidup dan mati,” tutup salah satu nelayan dengan suara penuh amarah.

Tribuneindonesia.com

Berita Terkait

Kajati Sumut diminta usut tuntas Dana Bos di SMKN 1 Petumbak kepsek  Bungkam Saat Dikonfirmasi
Dari Calang ke Panggung Nasional: Jejak Rijalul Maula di Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026
SMP Negeri 4 Kutacane Fokus Bangun Pendidikan Karakter dan Kepedulian Lingkungan
Kasubbag Keuangan Disdikbud Aceh Tenggara Bantah Tuduhan Setoran Dana BOS, LSM PPKMA Tegaskan Informasi Viral Tidak Benar
Sekolah di rehapab, harapan anak Deli Serdang bangkit
Gelar Doktor Tri Firdaus Akbarsyah.S.H., M.K : Kontribusi untuk Bangsa dan Negara
Jejak Sejarah Melayu di Pagar Merbau,Rumah Adat Peninggalan Era Kesultanan Serdang Sarat Nilai Budaya
Kabar Kurang Menggembirakan bagi Guru Lulusan PPG 2025, TPG Belum Dialokasikan di APBN 2026
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 23:59

KPHP GUNONG DUREN TEKANKAN KEWAJIBAN IPPKH DAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLAAN KAWASAN HUTAN

Jumat, 13 Februari 2026 - 00:30

Sebut Wartawan “Bodrek”, Bos PT Sinyalta Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:06

P2BMI Turun Gunung, Kawal Deli Serdang Maju dan Bermartabat

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:26

Jelang Musda Demokrat Aceh, Tokok Pemuda Gayo Sebut Figur Rian Syaf Kunci Stabilitas dan Arah Politik Partai

Kamis, 12 Februari 2026 - 11:22

Pengunjung IIMS 2026 Kaget! Ternyata Bisa Urus Ini Sekalian di Lokasi

Kamis, 12 Februari 2026 - 11:20

KPHP GUNONG DUREN LAKUKAN PENGAWASAN AKTIVITAS TAMBANG TIMAH DI KAWASAN HUTAN PRODUKSI SENUSUR SEMBULU

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:51

Arief Martha Rahadyan Apresiasi Penguatan Kendali Alih Fungsi Lahan oleh Pemerintah

Rabu, 11 Februari 2026 - 10:17

Kadis Kesehatan Agara Serahkan Data Sengketa Informasi Publik

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x