Kepala Desa Terlis Diduga Mark-Up Dana Desa, Warga Desak APH Turun Tangan

- Editor

Selasa, 1 Juli 2025 - 10:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues | TribuneIndonesia.com

Dugaan penyimpangan dalam pengelolaan Dana Desa Terlis, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh Tahun Anggaran 2025 mulai mencuat ke permukaan. Warga menuding adanya praktik mark-up dalam sejumlah program pemberdayaan yang bersumber dari dana desa tersebut.

Sejumlah masyarakat desa mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) agar segera melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyelewengan tersebut. Warga juga menyoroti kurangnya transparansi pemerintah desa dalam menyampaikan informasi dan realisasi anggaran kepada masyarakat.

“Kami menilai ada beberapa item belanja yang patut dicurigai. Kami meminta agar APH segera menyelidiki agar tidak terjadi kerugian yang lebih besar dan masyarakat mendapatkan haknya secara utuh,” ujar seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya kepada awak media pada Senin malam (30/6), pukul 19.30 WIB.

Apa yang terjadi?
Berdasarkan informasi yang beredar, terdapat indikasi kuat adanya penyalahgunaan anggaran dana desa yang berpotensi merugikan keuangan negara serta menguntungkan pihak-pihak tertentu. Warga mulai mempertanyakan proses realisasi program pemberdayaan yang dianggap tidak sesuai dengan hasil Musyawarah Dusun (Musdus) sebelumnya.

Program apa yang dipermasalahkan?
Adapun item program pemberdayaan yang dipermasalahkan mencakup pembagian racun rumput sebanyak 8 liter per kepala keluarga (KK), seng ukuran 6 kaki sebanyak 15 lembar per KK, seng ukuran 7 kaki sebanyak 13 lembar per KK, mulsa 2 buah per KK, serta alat semprot elektrik disertai 2 kg racun rumput per KK. Warga menilai barang-barang tersebut tidak sesuai dengan hasil kesepakatan Musdus yang dilakukan di tiap dusun.

Baca Juga:  Ramai Dugaan Pungli Bansos di Pasirsedang, Camat Picung Dinilai Normatif dan Minim Transparansi

Mengapa warga menolak?
Karena realisasi program tidak sesuai dengan usulan masyarakat dalam forum resmi, sejumlah warga dan tokoh kampung akhirnya menyatakan penolakan terhadap bantuan yang mulai disalurkan perangkat desa. Mereka bahkan membuat berita acara resmi sebagai bentuk ketidaksetujuan terhadap program tersebut.

Bagaimana harapan masyarakat?
Warga berharap agar pihak desa lebih bijak dan terbuka dalam menyikapi aspirasi masyarakat, serta mengelola dana desa secara transparan dan sesuai hasil musyawarah. Masyarakat juga menuntut agar tidak ada lagi praktik penyimpangan atau penyaluran program yang terkesan dipaksakan tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan kesepakatan bersama.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Terlis belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penyimpangan dan penolakan dari warga tersebut. (Hendra)

Berita Terkait

Dua Pejabat Mundur, SOMASI Soroti Dugaan Ketidakharmonisan Pimpinan Pemko Langsa
Kapolres Batu Bara Sambut Bea Cukai Kuala Tanjung, Kolaborasi Pengawasan Barang dan Keamanan Makin Diperkuat
Tim Survey KKP RI Kunjungi Kabupaten Simeulue Dalam Rangka Persiapan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2026
5 Bulan Pasca Bencana Aceh : Deretan Jembatan Putus di Aceh Belum Tersentuh Pembangunan
Yahdi Hasan Masuk 5 Besar Calon Ketua DPRA, Figur Kuat dari Wilayah Tengah Kian Diperhitungkan
Setelah PLN Dikritik Gubernur Soal Padam Listrik di Jakarta, Giliran GMNI Desak Copot Dirut dan GM PLN UID Jaya
FORKAB Aceh Dorong Figur Muda, Arief Martha Rahadyan Dinilai Layak Perkuat Kabinet
Teungku Jamaica Bantah Terima Bantuan, Ungkap Fakta di Port Klang
Berita ini 414 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 05:46

GROUND BREAKING Pembuatan Jembatan Perintis Desa Lhok Semirah Kec. Samalanga Kab. Bireuen TA. 2026 Kodim 0111/Bireuen

Kamis, 16 April 2026 - 05:40

Tongkat Komando KRI Kakap-811 Berganti, TNI AL Perkuat Kesiapan Operasi Perairan

Kamis, 16 April 2026 - 04:27

Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Digelar di Kabupaten Bireuen

Kamis, 16 April 2026 - 01:03

Dr Ismail Rasyid SE MMTr Sukses Raih Gelar Doktor

Rabu, 15 April 2026 - 23:34

​Perkuat Posisi Bitung di Level Nasional, Hengky Honandar Masuk Gerbong Elit Pengurus Aspekindo

Rabu, 15 April 2026 - 15:25

Rancang Kepanitiaan MTQ ke-31, H. Yahya Pasiak: Jaga Marwah Kegiatan dengan Pelayanan Prima

Rabu, 15 April 2026 - 14:37

​Dansatrol Kodaeral VIII Apresiasi Profesionalisme Prajurit Saat Penanggulangan Darurat di Laut

Rabu, 15 April 2026 - 09:41

Edi Obama dan Sekda Bireuen Selesaikan pendidikan Program Magister Manajemen di UNIKI

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x