Batang Kuis | TribuneIndonesia.com — Di tengah derasnya arus zaman dan maraknya kenakalan remaja, jajaran Kepolisian Sektor Batang Kuis berupaya menguatkan kembali nilai-nilai agama di tengah masyarakat. Kapolsek Batang Kuis, AKP Salija SH, bersama Kanit Intel IPTU Budi, berkolaborasi dengan Ustadz M. Saad untuk menanamkan kembali semangat beribadah dan meneladani ajaran Rasulullah SAW.
Kegiatan penuh makna ini berlangsung pada Minggu, 31 Agustus 2025, selepas salat Ashar di Masjid Baitul Quddus, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Batang Kuis. Dalam kesempatan itu, Kapolsek menegaskan bahwa agama adalah pondasi kehidupan. Tanpa dakwah dan upaya mengajak manusia ke jalan kebaikan, kehidupan akan kehilangan arah, bahkan bisa melahirkan generasi yang rusak moralnya.

“Kita melihat banyak anak muda hari ini mulai meninggalkan amal-amal agama. Ketika nilai agama ditinggalkan, yang muncul adalah pembangkangan terhadap orang tua, hidup liar, dan pada akhirnya bisa terseret ke jalan kriminalitas. Inilah yang harus kita cegah bersama,” ujar AKP Salija.
Senada dengan itu, Ustadz M. Saad mengingatkan jamaah bahwa agama Islam sudah sempurna, hanya saja ketika ditinggalkan, hidup akan kehilangan pegangan. Karena itu, ia bersama masyarakat melaksanakan sebuah program bernama Gerbang Surga (Gerakan Bangun Subuh Bersama Keluarga dan Tetangga). Program ini telah berjalan selama beberapa bulan dan mendapat sambutan hangat dari warga Batang Kuis.
Menurut Ustadz Saad, puncak kegiatan Gerbang Surga akan dilaksanakan pada 17 September 2025 di Masjid Baitul Quddus. Acara akbar itu rencananya akan dihadiri langsung oleh Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, beserta wakilnya, H. Lomlom Suwondo.
Kapolsek Batang Kuis menegaskan, pihaknya bersama tokoh agama akan terus bersinergi untuk menghidupkan amalan-amalan Rasulullah di tengah masyarakat. Dengan cara itu, masjid akan kembali makmur, jamaah Subuh akan seramai jamaah shalat Id, dan kenakalan remaja dapat ditekan hingga ke akar-akarnya.
“Kami ingin Batang Kuis bukan hanya aman dan tertib, tetapi juga masyarakatnya hidup dalam keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT,” tambah AKP Salija.
Kerja sama antara kepolisian dan ulama ini menjadi bukti bahwa menjaga ketertiban bukan hanya soal hukum, tetapi juga soal menghidupkan nilai-nilai agama. Harapannya, Batang Kuis dapat menjadi contoh wilayah yang damai, tenteram, dan religius, di mana generasi mudanya tumbuh dengan akhlak yang baik, jauh dari kenakalan dan tindak kriminal.
Ilham Gondrong