Janji yang Menguap: Misteri Anggaran Rumah Duafa di Balik Retorika Bupati Bireuen

- Editor

Rabu, 1 Oktober 2025 - 05:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Chaidir Toweren, SE., KJE (Capung) ketua organisasi jurnalis Pro Media Siber (PJS) provinsi Aceh

Caption : Chaidir Toweren, SE., KJE (Capung) ketua organisasi jurnalis Pro Media Siber (PJS) provinsi Aceh

Oleh : Chaidir Toweren 

TribuneIndonesia.com

Janji Bupati Bireuen, H Mukhlis, SH, pada Juli 2025 lalu sempat menjadi sorotan nasional. Ia berani menyatakan tidak akan membeli mobil dinas selama lima tahun masa jabatannya. Uang yang biasanya digunakan untuk membeli fasilitas mewah pejabat itu, katanya, akan dialihkan untuk membangun 40 unit rumah duafa. Sebuah pernyataan yang kala itu mendapat tepuk tangan rakyat, bahkan dianggap sebagai terobosan moral seorang pemimpin.

Namun, setelah lebih dari dua bulan berlalu, publik mulai mempertanyakan, ke mana perginya janji tersebut? Pasalnya, dalam dokumen APBK Perubahan 2025, tidak terlihat adanya pos anggaran jelas untuk pembangunan rumah duafa yang dikaitkan dengan pengalihan dana mobil dinas. Di sinilah benang merah antara janji politik dan realitas anggaran mulai retak.

Aktivis masyarakat Bireuen, dengan keras meminta kejelasan. Ia menuntut agar Bupati segera membuka data resmi: berapa anggaran yang dialihkan? Berapa unit rumah yang sudah dianggarkan? Dan apakah janji itu benar-benar masuk dalam APBK-P atau hanya berhenti di ruang konferensi pers? “Kalau benar sudah ketuk palu, sampaikan ke publik. Kalau tidak, jangan biarkan rakyat hidup dengan janji kosong.

Lebih jauh, isu yang beredar semakin meruncing, ada dugaan pembangunan rumah untuk Kajari Bireuen senilai Rp2 miliar. Fakta ini menimbulkan tanda tanya besar, apakah uang rakyat justru lebih diprioritaskan untuk kebutuhan pejabat ketimbang rakyat miskin? Bila benar demikian, maka wajar bila publik merasa dikhianati.

Baca Juga:  Dari Kebun Sawit Menuju Lumbung Pangan: Harapan Baru dari Padi Gogo

Di sinilah letak persoalan serius, transparansi anggaran. Sebagai daerah yang sering menghadapi sorotan terkait kemiskinan, Bireuen tidak bisa bermain-main dengan janji populis. Dokumen anggaran daerah adalah kontrak politik nyata antara pemerintah dengan rakyat. Jika janji mengalihkan anggaran mobil dinas tidak termaktub dalam APBK-P, maka artinya janji itu hanya gimmick politik semata.

Pertanyaan kunci yang harus dijawab Bupati:

  1. . Berapa nilai anggaran mobil dinas yang resmi dialihkan?
  2. Masuk ke pos mana dana tersebut dalam APBK-P 2025?
  3. Kapan realisasi pembangunan 40 rumah duafa dimulai?
  4. Benarkah ada alokasi Rp2 miliar untuk rumah Kajari Bireuen, dan atas dasar apa itu disetujui?

Tanpa jawaban transparan, isu ini akan terus berkembang menjadi krisis kepercayaan. Rakyat Bireuen bukan sekadar menagih rumah duafa, mereka sedang menguji konsistensi seorang kepala daerah dalam menjalankan amanah. Sebab sejarah politik di negeri ini sudah terlalu sering diwarnai oleh janji yang manis di awal, namun pahit di ujungnya.

Bupati Mukhlis masih punya ruang untuk membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar pemimpin yang pandai merangkai kata-kata. Tetapi waktu terus berjalan. Setiap hari keterlambatan membuka data dan merealisasikan janji hanya akan memperkuat kesan bahwa komitmen itu hanyalah fatamorgana.

Di mata rakyat kecil, janji yang tidak ditepati sama nilainya dengan pengkhianatan. Dan pengkhianatan itu, kelak, akan ditagih bukan hanya di ruang publik, tapi juga di ruang sejarah. (##)

Berita Terkait

Ribuan Warga Padati Malam Resepsi HUT ke-25 Kota Langsa, Fahmil Arabi dan Opick Meriahkan Panggung Hiburan
Festival Pesona Bahari Raja Ampat 2026 Ditutup, UMKM dan Mama-Mama Lokal Ikut Meriahkan WTC
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Langsa Dra. Suhartini,M.Pd: Keselamatan Siswa Jadi Prioritas, KBM Tatap Muka di Langsa Dialihkan ke Daring
200 Liter Cap Tikus Dimusnahkan, Warga Waisai Minta Peredaran Miras Ilegal Ditelusuri
CFD Spesial HUT ke-25 Kota Langsa Meriah, Hadirkan Hiburan, UMKM hingga Pangan Murah.
Kreativitas Tenant UMKM Berbuah Prestasi, Disperindagkop Langsa Raih Juara II
Gerakan Deli Serdang Mengaji, Ujian Konsistensi Pembinaan Umat
Semarak HUT ke-25 Kota Langsa: Luncurkan Nikah Gratis, Sabet Rekor MURI, hingga Santuni Ribuan Anak Yatim
Berita ini 100 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 04:37

Festival Pesona Bahari Raja Ampat 2026 Ditutup, UMKM dan Mama-Mama Lokal Ikut Meriahkan WTC

Senin, 19 Oktober 2026 - 03:01

200 Liter Cap Tikus Dimusnahkan, Warga Waisai Minta Peredaran Miras Ilegal Ditelusuri

Senin, 19 Oktober 2026 - 02:57

Bentengi Generasi Muda, Kapolres Bireuen Ajak Pelajar SMAN 1 Jauhi Narkoba hingga Pinjol Ilega

Senin, 19 Oktober 2026 - 02:53

Sambut Hari Jadi Ke-75 Humas Polri, Polres Bireuen Gelar Gotong Royong di Masjid Baitul Izzah

Senin, 19 Oktober 2026 - 02:14

JANJI PANSUS ASET DPRD KOTA JAMBI DITAGIH! PERY: JANGAN CUMA JANJI-JANJI

Senin, 19 Oktober 2026 - 01:30

Daun Sirsak dan Potensi Manfaatnya bagi Kesehatan, Benarkah Bisa Menurunkan Gula Darah hingga Melawan Kanker?

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:57

Pimpin Rapat Konsolidasi DPC PKB Bireuen, HRD Tekankan Penguatan DPAC hingga DPRT

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:08

Kapolres Bireuen Gelar Minggu Kasih di Gereja Methodist, Ajak Jemaat Sinergi Jaga Kamtibmas dan Perangi Judi Online

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x