HRD Apresiasi Langkah Cepat Menteri PU Bangun 20 Jembatan Permanen dan 68 Titik Longsoran Pasca Bencana di Aceh

- Editor

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tek Foto : Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD) bersama Menteri PU, Dody Hanggodo meninjau dimulainya pembangunan jembatan baru Kutablang, di lintas nasional Medan-Banda Aceh, Bireuen, Rabu (21/1/2026). FOTO/FERIZAL HASAN

Bireuen/Tribuneindonesia.com

Anggota Komisi V DPR RI Daerah Pemilihan Aceh II, H Ruslan M. Daud (HRD), menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah cepat dan sigap Menteri Pekerjaan Umum, Direktur Jenderal Bina Marga dan jajaran dalam menangani kerusakan jembatan akibat banjir dan bencana alam di berbagai wilayah Provinsi Aceh. Ia menilai respons cepat tersebut sangat krusial dalam memulihkan konektivitas dan aktivitas masyarakat.

HRD menyebutkan bahwa Kementerian PU tidak hanya melakukan penanganan darurat, tetapi juga telah merancang program pembangunan permanen yang komprehensif. Salah satu poin pentingnya adalah rencana pembangunan 20 jembatan permanen di seluruh Provinsi Aceh, serta penanganan 68 titik longsoran yang tersebar di jalur lintas timur, tengah, barat, selatan serta lintas penghubung antarwilayah lainnya.

Program pembangunan dan penanganan tersebut, lanjut HRD, akan dilaksanakan secara bertahap mulai Januari hingga Juni 2026, sesuai dengan tingkat urgensi dan kondisi lapangan di masing-masing kabupaten. Tahapan ini dirancang agar konektivitas wilayah dapat pulih secepat mungkin sembari memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga.

Menurutnya, program ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah pusat dalam menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat Aceh. “Ini bukan pekerjaan mudah. Skala penanganannya besar, menyeluruh, dan dirancang untuk solusi permanen,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa jembatan-jembatan sementara (Bailey) yang saat ini digunakan sebagai akses darurat akan diperbaiki dan dibangun ulang menjadi jembatan permanen. Dalam perencanaannya, jembatan tersebut akan dibuat dalam bentuk duplikasi atau jembatan kembar, sehingga kapasitas lalu lintas meningkat dan keselamatan pengguna jalan lebih terjamin.

Baca Juga:  YCKGN Perluas Layanan Gizi di Pidie Melalui Peresmian SPPG Sigli

Konsep jembatan duplikasi tersebut akan diterapkan pada beberapa jembatan di jalan nasional seperti Jembatan Kutablang (Krueng Tingkeum) dan Jembatan Teupin Mane di Kabupaten Bireuen, yang selama ini menjadi akses vital masyarakat dan jalur distribusi logistik.

HRD secara khusus mengapresiasi bahwa kegiatan groundbreaking pembangunan jembatan permanen hari ini dipusatkan di Kabupaten Bireuen, tepatnya di Kecamatan Kutablang, Jembatan Kutablang. Menurutnya, pemilihan lokasi tersebut memiliki nilai strategis karena merupakan jalur lintas timur Aceh yang menghubungkan Aceh dengan Sumatera Utara.

“Saya sangat mengapresiasi pelaksanaan groundbreaking hari ini di Kutablang. Ini menjadi catatan dan nilai lebih tersendiri, sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di Aceh,” ungkap HRD.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga mencerminkan kolaborasi yang kuat antara DPR RI dan Kementerian PU, khususnya Komisi V DPR RI sebagai mitra kerja Kementerian PU. Sinergi ini dinilai penting agar kebijakan dan penganggaran sejalan dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa seluruh pembangunan jembatan permanen dirancang dengan standar ketahanan tinggi terhadap banjir dan bencana. Pembangunan ini diharapkan mampu memperlancar arus transportasi, memulihkan ekonomi daerah, meningkatkan akses layanan publik, serta menjadi fondasi kuat bagi pembangunan Aceh yang berkelanjutan. (*)

Berita Terkait

Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST mengukuhkan 35 anggota Paskibraka
Polisi Bersihkan Sampah Usai Zikir Peringatan HDA di Masjid Raya Baiturrahman
Paskibraka Bireuen 2026 menggelar gladi bersih,Jelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
HUT RI ke-81, Panitia Tetapkan Pemenang Lomba Karya Foto dan Karya Tulis Jurnalistik Aceh Tengah–Bener Meriah
Proyek P3-TGAI Desa Kuning I Disorot, Plang Tak Terlihat dan TPM Diduga Membiarkan
Program Banyak, Guru Tertunda — Keadilan Harus Sampai ke Ujung Negeri
Komisi V DPRA Serahkan Bantuan, Dorong Solusi Hunian bagi Korban Kebakaran
Polres Aceh Tenggara Diminta Panggil dan Periksa Kades Kampung Baru, Terkait Dugaan Korupsi DD Tahun 2025
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:42

Jangan Biarkan Bangsa Ini Berakhir dengan Ratapan Sejarah

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:29

Kemerdekaan Sejati — Hak Setiap Daerah, Kewajiban Setiap Pemimpin

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:25

Senjata Tidak Bisa Mengalahkan Cinta Rakyat pada Tanah Air

Jumat, 14 Agustus 2026 - 01:40

Maluku dan Indonesia Timur — Membangun Peradaban, Tapi Dianggap Anak Tiri

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:59

Jangan Jadikan Guru Komoditas Politik — Buktikanlah dengan Kesejahteraan Yang Nyata

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:56

Vietnam Menuju 20 Besar Dunia — Sementara Kita Masih Bermimpi Tanpa Langkah Nyata

Kamis, 13 Agustus 2026 - 03:27

Maluku dan Indonesia Timur — Membangun Peradaban, Tapi Dianggap Anak Tiri

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:02

Ironi Negeri Ini — Guru Disuruh Sarjana, Tapi Dewan Bisa Cukup Lulus SMA

Berita Terbaru