Dugaan Suap Proyek RSUD Djoelham Binjai, Rp300 Juta Disebut Menguap Tanpa Pekerjaan

- Editor

Senin, 9 Februari 2026 - 03:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Binjai | TribuneIndonesia.com Dugaan praktik “uang pelicin” kembali mencoreng dunia pengadaan proyek pemerintah daerah. Seorang vendor mengaku telah menyerahkan uang sebesar Rp300 juta kepada oknum yang disebut sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di RSUD Djoelham  Binjai, yang bernama Mimi Rohawati dengan janji akan memperoleh paket pekerjaan proyek dengan sistem bagi hasil. Namun hingga kini, pekerjaan yang dijanjikan disebut tak pernah ada, sementara dana disebut telah diterima.

Pengakuan tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai transparansi dan integritas pengelolaan proyek di lingkungan rumah sakit milik pemerintah itu.

Menurut keterangan pihak yang mengaku dirugikan, dana awal sebesar Rp250 juta diserahkan terlebih dahulu, kemudian disusul Rp50 juta, sehingga total mencapai Rp300 juta. Uang itu diberikan karena adanya janji akan dilibatkan dalam paket pekerjaan proyek rumah sakit dengan skema pembagian keuntungan.

Tak hanya itu, sumber tersebut juga menyebut adanya janji imbal hasil 12 persen setiap bulan dari dana yang diserahkan. Namun setelah uang diberikan, proyek yang dimaksud disebut tidak pernah direalisasikan. Kerja sama yang dijanjikan pun dinilai fiktif.

“Uang sudah keluar, pekerjaan tidak ada. Janji tinggal janji,” ujar sumber tersebut dengan nada kecewa.

Lebih jauh, pihak yang mengaku sebagai pemberi dana menyebut nilai keseluruhan transaksi dan komitmen yang beredar dalam lingkaran proyek tersebut diduga bisa mencapai lebih dari Rp1 miliar. Ia kini menuntut kejelasan serta pengembalian dana yang telah diserahkan.

Baca Juga:  PT Perkebunan Asera Sagoesa Berada Dalam Kecamatan Pante Bidari, Diduga Tidak Ada Manfaat Bagi Masyarakat Sekitar

Bahkan, ia meminta agar pihak rumah sakit ikut bertanggung jawab atas dugaan utang oknum yang disebut menerima dana tersebut, karena transaksi diklaim terjadi dalam konteks jabatan dan berkaitan dengan proyek institusi.

Jika benar terjadi, kasus ini bukan sekadar persoalan utang piutang pribadi. Dugaan tersebut berpotensi masuk ranah pelanggaran hukum terkait gratifikasi, suap, dan penyalahgunaan kewenangan jabatan dalam proyek pemerintah. Praktik semacam ini berisiko merugikan keuangan negara sekaligus mencederai kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang disebut maupun dari manajemen RSUD Djoelham Binjai. Upaya konfirmasi tetap penting untuk memastikan duduk perkara yang sebenarnya, mengingat tudingan ini menyangkut nama baik individu serta institusi publik.

Apabila tuduhan ini tidak benar, pihak terkait memiliki hak penuh memberikan penjelasan terbuka. Namun jika terbukti, aparat penegak hukum didorong menelusuri aliran dana, janji proyek, serta kemungkinan adanya praktik korupsi terselubung dalam pengadaan pekerjaan.

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa proyek pemerintah bukanlah ladang transaksi gelap. Setiap rupiah yang beredar di balik meja berpotensi menjadi bom waktu hukum yang sewaktu-waktu dapat meledak ke permukaan.

Catatan nilai yang diklaim pihak pelapor:

Total utang beserta jasa hingga 5 Februari disebut mencapai Rp1.179.400.000.-

Ilham Gondrong

Berita Terkait

“Unit Reaksi Cepat Ilegal” Teror Warga Paya Gambar, Dugaan Intimidasi Kian Memanas
Diculik, Dianiaya, Dipaksa Ngaku! Buruh di Batang Kuis Jadi Korban Aksi Brutal
Posting Konten Fitnah, Lapas I Medan Siap Pidanakan Akun Tiktok Diksipolitik.id
Mahkamah agung RI mengugat PKN ke PTUN Jakarta , sebuah Fradigma Utamakan kekuasaan
Gerak Cepat Polres Agara! Seorang Pria Penyalahguna Sabu di Babussalam Berhasil Diamankan
Diduga Ancam Pasien dengan Golok, Dokter di Bogor Dilaporkan ke Polisi
Kontributor tvOne Diduga Dianiaya Oknum ASN di Paluta Usai Lakukan Konfirmasi
Polres Aceh Tengah Periksa Dugaan Pungli Bantuan Kemensos
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 07:26

Kapolres Bireuen Pimpin Sertijab Dua Kasat dan Tiga Kapolsek

Senin, 30 Maret 2026 - 04:58

Negara Hadir untuk Rakyat, Kasdam IX/Udayana Pimpin Groundbreaking 24 Titik Jembatan Garuda

Senin, 30 Maret 2026 - 03:45

Audit Kinerja Itswasda Polda Bali Tahap I Tahun Anggaran 2026 Digelar di Polres Gianyar

Minggu, 29 Maret 2026 - 04:56

Sinergi Babinsa dan Linmas Desa Mas Sisir Titik Rawan, Pastikan Penduduk Pendatang Tertib Administrasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 03:43

Polda Bali Gaungkan Charity for Indonesia Lewat Pra-Event Kemala Run 2026 di Renon

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:22

Gerak Cepat Polsek Biru-Biru Sapu Bersih Dugaan Judi Tembak Ikan, Empat Titik Disisir Tanpa Temuan

Rabu, 25 Maret 2026 - 03:09

Tim Wasops Itwasum Polri Datang, Polda Bali Tegaskan Kesiapan Total Operasi Ketupat 2026

Rabu, 25 Maret 2026 - 01:19

Polsek Kuta Selatan Tangani Keributan di Blue Point Uluwatu

Berita Terbaru

Peristiwa, kecelakaan dan bencana Alam

Puting Beliung Terjang Batang Kuis Tengah Malam, 121 Rumah Rusak dan Warga Terluka

Selasa, 31 Mar 2026 - 10:21

Feature dan Opini

Lalat di Minuman Antara Hadits, Sains, dan Kesehatan Modern

Selasa, 31 Mar 2026 - 06:30