Bitung | TribuneIndonesia.com –Dedikasi tanpa batas yang ditunjukkan oleh sejumlah personel kepolisian di ujung masa dinasnya mendapatkan penghormatan tertinggi, Senin (02/03/26).
Lapangan Upacara Polres Bitung menjadi saksi bisu prosesi pelepasan yang penuh khidmat dan diselimuti suasana haru.
Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai, SIK., MH., hadir secara langsung sebagai inspektur upacara untuk melepas para anggota Polri dan PNS Polri yang telah memasuki masa purna bakti.
Momentum ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan bentuk apresiasi institusi terhadap pengabdian panjang para abdi negara tersebut.
Adapun deretan nama yang mendapatkan penghormatan dalam masa purna tugas ini adalah:

AKP (Purn) Destam Dumat, SH., AKP (Purn) Petrus Katiandagho Lumikis, AKP (Purn) Maksion Makawimbang, serta AIPTU (Purn) Louke Tawaluyan.
Keempatnya telah resmi menuntaskan tanggung jawab profesional mereka sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
Dalam barisan kehormatan, tampak hadir mendampingi Kapolres yakni Wakapolres Bitung Kompol JH. Daniel Korompis, S.E., serta Ketua Bhayangkari Cabang Bitung.
Kehadiran para Pejabat Utama (PJU), perwira, bintara, hingga pengurus Bhayangkari turut menambah kekentalan nuansa kekeluargaan dalam upacara tersebut.
AKBP Albert Zai dalam amanatnya menekankan bahwa masa pensiun bukanlah titik henti bagi seorang insan bhayangkara untuk berbuat baik.
Sebaliknya, ia memandang masa ini sebagai fase transisi menuju bentuk pengabdian yang berbeda di tengah-tengah lingkungan sosial.
”Hari ini bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan babak baru dalam kehidupan. Kami keluarga besar Polres Bitung menyampaikan terima kasih atas loyalitas, integritas, dan dedikasi yang telah diberikan selama bertugas,”
ungkap Kapolres dengan nada penuh apresiasi.
Lebih lanjut, pucuk pimpinan Polres Bitung itu menyatakan bahwa jejak langkah para purnawirawan akan selamanya terpatri dalam sejarah institusi.
Pengalaman serta kebijaksanaan yang mereka himpun selama berpuluh tahun diharapkan tetap bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Puncak prosesi ditandai dengan tradisi pedang pora, sebuah simbol penghormatan tertinggi dalam tubuh kepolisian bagi mereka yang purna tugas.
Di bawah gerbang pora yang megah, para purnawirawan melangkah dengan tegap, diiringi salam perpisahan dari jajaran Kapolres, Wakapolres, hingga seluruh personel yang hadir.
Suasana haru tak terelakkan ketika para rekan sejawat memberikan jabat tangan terakhir dan doa tulus bagi para senior mereka.
Momen ini sekaligus menjadi refleksi mendalam mengenai nilai kebersamaan dan ikatan persaudaraan yang begitu kuat di internal Polres Bitung.
Kapolres juga menyelipkan pesan motivasi bagi personel yang masih aktif agar senantiasa menjaga amanah dalam setiap penugasan.
Ia mengajak seluruh anggota untuk memetik inspirasi dari perjalanan karier para senior yang berhasil menyelesaikan tugas dengan catatan yang baik.
Upacara ini ditutup dengan harapan agar estafet pengabdian tetap berjalan profesional demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Tradisi pelepasan ini sekaligus mempertegas komitmen Polres Bitung dalam menghormati setiap tetes keringat personel yang telah didedikasikan bagi bangsa dan negara. (Kiti)



















