Desa Percut Jadi Panggung Demokrasi Pembangunan, Warga Dilibatkan dalam Gerakan Terpadu Lawan Stunting dan Kawasan Kumuh

- Editor

Rabu, 1 April 2026 - 03:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deli Serdang | TribuneIndonesia.com — Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menetapkan Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, sebagai kawasan intervensi terpadu penanganan stunting yang dipadukan dengan penataan kawasan kumuh. dengan program pembangunan fisik, langkah ini ditegaskan sebagai wujud praktik demokrasi pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama perubahan.

Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, menegaskan bahwa persoalan stunting tidak bisa diselesaikan secara parsial. Ia menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh yang menyentuh langsung kualitas hidup masyarakat, mulai dari kondisi hunian, sanitasi, hingga akses terhadap air bersih.

Desa Percut kita jadikan sebagai model percontohan. Penanganan stunting harus berjalan seiring dengan penataan lingkungan. Ini bukan hanya program pemerintah, tapi gerakan bersama masyarakat,” ujarnya saat kegiatan Berjemur di Kecamatan Percut Sei Tuan, Selasa (31/3/2026).

Dalam demokrasi partisipatif, pemerintah tidak berjalan sendiri. Warga dilibatkan dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Hal ini terlihat dari percepatan renovasi rumah tidak layak huni yang kini telah berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari dua bulan sejak peletakan batu pertama pada Februari lalu.

Tak hanya itu, pembangunan tiga unit rumah tambahan dengan ukuran seragam 6×7 meter juga telah dimulai. Program ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya kelompok desil 1, agar dapat merasakan langsung dampak peningkatan kualitas hidup.

Di sektor infrastruktur, pemerintah juga mendorong pembangunan sumur bor untuk memastikan ketersediaan air bersih yang berkelanjutan. Pengelolaannya direncanakan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi lokal sekaligus menjaga keberlanjutan program.

Baca Juga:  IPMARAM Desak Pemda Raja Ampat Segera Wujudkan Asrama Permanen di Yogyakarta

Kalau ada masyarakat yang belum tersentuh bantuan pusat, pemerintah daerah harus hadir. Kita juga mengajak Baznas untuk berperan aktif membantu masyarakat yang paling membutuhkan. Ini adalah gotong royong dalam arti sesungguhnya,” tegas Bupati.

Lebih jauh, Pemkab Deli Serdang juga merancang program normalisasi kawasan muara (kuala) melalui pengadaan alat penghisap pasir, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya pelebaran sungai guna mengurangi risiko banjir.

Di sektor ekonomi, Desa Percut diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih. Program ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat pesisir sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Bupati menegaskan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan dan keterlibatan aktif masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen desa untuk bersama-sama membangun daerahnya.

“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah butuh dukungan masyarakat. Inilah esensi demokrasi pembangunan, ketika rakyat ikut menentukan dan merasakan langsung hasilnya,” ungkapnya.

Kegiatan Berjemur tersebut juga dihadiri Ketua TP PKK Ny Jelita Asri Ludin Tambunan, serta dirangkai dengan penyerahan Upah Pungut (UP) kepada camat, kepala desa, dan kepala dusun.

Melalui pendekatan terpadu yang berbasis partisipasi masyarakat ini, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menargetkan Desa Percut bertransformasi dari kawasan tertinggal menjadi kawasan yang maju, sehat, dan sejahtera sekaligus menjadi bentuk keberhasilan demokrasi pembangunan di tingkat desa.

Ilham Gondrong

Berita Terkait

Surat Pembatalan Penugasan dr. Laura Belum Jelas, Pemkab Raja Ampat Belum Beri Kepastian
Dukung Swasembada Pangan Nasional, Wali Kota Hengky Honandar Hadiri Panen Raya Jagung di Kalawat
Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemko Langsa Teguhkan Semangat Patriotisme Generasi Muda
Polemik Penugasan dr. Laura Christanty: Antara Dasar Hukum dan Keberlanjutan Layanan RSUD Waisai
Pascabencana, Pemerintah Aceh dan Pemko Langsa Bersinergi Pulihkan Sawah dan Tingkatkan Produksi Padi
Tekan Inflasi dan Amankan Pasokan Cabai, Wali Kota Bitung Pimpin Rapat TPID
Wakili Wali Kota, Asisten I Setda Bitung Tegaskan Dukungan Penuh pada Operasi Patuh Klabat 2026
Jalan Sehat Semangat Juara KNPI Langsa Diserbu 5.000 Warga, Meriahkan HSP ke-98 dan HUT ke-25 Kota Langsa
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:01

Pengakuan Remaja 16 Tahun Terkait Dugaan Keterlibatan Informan Narkotika di Aceh Tengah.

Jumat, 30 Oktober 2026 - 03:03

Polsek Kota Juang Gencarkan Patroli dan Pantau Aplikasi Lancang Kuning Cegah Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 - 03:00

Kapolres Bireuen Gelorakan Semangat Jaga Kelestarian Alam di Kecamatan Jangka Lewat Program Green Policing

Jumat, 30 Oktober 2026 - 01:19

Gerebek Pabrik Narkoba di Serambi Mekkah, Komisi V DPR RI Puji Sinergi Kapolri, BNN, dan Bea Cukai

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:43

SOROTAN PUBLIK! RUANG SINGGAH KELUARGA PASIEN RSUD KH. DAUD ARIF DIPERTANYAKAN, BUPATI TANJUNG JABUNG BARAT DIMINTA FASILITASI KLARIFIKASI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52

Program MBG Serap Lebih 1 Juta Tenaga Kerja, Peternak Lokal Ikut Pasok Pangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:45

T. Sukandi: Silahkan Minta Merdeka, Tapi Jangan Ganggu PETA!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:51

Surat Pembatalan Penugasan dr. Laura Belum Jelas, Pemkab Raja Ampat Belum Beri Kepastian

Berita Terbaru