Cipayung Plus Gelar Dialog Publik 100 Hari Kerja Prabowo-Gibran

- Editor

Selasa, 28 Januari 2025 - 15:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan | Tribuneindonesia.com

Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Sumatera Utara menggelar dialog publik dalam rangka memberikan apresiasi serta saran terhadap 100 hari kerja Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Selasa (28/1).

Juru Bicara Cipayung Plus yang juga merupakan Korwil GMKI Sumut – NAD, Arion Pasaribu, mengatakan dalog ini bertujuan menyampaikan apresiasi, saran, dan harapan terkait kinerja presiden, khususnya untuk pembangunan di Sumatera Utara.

Mahasiswa menilai bahwa Presiden Prabowo Subianto masih berada dalam jalur yang tepat untuk memenuhi janji-janji kampanyenya.

“Kami melihat progres yang berjalan, ada yang cepat, ada yang lambat, dan itu hal yang wajar. Secara umum, kami menilai kinerja Presiden Prabowo masih on the track,” kata Arion didampingi Muhammad Tarmizi selaku, Ketua PKC PMI Sumut, Rahmat Taufan Pardede selaku Ketum DPD IMM Sumut, Wita Putra selaku Ketum PW KAMMI Sumut dan Kamaluddin Nazuli Siregar selaku Ketua PW HIMMAH Sumut.

Arion menuturkan Cipayung Plus Sumut mengapresiasi langkah konkret pemerintah dalam mewujudkan program yang pro-rakyat dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Adapun 11 poin utama apresiasi mereka yakni (1) Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Janji kampanye Presiden Prabowo terealisasi melalui pemberian makanan bergizi gratis kepada siswa sekolah, menunjukkan komitmen terhadap kesehatan dan kesejahteraan generasi muda.

(2) Efisiensi APBN: Pemotongan anggaran perjalanan dinas sebesar Rp20 triliun dan pengurangan acara seremonial yang boros anggaran menjadi bukti pengelolaan anggaran yang efektif. (3) Penghapusan Utang UMKM dan Nelayan: Pemerintah meringankan beban ekonomi pelaku usaha kecil dan nelayan dengan penghapusan utang.

(4), Stimulus Bantuan Sosial: Paket stimulus Rp38 triliun menunjukkan keberpihakan kepada rakyat kecil dan upaya mengurangi kemiskinan. (5), Pembatalan Kenaikan PPN: Penundaan kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) membantu menjaga daya beli masyarakat.

(6), Pengesahan RUU EBET: Komitmen terhadap energi baru dan terbarukan untuk ketahanan energi nasional. (7), Bergabung dengan BRICS: Indonesia memperkuat posisi di kancah internasional melalui aliansi strategis. (8) Konsolidasi Kebijakan dan Anggaran: Efisiensi kebijakan dan anggaran dilakukan secara optimal dalam waktu singkat.

(9) Peningkatan Citra Pemerintahan: Tingkat kepuasan publik meningkat signifikan, dengan pengelolaan keamanan dan agenda besar seperti Natal dan Tahun Baru yang berjalan kondusif. (10), Perjuangan Kemerdekaan Palestina: Prabowo secara konsisten membawa misi kemerdekaan Palestina di berbagai forum internasional, termasuk KTT di Mesir. (11), Sukses Pilkada Serentak: Proses demokrasi berjalan aman dan kondusif berkat koordinasi yang baik antara aparat TNI dan Polri.

Baca Juga:  Tantangan Dunia Pertanian dalam ekonomi Kerakyatan di Tangan Generasi Muda Indonesia. 

Selain apresiasi, mahasiswa juga memberikan saran dan kritik yang konstruktif. Ada tujuh poin saran utama Cipayung Plus adalah pertama, ketahanan pangan dan energi, di mana fokus pada swasembada pangan berbasis teknologi serta percepatan transisi energi bersih.

Kedua, pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) seperti reformasi kurikulum, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, dan pendidikan gratis hingga perguruan tinggi. Ketiga, Infrastruktur Berkelanjutan, memastikan proyek infrastruktur memberikan dampak positif bagi masyarakat serta lingkungan.

Keempat, Stabilitas Politik dan Demokrasi: Memperkuat kebebasan pers dan transparansi pemerintahan. Kelima, Ekonomi dan Investasi Berkeadilan: Memberdayakan UMKM dan mengurangi ketimpangan sosial.

Keenam, Perlindungan Lingkungan: Mengatasi eksploitasi sumber daya alam dan memperkuat mitigasi perubahan iklim. Terakhir, Layanan Kesehatan: Perluasan akses layanan kesehatan, terutama di daerah terpencil, serta penguatan sistem jaminan kesehatan nasional.

“Pola kami berbeda dari biasanya. Jika sebelumnya mahasiswa turun ke jalan untuk demo, kali ini kami memilih pola dialog untuk memberikan masukan. Tujuan kami adalah mendukung keberhasilan program pemerintah demi Indonesia yang lebih baik, sehingga harapan masyarakat agar pemerintah terus berkomitmen dalam mewujudkan Asta Cita untuk Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera,” ungkapnya.

Pj Gubernur Sumut, A Fathoni melalui Kadispora Sumut, M Mahfullah Pratama Daulay, membuka kegiatan ini. Ia mengatakan Pemprov Sumut berkomitmen dalam mewujudkan visi pembangunan Indonesia Emas 2045 melalui langkah strategis yang sejalan dengan Visi Misi Presiden dan Gubernur. Strategi ini diterjemahkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2025–2029.

Pertama, berkat Tuhan Yang Maha Esa berupa keberagaman keunggulan antar daerah menjadi potensi yang memerlukan sinkronisasi dan sinergi pembangunan antara tingkat nasional dan daerah. Hal ini bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan memperbaiki pendataan pembangunan di berbagai wilayah.

Kedua, pemerintah daerah beserta seluruh pihak yang berkepentingan diharapkan untuk fokus pada pengembangan potensi unggulan masing-masing daerah. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat daya saing daerah secara nasional maupun global.

“Ketiga, kolaborasi menjadi kunci utama dalam pembangunan daerah. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan sektor swasta diperlukan untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia. Dengan demikian, pencapaian tujuan pembangunan dapat dipercepat dan menghasilkan dampak yang berkelanjutan,” ungkapnya. (*)

Berita Terkait

Kepala SMA Negeri 2 Lawe Sigala-Gala Membangkang Sidang KIA, Terancam Sanksi Administratif hingga Pidana UU KIP
Korupsi Proyek Waterfront City Danau Toba Meledak, GM BUMN Ikut Ditahan, Negara Rugi Rp13 Miliar
Pelajaran Hukum dari Aceh Tengah: Saat “Mengamankan” Pelaku Kejahatan Berujung Tersangka
Sekolah Rakyat Berdiri di Tanah Sengketa, Pemko Medan Diduga Abaikan Proses Hukum
Kejari Aceh Tenggara Lantik Tiga Pejabat Eselon IV, Kajari Tegaskan Komitmen Kejaksaan Modern dan Profesional
Tahanan kabur di Pengadilan Negri Lubuk Pakam, Cipayung Plus desak pencopotan pejabat
Dua Kali Jadi Korban Pencurian, Mansyur Tarigan Malah Duduk di Kursi Terdakwa
Kebakaran Tewaskan Dua Pegawai Lapas Labuhan Bilik, Keluarga Soroti Dugaan Kekerasan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 07:22

Perkuat Kesadaran Hukum Generasi Muda, Kejari Bitung Gelar Program Jaksa Masuk Sekolah di SMK N 1

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:08

Tragedi Idi Cut 3 Februari 1999 Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:24

Pemohon Berharap Kadiskes Aceh Tenggara Hadiri Sidang Sengketa Agar Memahami UU Nomor 14 Tahun 2008.

Selasa, 3 Februari 2026 - 09:14

​Sinergi Polri dan Pers: Irjen Johnny Isir Tekankan Kebebasan yang Bertanggung Jawab

Selasa, 3 Februari 2026 - 09:01

Yasinan dan Khanduri Warnai Peringatan Malam Nisfu Sya’ban di Gampong Abeuk Jaloh

Selasa, 3 Februari 2026 - 03:02

Kepala SMA Negri 2 Lawe Sigala gala Tahun 2008.

Selasa, 3 Februari 2026 - 02:23

Kepala SMA Negri 2 Lawe Sigala gala Abaikan Panggilan Sidang KIA Kangkangi UU No 14 Tahun 2008.

Selasa, 3 Februari 2026 - 01:43

Nasib PPPK Paruh Waktu 2026 Ditentukan 11 Kondisi, Melanggar Netralitas Langsung Putus Kontrak

Berita Terbaru

Perusahaan, Perkebunan dan Peternakan

Peduli akses warga, PT Bintang Sawit cemerlang cor jalan rusak di Galang

Selasa, 3 Feb 2026 - 15:06

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x