Anggaran Ketapang–Bumdes 2023–2025 Dinilai Tak Jelas, Pemerintah Desa Gunungbatu Disorot

- Editor

Senin, 12 Januari 2026 - 02:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANDEGLANG|Tribuneindonesia.com 

Transparansi pengelolaan anggaran Desa Gunungbatu, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, menjadi sorotan warga. Dugaan ketidakjelasan penggunaan Anggaran Ketapang desa serta hasil pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dari tahun 2023 hingga 2025 memunculkan pertanyaan publik.

Menurut seorang warga yang enggan disebutkan namanya, masyarakat kesulitan mendapatkan informasi rinci terkait keperuntukan Anggaran Ketapang, berapa hasilnya, serta rincian anggaran dan keuntungan Bumdes setiap bulan. “Kami ingin tahu jelas, untuk apa saja Anggaran Ketapang digunakan, berapa hasilnya, berapa penyertaan modal Bumdes, dan berapa keuntungan yang dihasilkan sejak 2023 sampai 2025,” ujarnya.

Baca Juga:  Pascagangguan Listrik, PLN Terus Berupaya Pulihkan Sebagian Sistem Kelistrikan di Aceh

Kritik warga ini muncul di tengah minimnya laporan publik yang memadai terkait transparansi pengelolaan keuangan desa, padahal Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa menegaskan pentingnya akuntabilitas anggaran desa demi kelancaran pembangunan dan pelayanan publik.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Gunungbatu belum memberikan klarifikasi resmi mengenai penggunaan Anggaran Ketapang maupun laporan kinerja Bumdes. Ngabars.com akan terus memantau dan menyajikan perkembangan setelah pihak desa memberikan penjelasan.

(Red)

Berita Terkait

Kadis Kesehatan Agara Serahkan Data Sengketa Informasi Publik
Bau Busuk Anggaran Kesehatan Aceh Tenggara? Saidul LKGSAI Tantang Audit Total Puluhan Miliar!
STMA Trisakti Sukses Selenggarakan Babak Final Olimpiade Asuransi dan Aktuaria serta Kompetisi Pemberian Literasi Asuransi Tingkat Nasional Tahun 2026
Arizal Mahdi Pimpin Langsung Penyaluran Bantuan di Uning Mas, Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas Perkuat Solidaritas Sosial di Pintu Rime Gayo
Manuver Politik di Tengah Krisis: Analisis Reputasi Ruslan Daud dalam Pemulihan Pascabencana Bireuen
Warga Tualang Baro Butuh Pemimpin Transparan demi Percepatan Perubahan Desa
P2BMI Desak Usut Dugaan Rangkap Jabatan Kadus Sena
Ratusan Warga Aceh Tamiang Protes Status TMK, Desak Audit Ulang Data Korban Banjir
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 05:30

Jasa Raharja DKI Bersama Satlantas dan Sudinhub Gelar Ramcheck Bus di Terminal Tanjung Priok

Kamis, 12 Februari 2026 - 04:59

Tingkatkan Kapasitas First Responder, Bidlabfor Polda Sulut Gelar Pelatihan di Manado

Kamis, 12 Februari 2026 - 03:41

Jelang Ramadhan, HRD Kembali Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tengah

Kamis, 12 Februari 2026 - 02:27

Menelusuri Jejak Pasukan Tulungan: Aliansi Militer Minahasa dalam Perang Jawa

Rabu, 11 Februari 2026 - 11:36

Satrol Kodaeral VIII Gelar Aksi Bersih Lingkungan di Bitung

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:50

Kapolda Aceh Diminta Usut Kasus Dugaan Korupsi Dinkes Agara

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:24

​Cegah Human Trafficking, Tim Resmob Polda Sulut Amankan Tiga Warga Bitung di Bandara

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:10

Putusan Komisi Informasi Akhiri Sengketa Desa Malintang Jae, Hak Warga Atas Dokumen Publik Dikabulkan

Berita Terbaru