Cegah Kebocoran Pajak Daerah, BPKK Aceh Tengah Hadirkan Aksi Perubahan Aplikasi GEO-ATLAS

- Editor

Minggu, 1 November 2026 - 17:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Perencanaan, Pengembangan, Pengendalian, dan Evaluasi Pendapatan Daerah,Anhar, S.IP., M.H. melakukan pemafaran Aplikasi GEO-ATLAS (Dok.ist)
Kepala Bidang Perencanaan, Pengembangan, Pengendalian, dan Evaluasi Pendapatan Daerah,Anhar, S.IP., M.H. melakukan pemafaran Aplikasi GEO-ATLAS (Dok.ist)

TAKENGON – Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK) Aceh Tengah menghadirkan inovasi digital GEO-ATLAS (Geospatial Aceh Tengah All Tax Integrated System) sebagai langkah strategis mencegah potensi kebocoran penerimaan pajak daerah sekaligus memperkuat kemandirian fiskal.

Inovasi ini digagas oleh Anhar, S.IP., M.H., Kepala Bidang Perencanaan, Pengembangan, Pengendalian, dan Evaluasi Pendapatan Daerah, melalui Aksi Perubahan Kinerja Organisasi dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026.

Kepada TribuneIndonesia.Com Anhar, S.IP., M.H., mengatakan Inovasi tersebut dilatarbelakangi sejumlah persoalan mendasar dalam pengelolaan pajak daerah, diantaranya permasalahan ribuan data objek pajak anomali, serta belum terintegrasinya basis data lintas instansi.

“Keterbatasan verifikasi geospasial, serta belum optimalnya pengawasan kepatuhan wajib pajak. Kondisi tersebut berisiko menyebabkan potensi penerimaan pajak daerah tidak teridentifikasi dan tergali secara maksimal,” jelas Anhar, S.IP., M.H., Minggu (1/11/2026)

Ia juga memaparkan melalui GEO-ATLAS, BPKK Aceh Tengah mengembangkan sistem pengelolaan pajak daerah terintegrasi berbasis teknologi Single Sign-On (SSO) dan Geographic Information System (GIS).

Baca Juga:  Pemerintah Kota Bitung Perbarui Jajaran Birokrasi, Puluhan Pejabat Resmi Dilantik

Aplikasi itu dirancang untuk menghubungkan data perpajakan, peta bidang pertanahan, perizinan berusaha, serta informasi geospasial guna mendeteksi anomali, mengidentifikasi potensi pajak baru, memetakan kepatuhan wajib pajak, dan memperkuat pengawasan berbasis data.

Pada tahap awal, pengembangan GEO-ATLAS, difokuskan pada penyusunan dokumen Research and Development (R&D), perancangan algoritma sistem, pembentukan tim pengembangan, serta pembangunan prototipe aplikasi.

“Implementasi selanjutnya direncanakan melalui proyek percontohan pemetaan dan verifikasi geospasial objek pajak di Kampung Blang Kolak 1, dengan melibatkan kolaborasi lintas instansi terkait,” ungkap Anhar.

Kehadiran GEO-ATLAS diharapkan menjadi tonggak transformasi tata kelola perpajakan daerah menuju sistem yang lebih modern, transparan, akurat, dan akuntabel.

“Inovasi ini ditargetkan mampu mengoptimalkan PAD, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, meminimalkan risiko kebocoran penerimaan, serta menjadi model digitalisasi perpajakan daerah yang berpotensi direplikasi oleh pemerintah daerah lainnya di Indonesia,” pungkas Anhar.

Berita Terkait

Destinasi Wisata Kota Batu Kecamatan Simtim Kabupaten Simeulue Dipadati Wisatawan Lokal Saat Hari Reha
Kelurahan Wangurer dan Kecamatan Girian Apresiasi Langkah Ditjen AHU Tuntaskan Status Kewarganegaraan
Nelayan Meosmanggra Temukan Dugaan Bom Ikan di Waigeo Barat, Ketua HMNI Desak Aparat Bertindak
Satgas PRR Kemendagri dan Pemko Langsa Perkuat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Surat Pembatalan Tugas dr. Laura Belum Dijawab Bupati, Dokter Tetap Layani Pasien Anak
Bantuan Rp987 Juta Lebih Revitalisasi SD Negeri Maha Singkil di Aceh Tenggara Disorot, Transparansi P2SP Dipertanyakan
Surat Pembatalan Penugasan dr. Laura Belum Jelas, Pemkab Raja Ampat Belum Beri Kepastian
Dukung Swasembada Pangan Nasional, Wali Kota Hengky Honandar Hadiri Panen Raya Jagung di Kalawat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 12:15

Destinasi Wisata Kota Batu Kecamatan Simtim Kabupaten Simeulue Dipadati Wisatawan Lokal Saat Hari Reha

Minggu, 1 November 2026 - 12:08

Bibit Kopi Program Hilirisasi Kementan Disambut Petani Gayo, Kualitas Dinilai Memuaskan

Minggu, 1 November 2026 - 06:56

Terpusat di Jakarta Secara Hibrida: Menkum RI Pimpin Penyerahan SK Kewarganegaraan Nasional yang Hubungkan Daerah dan Luar Negeri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:59

Selesaikan Persoalan Tanpa Dokumen, Ratusan Warga Keturunan Filipina di Bitung Jalani Verifikasi Faktual Terakhir

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:57

Antisipasi Kemacetan Nataru 2027, IWO Bali Minta Komisi III DPRD Bali Perjuangkan Perbaikan Jalur Gilimanuk

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:40

Rumah Hampir Rampung, PBG di Percut Sei Tuan Dipertanyakan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:49

Tragedi Kebakaran Melanda Rumah Makan Rusni di Jantung Kota Bitung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:43

IWO Bali Soroti Keluhan Warga soal Perbaikan Jalan Gajah Mada, Nyoman Suyasa Sentil Lemahnya Koordinasi PU dan PDAM

Berita Terbaru